ARCANIA

ARCANIA
BAB 5 KONFLIK



"Ini gawat!, bagaimana mereka bisa tahu,apa yang harus kulakukan!?",pikir Rion gelisah dengan keringat dingin bercucuran di tubuhnya.


"Rion jawablah dengan jujur sekarang",Bentak Ayah Rion.


Rion yang sudah tersudut pun mau tidak mau harus mengakuinya,"Itu benar!,aku yang telah secara diam-diam menyelinap ke ruangan rahasia di rumah".


"Aku juga yang sering mencuri beberapa barang dari sana!".


"Dan juga aku juga sudah mengetahui rahasia kalian berdua!".


Hal tersebut sontak membuat orang tua Rion kaget dan khawatir.


"Rion,sudah sejauh mana kau mengetahuinya?",tanya Ibu Rion dengan cemas.


Dalam benak Rion muncul begitu banyak hal yang ingin ia ucapkan.Air mata pun pecah membanjiri pipinya,dia seakan tidak percaya bahwa keluarga yang begitu dicintainya merahasiakan hal besar dari dirinya."Kenapa kalian merahasiakan hal yang begitu besar ini dariku!?".


"Ayah!,kau selalu melarang ku menjadi kesatria kerajaan.Sementara kau sendiri adalah seorang putra mahkota dari kerajaan ini".


"Kau selalu membenci impianku dan sementara kau sendiri adalah keluarga kerajaan itu sendiri".


"Hal yang kau lakukan itu seperti menginjak-injak impian ku Ayah!".


"Aku merasa seperti orang asing di keluarga ini".


"Rion!,tenanglah kami akan jelaskan",ucap Ibu Rion seraya memegangi kedua pundak Rion.


Rion pun menyingkirkan tangan Ibunya dari pundaknya,"Lepaskan tanganmu dariku!.Kalian benar-benar keluarga yang memuakkan,aku bahkan berharap seandainya saja aku tidak terlahir di keluarga ini dan aku juga berharap kalian mati secara mengenaskan!".


Seketika Ayah Rion menampar Rion hingga membuat Rion jatuh tersungkur ke tanah.


Tanpa pikir panjang Rion pun bangkit dari jatuhnya dan berlari menuju hutan tanpa sepatah kata pun.


Rion terus berlari dan terus berlari tanpa menoleh ke belakang sedikit pun,dia pun sampai di sebuah pohon besar dan duduk istirahat dibawah pohon besar tersebut.


Rion pun termenung memandangi kelompok kelinci dari kejauhan,"Dan bahkan sekelompok kelinci itu mendapatkan kebahagian keluarga nya sendiri".


"Ah ini begitu rumit dan menakutkan,hidup tanpa mengetahui apa-apa tentang keluarga ku.Aku merasa seperti orang asing di keluarga ku sendiri".


"Dan bahkan aku tidak mengetahui juga tentang kristal mengerikan yang ada di dadaku ini".


"Semua hal ini benar-benar membuat kepalaku sakit",ucap Rion seraya menarik-narik rambutnya.


Tanpa disadari oleh Rion,muncul sesosok monster berwujud beruang yang berkali-kali lipat lebih besar dari ukuran tubuhnya dibelakangnya.


"Grrrr.....".


Rion pun sontak menoleh kebelakang,"Suara apa itu?".


Rion yang terkejut pun seketika terpaku diam ketakutan,"Sejak kapan ada monster di hutan ini!?".


"Ini gawat,aku terlalu takut untuk menggerakkan tubuhku".


Beruang itu pun tanpa pikir panjang menghantam Rion dengan lengan besarnya,hal itu membuat Rion terpental dan membuat Rion terbaring lemas penuh dengan luka.


Beruang itu pun mendekati Rion dan mengangkat Rion,hal itu membuat Rion berputus asa,"Hah... pada akhirnya aku tidak akan mengetahui alasan Ayah dan Ibu merahasiakan hal tersebut dariku".


