
Di bawah cahaya rembulan malam hari,suasana semakin mencekam dimana keluarga Reinhard berada dalam bahaya.
Alice pun mulai merapalkan mantra nya sembari mengangkat tangannya ke udara,tak lama kemudian segumpal awan hitam muncul menghalangi rembulan.
Seketika Pria bernama Sakhsia dan makhluk hitam menerjang Alice yang sedang merapalkan mantra,tanpa pikir panjang Reinhard pun melesat dan memblokir serangan dua makhluk tersebut.
Pertarungan pun tak terhindarkan antara Reinhard dan kedua makhluk tersebut,dentuman demi dentuman senjata terdengar sepanjang pertarungan.
Tak lama berselang para mayat hidup dan para tengkorak mulai mendekati Keluarga Rion,bersamaan dengan itu mantra Alice selesai dirapal.
Muncul beberapa pilar yang mengelilingi desa, seketika pilar pilar tersebut mengeluarkan cahaya,dan hal tersebut membuat para mayat hidup terbaring lemas tak berdaya.
"Seperti yang diharapkan dari sang pangeran dan penyihir, kekuatan dari sebagian kecil legenda",ucap Pria misterius yang hanya melihat dari kejauhan.
Tanpa pikir panjang Reinhard menggunakan kemampuanya,pedang yang ia pegang mulai memancarkan cahaya putih yang menyilaukan dan tubuhnya mengeluarkan aura yang kuat.
Reinhard pun memukul mundur kedua makhluk yang di hadapi nya,"Hahaha gawat aku sangat senang hingga tidak bisa menahan tawaku",Ucap Sakhsia makhluk bertudung putih.
"Tuanku kenapa engkau memerintahkan kami untuk menahan diri untuk menghadapi mereka?,bahkan jika engkau memerintahkan masing masing dari kami dapat menghancurkan sebuah kerajaan dengan mudah",tanya Makhluk bertudung ungu yang berada disisi Pria misterius.
"Tenanglah Licht,mereka adalah sebagian kecil dari ratusan legenda yang masih hidup.Aku tahu betul seberapa kuat mereka,mereka pernah memukul mundur Raja iblis Lust berdua saja"
"Dengan pedang Orion yang digunakan Reinhard dan mana dengan jumlah yang menjijikkan itu kita lebih baik jangan terlalu gegabah,terlebih kita dapat melihat dengan jelas kelemahan mereka",jawab Pria misterius dengan senyum terpampang di raut wajahnya.
"Memangnya apa kelemahan mereka berdua tuanku?",tanya Licht.
"Lihatlah buah hati kecil mereka yang berada dalam sebuah barrier",jawab Pria misterius.
Setelah mengetahui fakta tersebut Licht pun terdiam menunduk hormat kepada Pria misterius seakan mengetahui maksud dari tuanya.
Disisi lain Alice pun merapalkan mantra lain sembari melindungi Rion,seketika awan gelap yang sudah berada diatas mereka mulai memancarkan hujan.
"Kau pikir itu dapat membunuh kami",Ucap Sakhsia dengan sombong sembari melesat mendaratkan sabitnya kearah Alice.
Reinhard pun melompat dan menancapkan pedang nya ketanah seketika memancarkan radiasi energi yang mementalkan Sakhsia dan mayat hidup yang terbaring disekitar mereka.
Awan yang tadinya hanya memancarkan hujan mulai terdengar Guntur yang bergemuruh,"Wahai Roh petir lenyapkanlah segala musuh yang menghadang jalanku",Teriak Alice.
Tak lama kemudian Muncul petir petir yang menyambar daerah sekitar Alice secara acak.
Makhluk hitam dan Sakhsia pun menghindari petir petir tersebut sembari mendekati Alice dan Reinhard.
Rion yang kesal terkurung didalam barierpun mulai memberontak kembali."Ayah Ibu keluarkan aku dari sini, biarkan aku membantu kalian",teriak Rion sembari memukul mukul barier yang di ciptakan oleh ibunya.
"Rion tenanglah Ibu dan Ayah sedang konsentrasi",ucap Alice sembari mempertahankan kedua mantra yang telah di rapalnya.
"Sayang apa kau tidak apa apa",tanya Reinhard dari kejauhan sembari menghadang Sakhsia dan Makhluk hitam.
"Ini gawat Rion mulai memberontak,aku juga sudah mulai kelelahan akibat tidak pernah bertarung selama sepuluh tahun terakhir", batin Reinhard.
