ARCANIA

ARCANIA
BAB 2 RAHASIA



Disaat Rion memasuki ruangan rahasia di Rumahnya.Dia berjalan menuju sebuah kotak yang berukuran besar di sudut ruangan,Rion pun berdiri di hadapan kotak tersebut, kemudian membacakan sebuah mantra.


"Wahai peri yang memegang kebijakan dan ilmu pengetahuan,Pixie keluarlah!".


Seketika muncullah serangkaian cahaya dari sudut-sudut ruangan tersebut,rangkaian cahaya itu membentuk sebuah wujud seorang gadis berambut putih berukuran kecil yang memiliki sayap,layaknya serangga.


"Rion,apakah kau akan selalu memanggilku setiap hari!?.Itu sangat melelahkan kau tahu,kau membuatku terteleportasi dari desa peri kesini dan itu membutuhkan mana yang tidak sedikit kau tahu",keluh seorang peri bernama Pixie.


"Yah,aku tahu aku tahu,maafkan aku.Tapi bukankah kau janji padaku kemarin untuk membantuku",sahut Rion.


"Itu semua terjadi karena kau mengancam ku dasar jahat, kau sama buruknya dengan ayahmu,jika kau tidak membodohi aku untuk mengikat kontrak dengan mu pasti sekarang aku sedang bereksperimen di rumahku sekarang.Terlebih kau mengancam mengadukan kepada Alice".Gerutu Pixie dengan kesal.


"tenanglah Pixie!,aku tidak seburuk ayahku dan aku tidak sejahat itu hingga memberitahukan hal ini kepada ibuku,terlebih lagi kau terjerat kontrak dengan ku karena kebodohanmu sendiri.Semua ini akan menjadi lebih mudah jika kau menurut",ujar Rion dengan raut wajah yang mengejek.


"Kau yang terburuk,dasar tak berperikeperian"Teriak Pixie dengan kesal.


"hei tenanglah!,apa kau ingin orang tuaku bangun, terlebih lagi apa itu berperikeperian?",ujar Rion.


"Lupakan,jadi apa yang ingin kau ketahui sekarang?"Tanya Pixie dengan raut wajah kesal.


"Hei Pixie, apakah kau bisa membuka kotak ini?,aku menemukanya didalam lemari",ucap Rion seraya menunjuk ke kotak di belakang Pixie.


"Hmm...kotak ini dikunci oleh mantra yang diberikan oleh ibumu.Alice memang hebat,dia bahkan bisa membuat mantra penyegelan serumit ini",ujar Pixie sembari terkagum kagum melihat segel mantra yang dibuat oleh ibu Rion.


"Tapi tenang saja!, walaupun sulit bukan berarti tidak bisa dibuka",Pixie pun membuka tangannya dan mulai merapalkan mantra.


"Omong-omong Pixie, Bagaimana dulu kau bisa bertemu dengan orang tuaku?", tanya Rion


"Yah bisa dibilang cukup rumit.Saat itu ibumu menerobos masuk desa peri dan dia meminta kepada tetua peri untuk menemukan peri berpengetahuan luas untuk diajak menuju reruntuhan kuno.Sementara ayahmu bertemu dengan ku karena dia dengan isengnya membaca sebuah mantra pemanggilan dibuku ibumu, seperti yang kau lakukan seminggu lalu",jawab Pixie seraya merapalkan mantra.


"Ada apa di reruntuhan kuno itu?",tanya Rion


"Yeah disana kita menemukan tablet kuno yang mengatakan suatu saat akan terjadi kehancuran yang amat dahsyat karena seorang malaikat yang tersesat,dan yang menghentikan kehancuran itu adalah sang tiga legenda.Aku tidak tahu hal ini benar atau tidak,tapi menurutku hal ini hanyalah mitos",jawab Pixie.


"Kenapa kau berkata seperti itu?",jawab Rion balik.


"Karena ras malaikat adalah ras yang tidak akan ikut campur segala hal yang terjadi di dunia bawah,dunia kita.Mengingat mereka bahkan tidak tertarik untuk turun.Mereka hanya. melakukan sesuatu jika mereka diperintahkan",jawab Pixie.


"Diperintahkan oleh siapa?",Tanya Rion lagi.


"Langit itu sendiri",jawab Pixie.


Seketika kotak tersebut terbuka dan alangkah terkejutnya Rion dan Pixie melihat hal yang ada didalam kotak.


Terlihat sebilah pedang tanpa sarung berwarna putih kebiruan yang menyala dalam gelap,ditengah pedang tersebut tertulis Bahasa-bahasa kuno.Dibawah pedang tersebut terdapat sebongkah baju zirah dan sebilah tongkat sihir kayu tua.


"Wah hebat sekali,Kenapa mereka menyembunyikan hal sehebat ini dariku?", Rionpun terpaku dan terkagum kagum melihat peralatan yang terdapat didalam kotak tersebut.


