Back For You

Back For You
bab 20



mereka berdua duduk berdua di sana. walaupun hari ini sangat dingin tapi Kevin sangat bersemangat. dia dan Isa membicarakan apapun berdua di sana.


Kevin : kamu tau,aku kadang kesini saat sedih. tapi aku jarang sedih jadi sangat santai. menurut mu apa tempat ini keren?


Isa : aku tidak yakin. tapi saat ayah ku memukul ku. aku datang kesini bersama teman - teman ku. ya pasti kamu tau mereka.


Kevin : aku tau mereka berdua. konyol sumpah.


Isa : why? konyol kenapa?


Kevin : mereka sering mengerjai ku saat aku menelpon mu tapi mereka yang menjawab nya.


Isa : biarkan saja mereka. kita ini masih muda. banyak hal yang kita lalui. apapun yang terjadi hari ini dan kemarin aku senang malahan hahaha...


Kevin : ya ... malah bercanda. tadi aku kira serius. hahahaha...


Isa : aku tidak tau, kenapa kamu datang saat aku mengalami hal buruk.


Kevin : mungkin takdir hahaha...


Isa : ya!! jangan bercanda ..


Kevin : oke ...oke... aku gak bercanda sekarang


Isa : teman - teman ku akan menjalani trainee sebagai idol. sedangkan aku akan focus belajar saja. dan suatu hari bekerja. apa kesibukan mu nanti?


Kevin : ya.. kan masih muda. tapi kamu pekerja keras juga ya..


Isa : aku hanya ingin memiliki masa depan terbaik. terlepas bagaimana keluarga ku.


Kevin : padahal aku tadi ingin memberi mu ini.


kevin memberikan makanan kesukaan Isa. padahal dia sendiri tak memberitahu Kevin apa yang dia suka. tapi dia bisa tau.


hari yang mulai dingin. karna mereka sudah menghabiskan waktu bersama. Isa memutuskan untuk pulang karna tidak baik saat musim dingin keluar rumah.


Isa : kita harus pulang..


Kevin : kenapa tidak nanti saja.


Isa : aku tidak ingin banyak berbicara karna musim dingin ini akan membuat kita terus kedinginan. jadi sebaiknya pulang. aku akan menelpon mu nanti malam.


Kevin : yasudah kita pulang kalau gitu.


mereka berdua pergi dari tempat itu untuk pulang. kali ini mereka tidak mereka tidak bergandengan tangan.


di jalan ....


semua nya baik - baik saja. mereka berjalan berdampingan. di jalan mereka melihat yebin yang duduk di halte bus. Isa berlari ke yebin.


yebin yang melihat itu pun menyambut Isa. mau tidak mau Kevin juga mendekati yebin di sana. mereka duduk bertiga. Isa mulai seperti biasa mengajak yebin berbicara.


yebin: kalian dari mana ?


Isa : kami hanya ke sungai itu. ternyata beku di sana.


yebin: ya pasti lah. hahaha lucu kamu. kenapa kamu gak peluk Kevin kalau dingin?


Isa : em.. em... aku ini pemalu please.


yebin: mau di di kasih contoh?


Isa : coba kaya gimana? aku pengen lihat.


yebin : gini loh ..


dengan cepat yebin mendorong Isa dan membuat nya jatuh di pelukan Kevin. saat itu jantung Kevin berdegup kencang.


yebin tersenyum karena melihat Isa bisa memeluk Kevin dengan baik. dan tepuk tangan.


Isa melepaskan pelukan nya dari yebin. dan buru - buru menggenggam tangan yebin dan mengajak nya pergi bersama.


Kevin yang masih terlihat terkejut diam dan hanya tidak tau harus apa.


yebin dan Isa berjalan bersama. di jalan mereka mengobrol.


Isa : ya.. tadi aku Malu tau..


yebin: kamu jangan malu. cukup tenanglah. anggaplah itu seperti kiss pertama mu. okay.. girls


Isa : aku merasa berdegup tadi. apa itu penyakit?


yebin: gak lah .. hahahaha.. itu nama nya feel nya..


