
Semua mata memandang ke arah Thisaly. Pipi gadis itu memucat, tepian matanya memerah. Bibirnya bergetar, sebelum ia mulai bicara, “Atas dasar apa kamu menuduhku, Xylia? Aku tak merusaknya. Seharusnya kamu memeriksa gitarmu sebelum mengikuti lomba. Menurutku, kamu tak seharusnya menyalahkan orang lain atas kesalahanmu sendiri.”
Pandangan mata Xylia masih berapi-api. Ia mengucapkan satu kata kasar yang membuat para penonton terkesiap. “Kau! Aku tahu kamu yang merusaknya.”
Air mata mulai mengalir di pipi Thisaly. Hal itu membuat Mrs. Icewings yang ada di sisinya mendekapnya. Ia berbicara pada Thisaly dengan lembut, yang dibalas dengan gelengan kepala oleh putrinya. Ibu-ibu di sekitar mulai kasak-kusuk. Melalui pendengaran Avella, ia menangkap bahwa mereka semua tak setuju bahwa Thisaly merusak gitar Xylia. Bahkan, mereka akan melakukan apapun untuk melindungi gadis itu.
Bagaimanapun, Xylia hanyalah anak kecil nakal yang terlalu banyak bermain dengan anak laki-laki. Melempari tupai dengan apel, dan berayun pada tali jemuran. Berbeda dengan Thisaly yang akan membagikan jamur pada para tetangga, dan dengan senang hati menimpali sapaan dari mereka. Hewan-hewan di Acclais juga seakan mempunyai ketertarikan pada gadis itu, membuat mereka semua jinak terhadap sentuhannya dengan cara yang aneh.
“Aku tak mau kamu bicara sembarangan pada putriku. Kalau kamu yakin, memangnya apa buktinya?” tanya Mrs. Icewings.
“Dia akhir-akhir ini terlihat mencurigakan! Dia kelihatan iri dengan kemampuanku.”
Cekikian mencemooh terdengar. “Tak akan ada orang yang iri dengan suara gitar yang memekakkan telinga. Oh, maaf, Starbell. Tapi kamu harus mendidik putrimu dengan baik.”
“Sudah kubilang kan, terlalu banyak berkhayal itu tidak baik,” bisik seseorang.
Avella melihat wajah Mrs. Starbell Etangle yang merah padam. Wajahnya kaku, dan sesaat Avella bisa merasakan emosi wanita itu mengalir padanya. Avella takut wanita itu akan meledak, namun ia berbicara dengan suara yang tenang. “Kupikir putriku tak akan mengatakan sesuatu tanpa ada penyebabnya. Ia mungkin agak liar, tapi ia gadis yang jujur. Ia tak sepertimu, Odette, yang sudah menabrak pagar Mr. Moss tapi tak mau mengaku.”
“Jadi kamu yang menabrak pagar rumahku?” seru Mrs. Moss dengan kesal.
“Be-benar, tapi bukankah aku sudah mengirimkan sup akar setiap hari? Kamu tak akan melupakannya, kan?”
“Jadi itu sebabnya kamu mengirimkan sup hambar itu? Asal kamu tahu saja, pohon apelku yang minum sup akar itu setiap hari!”
Suara OOOH terdengar di kerumunan. Di Acclais yang tenang, drama sekecil apapun akan menarik perhatian banyak orang. Mereka menunggu jawaban Mrs. Odette Ellory yang terlalu terkejut sampai tak bisa berkata apa-apa.
Untung saja, Pearicus, sebagai pembawa acara, segera menarik perhatian penduduk desa lagi. Wajahnya pucat, dan bibirnya membentuk tawa ceria yang dipaksakan. “Baiklah, baiklah, kita kembali ke acara yang sebenarnya. Kita tak bisa menunggu masalah pagar yang rusak sampai matahari terbit, karena saat itu, Shining Shyskies Festival sudah berakhir. Xylia di sini sudah bersedia menggunakan gitar milik kontestan lain, mari kita dengarkan nyanyiannya yang indah. Berikan tepuk tangan!”