"Hmm... seingat ku dulu pedang Reinhard hanyalah pedang besi biasa,dimana dia menemukan pedang mistis ini?",tanya Pixie dengan terheran heran.


"Pedang Orion atau bisa disebut sebagai pedang bintang.Pedang cahaya yang tercipta dari sebongkah material yang terjatuh dari langit,ditempa oleh leluhur para dwarf terdahulu dan disimpan oleh ras penyihir. Konon pedang ini hilang ketika insiden Pralaya yang menghancurkan kejayaan penyihir atas dunia 700 tahun lalu".


"Wah..kau tahu banyak ya Pixie",ujar Rion dengan kagum.


"Hei...Rion ini bukan pedang biasa.Bagaimana ayahmu mendapatkan pedang ini",sahut Pixie dengan keringat dingin.


"Ntahlah,sejak aku kecil mereka tidak pernah menyinggung hal ini denganku.Bahkan jika aku membahas tentang masalah pedang dan sihir mereka mengalihkan dan bahkan tidak ingin membahas hal ini", ujar Rion.


"Omong-omong Pixie,apa yang tertulis pada pedang itu?"


"hmm... agak sulit mengingat ini bahasa kuno tapi akan ku baca",ujar Pixie


"Apa artinya itu?",tanya Rion seraya memegang dagunya dan berpikir.


"Ntahlah siapa yang tahu",jawab Pixie.


Rion pun mengeluarkan pedang,zirah dan tongkat sihir tersebut dadi kotak,dan dibawah peralatan tersebut terdapat beberapa buku dan secarik kertas.Rionpun membuka ikat tali yang mengikat kertas tersebut dan membukanya.


"Apa ini?,pemilik hak waris tahta kerajaan Arcania milik pangeran Reinhard Arcania".


"APA!!!?",teriak Rion dan Pixie spontan.


"ssssst",ucap Rion untuk mengisyaratkan berbicara pelan.


"Oke,maafkan aku,aku terkejut.Karena seingatku dulu Reinhard hanyalah seorang pendekar pedang yang menemani ibumu melakukan perjalanan dan mengerjakan beberapa misi",ujar Pixie.


"Kau benar,ini fakta yang super duper mengejutkan, bagaimana dia bisa merahasiakan hal sepenting ini ke anaknya!?",ucap Rion.


"Ah sudahlah,aku yakin ayahku memiliki pilihan sendiri untuk melakukan semua ini.Dan juga percuma kita memikirkan hal ini lebih dalam".


"Kenapa kau tidak bertanya langsung kepada orang tua mu?",sahut Pixie.


"Apa kau gila!?, mereka bisa membunuhku jika mereka melihat ku melakukan hal ini,kau tahu!?",ujar Rion.


"yah mungkin hal itu bisa kita kesampingkan terlebih dahulu",ucap Pixie.


"Hei Rion.hari sudah mulai pagi,lebih baik kau merapikan ini semua sebelum orang tuamu membunuhmu".


"Benarkah?!", Tanya Rion dengan panik.


Rion pun kembali memasukan dan merapikan peralatan-peralatan tersebut ke kotak.


"Hei Pixie.apa kau bisa membuat segel yang kau pecahkan tadi!?"Tanya Rion dengan panik.


"Tentu saja.Sekali aku memecahkan segel,aku bisa membuat duplikat segel itu",jawab Pixie dengan bangga.


Rion pun menutup kotak tersebut dan kemudian Pixie melanjutkan dengan menyegel kotak itu.


"Hah...hampir saja",ucap Rion lega seraya mengelap keringat di dahinya.


"Oh iya Pixie.Sebelum kau pergi,aku ingin kau memeriksa keadaan kristal di dadaku!", Rionpun membuka bajunya dan bertelanjang dada.


"Baiklah", Pixie pun meletakkan tangannya keatas kristal di dada Rion.


"Hei Rion.Apa kau melakukan sesuatu seminggu ini!?",tanya Pixie dengan cemas.


"Tidak ada, semuanya seperti biasa,kenapa memangnya?",ujar Rion dengan heran.


"Kristal di dadamu memiliki konsentrasi mana yang lebih tinggi dari saat aku terakhir kali memeriksa kristal ini.Namun tenang,aku akan mencoba untuk menetralkanya",jawab Pixie.


Pixie pun merapalkan sebuah mantra,keluarlah cahaya merah terang dari kristal tersebut.Seketika terjadi ledakan kecil yang membuat Pixie dan Rion terlempar ke sudut ruangan yang berbeda akibat reaksi dari sihir yang dia rapalkan.


"Uhh... Pixie apakah kau baik-baik saja!?",rintih Rion menanyakan keadaan Pixie.


"Yah aku baik-baik saja",jawab Pixie seraya merintih kesakitan.


Tak lama kemudian terdengar suara langkah kaki dari luar ruangan,"Rion.kau kah itu?", terdengar suara Ibu Rion menghampiri.


"Ini gawat,apa yang harus kulakukan!?",ucap Rion dengan panik.