Avella'S Adventure In Prisalia

Avella'S Adventure In Prisalia
A Tiny Understanding



Mau tak mau Avella berpikir juga. Sebenarnya, saat merencanakan pembicaraan ini, ia sama sekali tak memikirkannya. Ia mengamati wajah sedih Thisaly, dan berpikir bahwa hal itu mungkin terjadi. Selama mereka belajar dengan Nyonya Moon, nilainya dan Cysther selalu berkejaran. Namun secara keseluruhan, nilai Cysther lebih baik. Sahabatnya itu juga memiliki pengetahuan yang luas, serta punya pertimbangan yang baik untuk memutuskan sesuatu. Kalau Sun Sailor Camp mencari seorang Sailor yang berkualitas, maka kemungkinan besar dirinya akan tersisih.


“Aku akan menangis,” ucap Avella jujur. Hatinya akan patah berkeping-keping kalau itu terjadi.


“Oh.”


“Tapi di setelah itu, aku akan ikut senang dengannya. Kamu tahu, seorang gadis memiliki kekuatan spesial, itu adalah penerimaan atas nasib yang menimpanya. Cysther adalah temanku dari kecil. Melihatnya keluar menjelajahi dunia akan membuatku senang. Kalau ia lulus, pastinya karena ia sudah berlatih sangat keras. Karena, jujur saja, kekuatan fisiknya tidak bagus. Tak mungkin aku bisa merasa kesal setelah tahu usahanya. Kalau ia lulus di musim semi ini, maka aku akan menyusulnya di musim panas! Tak apa-apa kalau kita tidak satu tim selama melakukan perjalanan, mungkin itu yang terbaik. Di dunia ini, ada sesuatu yang kadang-kadang tidak bisa kita hindari, namun selalu bisa memberikan pelajaran atau kebaikan bagi kita. Itu adalah takdir. Yang bisa kita lakukan adalah berusaha dengan baik dan menerima hasil akhirnya dengan lapang dada. Dan jujur saja, memiliki teman sebaik Cysther lebih berharga daripada apapun.”


Thisaly melihat Avella dengan matanya yang bulat. Lalu kelopak matanya melemah. Pipinya juga memerah. “Aku yang merusak gitar Xylia.”


Avella terdiam, lalu mengelus rambut Avella. “Maukah kamu memberitahuku alasannya?”


“Kamu sudah tahu? Tapi bagaimana?” kata Thisaly panik, lalu air mata mulai bercucuran. Ia menyembunyikan wajahnya di balik lengannya. “Aku malu sekali. Aku sangat nakal dan hatiku jahat. Aku ingin pulang!”


“Thisaly, semua orang melakukan kesalahan. Dan setiap orang harus berlatih mati-matian supaya hati mereka menjadi baik seumur hidup. Dan juga, kamu tidak nakal. Semuanya masih bisa diperbaiki,” ucap Avella.


“Benarkah? Bahkan Nyonya Moon?”


Nyonya Moon adalah seorang guru yang dikenal penyabar dan baik hati. Avella mengangguk.


“Xylia memainkan gitarnya dengan indah, kuakui. Tapi aku tak menyangka kalau dia sampai sehebat itu. Sekarang teman-temanku lebih suka mendengarkan permainan Xylia. Aku jadi merasa iri. Tapi aku sudah berusaha untuk menahannya, tapi tidak bisa! Tiap kali mendengar suara gitar itu, rasanya aku ingin menangis. Aku takut ia akan mengambil semuanya dariku. Maksudku, kue duchess dari Mrs. Ellory, atau sapaan saat pertemuan desa. Lalu saat aku sedang berlatih biola kemarin, ia sengaja bermain gitar keras-keras di dekatku. Aku sangat kesal. Saat ia meninggalkannya di bawah pohon, aku mengikis senarnya dengan pisau. Oh, aku sangat menyesal setelah itu.”


Jadi, itu sebabnya. Avella sebenarnya hanya menebak bahwa Thisaly berhubungan dengan senar gitar yang putus, karena Xylia sangat bersikeras saat menuduhnya. Anak itu, meskipun liar, tapi jujur. Dan tak akan menuduh seseorang tanpa bukti. Avella juga berpikir bahwa selama ini Thisaly terlalu dipuji-puji oleh warga desa, sehingga gadis itu takut kalau ia tak sesempurna yang dibanggakan orang-orang. Sebelumnya, ia tak merasa hal itu berbahaya. Tapi setelah ia tahu, rupanya sangat berbahaya, dan kalau dibiarkan, kejadian fatal mungkin bisa terjadi.