Tidak diduga Makhluk hitam terkena Sambaran petir dari mantra Alice,seketika makhluk hitam pun tidak bergerak.
Tak menyia-nyiakan kesempatan Reinhard pun melesat memotong tubuh makhluk hitam menjadi dua,hal tersebut membuat tubuh makhluk hitam terkapar tak berdaya di tanah.
"Baiklah satu sudah di singkirkan siapa selanjutnya",ucap Reinhard dengan penuh gairah.
Dari kejauhan petir juga menyambar Pria misterius,tapi tak disangka-sangka Pria misterius itu mampu menangkis petir tersebut dengan tangan kosong.
Hal tersebut membuat Reinhard dan Alice yang melihatnya terkejut.
"Apa apaan dia,dia terlihat seperti manusia biasa tetapi sanggup menangkis Petir yang di layangkan oleh Alice dan juga mengapa dari tadi dia dan makhluk bertudung ungu itu hanya diam disana?apa yang mereka rencanakan?",batin Reinhard.
"Hei apa yang kau pikirkan lawanmu ada di depanmu",ucap Sakhsia sembari mendaratkan sabitnya kearah leher Reinhard,Hal tersebut membuat Reinhard membungkuk kan tubuhnya.
Adu senjata pun terjadi lagi antara mereka berdua,suara dentuman senjata pun terdengar kembali diantara mereka.
Diakhiri dengan sebit yang terlepas dari tangan Sakhsia hal tersebut membuat ia tertusuk pedang Orion milik Reinhard.
Suara tepuk tangan terdengar keras dari arah Rion dan Alice,sontak Rion,Alice dan Reinhard pun terkejut dengan kehadiran Pria Misterius dari belakang mereka.
"Hebat sangat hebat seperti yang diharapkan dari sang pangeran dan penyihir terakhir",ucap Pria Misterius sembari bertepuk tangan.
"Baiklah sudah cukup untuk basa basinya".
Pria misterius itu pun menghancurkan barrier dengan tangan kosong lantas mencekik leher Rion dan mengangkatnya diudara.
Hal tersebut membuat Rion tak kuasa melepaskan diri dari Pria Misterius.
"Tidak Rion!",teriak Alice dengan panik sembari melontarkan sihir kearah Pria Misterius.
Pria Misterius tersebut menusuk perut Alice dengan satu tangannya.
Hal tersebut membuat petir yang tadinya menyambar dari langit pun mulai berhenti menyerang.
"Tidak!!! Rion....Alice",teriak Reinhard yang berlari melesat kearah mereka.
"Sakhsia,Aswad,Licht kalian bebas",ucap Pria Misterius.
Sakhsia pun tertawa dengan keras sembari bangkit dari tidurnya,ia pun meloncat tinggi ke udara sembari mengayunkan sabitnya secara memutar.
Pilar-pilar cahaya yang di ciptakan Alice pun terbelah dan hancur,hal tersebut membuat para mayat hidup di sekitar bangkit kembali.
Licht pun mengeluarkan sebuah kepala tengkorak dari tangannya dan mengangkatnya keudara,"BANGKITLAH!!",Teriak Licht.
Seekor Mayat Naga beserta ratusan mayat hidup bangkit dari tanah,menghadang Reinhard yang henda menghampiri Alice dan Rion.
Reinhard pun bersusah payah menghindari para mayat hidup sembari berlari menuju Rion.
"Maafkan aku,aku belum memperkenalkan diri"
"Kalian mungkin tidak mengenalku karena sosok ku yang telah berubah sekarang,tapi ijin kan aku bertanya kepada kalian.Apakah kalian pernah mendengar nama Jin?",ucap Pria Misterius itu sembari mencekik Rion dengan salah satu tangannya.
"Jin kau kah itu?Apa yang terjadi dengan Emilia dan Leonidas?apa yang terjadi padamu?",tanya Alice sembari memegangi perutnya untuk menahan darah keluar.
Jin pun menendang Alice ke tanah,"Jangan pernah kau menyebut nama dari kedua orang itu di hadapan ku".
Reinhard yang Melihat hal tersebut secara membabi buta menyerang mayat hidup dan Mayat Naga yang dibangkitkan Licht dengan membabi buta demi mendatangi Alice dan Rion yang mulai sekarat.
"Alice Rion tunggu aku!,aku pasti akan menyelamatkan kalian".