Suara Xylia benar-benar indah. Avella sampai merasa suaranya merayu lilin-lilin di Shyskies untuk menari.
“Ia sangat berbakat,” kata Avella pada Cysther. Meskipun ada bisikan-bisikan di sekitar yang berkata bahwa Thisaly jauh lebih bagus dari Xylia.
Saat tiba pengumuman pemenang, Avella mendengarkan dengan antusias. Bisa dikatakan bahwa Acclais dianugerahi dua dewi musik, yaitu Thisaly dan Xylia. Keduanya begitu bagus, dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing, yang membuat Avella tak bisa memilih. Ia mengabaikan ketegangan yang menyebar di kalangan para wanita, dan berpendapat bahwa mereka besok akan akur lagi. Hidup di Acclais tak bisa mengorbankan kehidupan sosial pada permusuhan, karena mereka semua saling bergantung satu sama lain. Baik dari pembelian pupuk, menitipkan anak, hingga gosip apa yang sedang berlangsung.
Suara tepuk tangan terdengar amat keras, bahkan jauh lebih keras daripada saat Thisaly menang tahun lalu. Wajah Mrs. Etangle memerah, namun segera tersenyum hangat saat Xylia menyentuh tangannya. Tanpa sadar, Avella juga tersenyum.
Ia tahu, kasus senar gitar yang patah ini tak bisa ia abaikan. Kalau diabaikan, maka hanya ada keburukan yang muncul. Pikiran Avella pun mulai bekerja.
Thisaly berdiri di atas panggung bak peri bunga. Ia kelihatan natural dan bahagia di atas panggung. Pearicus memberikan piala berbentuk harpa mini yang indah. Cahaya lilin memberikan kilauan-kilauan pada rangkanya yang bening.
“Untuk peri kecil Acclais,” ucap Pearicus sembari mengalungkan rangkaian bunga pada Thisaly, tak lupa ia mencubit pipi gadis itu.
Shining Shyskies selalu membawa kebahagiaan. Avella berpamitan dengan Cysther untuk pulang bersama keluarganya. Ash muncul dari kegelapan dengan rambut berantakan. Ia tersenyum miring saat pandangannya bertemu dengan Avella.
“Kau tak bisa membaca buku di kegelapan,” ucap Avella, melihat buku yang dibawa oleh Ash.
“Telapak tanganku gatal kalau tak bawa buku,” kata Ash sembari menaikkan kedua bahunya.
Avella merangkul kembarannya, dan melihat ke belakang sambil berjalan. Ia melihat Mrs. Etangle dan Mrs. Icewings yang berbicara dengan keramahan tersirat wajah mereka. Sungguh cepat mereka berbaikan! Thisaly tersenyum dengan cerah, bersalaman dengan Xylia yang tersenyum seperti kodok, karena sangat terpaksa.
Oh, mungkin perlu waktu bagi Xylia.
Ia mungkin bisa membantunya!
Setibanya mereka di rumah, Avella segera masuk ke dalam kamar. Ia rentangkan buku jurnalnya. Ia melukis kejadian hari ini. Ia melukis Thisaly dan Xylia, dan yang terpenting, gitar yang tiba-tiba rusak di atas panggung. Setelah itu, ia pun mulai menulis:
Hari ini aku mulai mengetahui jalan menuju impianku. Aku akan mendaftar Sun Sailor Camp, untuk persiapan menjadi seorang Sailor! Aku ingin punya kehidupan yang penuh petualangan. Aku tak mau hidup dengan pola monoton saja.
# Kalau aku jadi putri seorang anggota rombongan seni yang setiap hari berkelana dengan karavan\, apakah aku akan bosan dengan petualangan?
\= Sepertinya tidak.
Hari ini ada kejadian aneh. Gitar Xylia tiba-tiba rusak di atas panggung. Memang lebih aman untuk mengasumsikan hal ini sebagai kebetulan saja, tapi aku tak suka hal aman. Aku curiga dengan kejadian ini, hmm.