Selama ini, Xylia dan Thisaly juga tak memiliki hubungan yang baik. Keduanya terkesan saling menjauhi. Mungkin karena Xylia terlalu pembangkang bagi Thisaly, dan Thisaly terlalu penjilat bagi Xylia. Namun, dari pengakuan Thisaly, kemungkinan mereka mengagumi satu sama lain.


Avella melihat mata basah Thisaly dengan lembut. “Kalau begitu, kamu bisa meminta maaf padanya. Kamu akan terkejut dengan apa yang kamu rasakan setelah dimaafkan.”


“Minta maaf?”


“Ya! Kamu bisa menyisihkan uang tabunganmu untuk membelikannya senar. Lalu meminta maaf dengan tulus. Selain itu, kamu tak perlu merasa iri pada Xylia. Bukankah akan lebih menyenangkan kalau punya teman bermain musik yang seumuran?”


“Aku akan meminta maaf padanya, tapi bagaimana kalau dia malah menyebarkan perbuatanku? Dia akan senang sekali karena aku sudah mengakuinya. Aku tak akan punya teman lagi.”


“Aku janji, dia akan merahasiakannya. Yang penting, kamu katakan saja semuanya dengan jujur.”


Avella mencubit pipi Thisaly. “Yakin, sangat yakin. Nah, ayo habiskan tehnya. Sudah mau waktu makan siang. Kita tak mau ibumu menunggu-nunggu kepulanganmu.”


Kedua gadis itu menikmati kudapan dan teh yang masih tersisa. Avella agak bersalah juga, membuat Thisaly kekenyangan mendekati makan siang. Mrs. Icewings akan heran mengapa Thisaly tak makan sebanyak biasanya. Tapi biarlah, yang penting misinya sudah berhasil.


“Aku akan mengatakan soal ruangan bawah tanah itu pada Mr. Fireboots. Semoga dia punya penjelasan yang memuaskan. Aku sangat penasaran.”


“Aku juga,” ucap Thisaly. “Bisa jadi ruangan itu adalah tempat pesta para peri hutan.”


Avella tertawa. Imajinasi anak kecil memang luar biasa. Saat matahari mulai menyengat, mereka pun memasukkan piring-piring dan gelas kecil ke dalam keranjang. Mereka pergi meninggalkan Shyskies Meadow, tanpa menyadari ada lingkaran rumput yang lebih tinggi dari sekitarnya. Sepasang mata mengamati langkah kedua gadis itu pergi.


Avella melambaikan tangan begitu Thisaly berdiri di atas teras rumah pohonnya. Lalu ia pun berjalan pulang ke Lilacbell Cottage.


Hal ini tentu sudah ditunggu-tunggu oleh Liesl. Ia memanggil Avella ke ruang jahit, lalu langsung bertanya, “Nah, apa yang kamu lakukan tadi?”


Sayangnya, Avella sudah berjanji untuk merahasiakan pembicaraan tadi dengan Thisaly. Ia tak bisa mengatakannya, tapi ibu juga tak akan puas kalau tak diberitahu. Jadi, Avella hanya bisa berkata, “Ibu, intinya, kalau Ibu melihat Thisaly dan Xylia bermain bersama, sebagian itu karena apa yang kulakukan hari ini. Aku janji, kalau aku sudah selesai melakukan perjalanan sebagai Sailor, nanti aku beritahu Ibu.”


“Serahasia itu? Hahaha. Tapi kalau yang kamu katakan benar, kamu sudah melakukan hal yang tidak mungkin.”


Iya, tidak mungkin. Karena Thisaly dan Xylia bagi penduduk Desa Acclais seperti alaminya air dan api.


Avella mencium pipi Liesl. “Ibu, aku naik dulu, ya. Seperti yang Ibu bilang, aku habis melakukan misi yang berat.”


Avella masuk ke dalam kamarnya. Lalu menaiki tangga menuju kamar Ash. Alih-alih melaporkan ruangan itu pada Mr. Fireboots, Avella memutuskan untuk menceritakannya pada Ash terlebih dahulu.


Ash sedang menulis sesuatu di mejanya. Ia hanya melihat Avella sekilas, lalu kembali serius dengan pekerjaannya. Avella melangkah dengan ceria, lalu menyandarkan dagu di bahu Ash. “Hei, apa yang kamu tulis?”


“Kau sungguhan mau tahu?” tanya Ash.


Avella mengangguk.


Lalu Ash membuka lipatan kertasnya, yang terus terbuka, hingga mencapai ujung kamarnya. Matanya menyimpan percikan kelicikan saat ia tersenyum sambil melihat Avella yang terkejut.


“ASH, MANTRA SETAN APA INI YANG KAMU TULIS?”