Isa : ya!! kenapa kamu kelihatan kurus ?


yebin : bukan kurus.. cuma belum makan tadi siang.


Isa : mau makan di rumah ku ?


yebin : gak.. aku harus pulang saja. kita beda arah. jadi kamu sana pulang dulu. bye .. bye..


Isa : bye .. bye..


mereka berdua berpisah di gang itu. Isa melanjutkan pulang dan sesampai nya di rumah dia masuk ke kamar nya. di kamar nya dia melihat foto orang tuanya. "ayah, ibu kalian tau ini musim dingin tanpa kalian" ucap Isa sambil tersenyum di melihat itu.


Kevin yang memutuskan membeli minuman pun hanya membeli satu dan kembali pulang kerumah nya dan masuk ke kamar nya tanpa banyak bicara. melihat buku Isa dan mencoret bab yang sudah dia kerjakan. hanya tinggal sedikit lagi untuk menyelesaikan apa yang dia ingin.


tiba - tiba handphone Isa berdering...


ternyata Eunbi menelpon nya.


eunbi: Isa, aku akan pergi untuk menjadi trainee besok. kamu jangan sedih ya .. aku akan membawakan mu banyak makanan saat kita bertemu lagi. I love you my friend..


Isa : benarkah.. aku sangat senang. i love you to my friend... kamu tau yebin tadi terlihat berbeda, apa dia sangat sedih ? atau bahagia.


eunbi : yebin bilang pada ku dia hanya kecapean karna latihan nya. tapi dia bisa mengatasi nya itu sih kata nya.


Isa : kita nanti kalo ketemu lagi. aku juga akan membawa makanan untuk kalian berdua.


eunbi: sekarang aku akan bekerja lebih baik. terimakasih Isa. good night...


Isa : good night...


akhir nya mereka mengakhiri telpon dan Isa membuat makan malam. makan malam hari ini hanya kimchi dan soup tahu. itu menu sehat Yang dia makan.


dia memasaknya sendiri. melihat hari yang dingin jadi itu cocok untuk nya.


Kevin senang akhir nya dia bisa sedikit demi sedikit membahagiakan Isa. moment itu membuat nya bersemangat. dia mencatat nya di buku kesayangan nya. Kevin. lalu berbaring di ranjang nya dan membayangkan banyak hal besok. atau nya esok lagi. banyak hal yang di harapkan nya sampai di terlelap tidur.


Isa mematikan kompor dan menyiapkan makanan itu. dan dia menyalakan music dari handphone nya. sambil makan dia mendengar lagu favorit nya. "semua nya terlihat lengkap hari ini" ujar Isa.


mungkin karna Isa merindukan keluarga nya dia sedikit meneteskan air mata. tapi Isa mengusap nya dan mulai menyelesaikan makan. setelah itu dia mencuci piring dan mengembalikan nya lagi di rak.


Isa pergi ke kamar nya. dan menulis sedikit diary. tapi dia tidak bisa memberitahu siapapun tentang apa yang dia tulis. tapi itu membuat Isa nyaman. walaupun sendiri dalam sepi dia bisa merasakan indah nya hari ini di musim dingin ini.


Isa memutuskan untuk melupakan kejadian buruk yang dia alami bahkan ayah nya. besok Isa akan kerumah ayah nya untuk memberi hadiah ulang tahun nya. karna walaupun dia selalu di benci ayah nya. tapi itu orang tua nya. dia tak bisa pergi meninggalkan orang tua nya.


dalam hati Isa hanya dia berbicara sendiri "aku tau kasar nya dia, tapi aku tidak boleh meninggalkan nya aku akan tersenyum untuk nya juga"


menyiapkan kado dan meletakkan nya di atas meja. besok dia akan berangkat pagi sekali.


Isa melihat jam dan ternyata sudah jam 10 malam. dia akhir nya memilih tidur.