Seketika kumpulan cahaya berbentuk anak panah melesat ke arah beruang tersebut,hal itu membuat genggamanya terhadap Rion terlepas dan menjatuhkan Rion.


Seorang pria berzirah dan berambut pirang berlari melesat menangkap Rion,"Tenanglah nak kini kau aman bersama kami".


"Sekarang serang dia sayang!".


Terlihat cahaya besar jatuh dari atas langit dan menimpa beruang tersebut.


Rion yang telah kehabisan darah mulai kehilangan kesadarannya perlahan,"Uh...apa yang terjadi?",benak Rion lemas.


Rion pun pingsan di gendongan pria tersebut.


Di malam hari yang gelap dan dingin,terlihat cahaya dari api unggun yang hangat.


Rion yang mulai terbangun dari pingsannya,terlihat banyak perban yang terbalut di tubuhnya.


Terlihat seorang gadis cantik berambut putih pirang berada di samping Rion menunggu Rion terbangun,"Hei,kau tidak apa-apa?",suara halus dan lembut terdengar di telinga Rion.


"Iya aku tidak apa-apa,dimana aku?",ucap Rion sembari berusaha untuk duduk.


"Tetaplah berbaring!,jika kau mencoba untuk duduk lukamu akan terbuka lagi.Saat ini kau berada dalam tenda kami",jawab gadis tersebut.


"Tapi kau hebat sekali.Kau terkena hantaman beruang sebesar itu dan kau masih hidup,kau mendapat luka yang sangat parah tadi".


"Bahkan penyembuhan yang di lakukan ibuku hanya bisa membuat dirimu bertahan hidup beberapa menit".


"Omong-omong,benda apa yang ada di dadamu itu?"


"Oh iya,namaku Erika Alithia kau bisa memanggilku Erika saja",ucap gadis tersebut dengan mata yang berbinar-binar.


"Namaku Rion.Yah banyak alasan yang membuat ku pulih dengan cepat",ujar Rion sembari memaksa duduk.


"Benda yang ada di dadaku ini adalah.....".


Tak selesai kalimat Rion,seorang wanita berambut putih memasuki tenda tersebut,"Kau sudah bangun!?, bagaimana perasaan mu sekarang?".


"Jika sudah merasa baikan ayo makan dulu".


"Erika bantu anak itu berjalan keluar".


"Baik ibu",ujar Erika seraya membantu Rion berdiri.


Erika dan Rion pun keluar tenda,terlihat panci berisi sup sedang di masak oleh pria berambut pirang.Erika pun mendudukkan Rion di depan tenda dan duduk disebelah Rion.


"Wah kau sudah bangun ya nak,ini cobalah sup buatan ku",ucap pria tersebut sembari memberikan semangkuk sup kepada Rion.


Rion pun memakan sup itu secara perlahan.


"hehe bagaimana?,enak bukan sup buatan ayahku", senyum hangat terpampang di wajah Erika.


"Jadi nak dari mana kau berasal?",tanya Ibu Erika.


"Didekat sini ada sebuah desa dan dari sanalah aku berasal",jawab Rion sembari memakan sup.


"Lalu bagaimana kau bisa tersesat di hutan ini hingga terserang monster?,lain kali jangan ke hutan sendirian",ucap Ayah Erika.


"Aku tidak tersesat.Tempat itu adalah tempat yang sering ku gunakan untuk menghabiskan waktu sendirian,dan juga di hutan ini tidak ada monster sebelumnya",ujar Rion.


"Itu aneh,kami bertemu banyak monster setelah memasuki hutan ini.Apa mungkin ini karena migrasi dari monster?",ucap Ayah Erika.


"Omong-omong. Paman,Bibi apa kalian berasal dari mana dan kemana tujuan kalian?",tanya Rion.


"Kami dari kerajaan Altrais.Tujuan kami adalah kerajaan Arcania",jawab Ibu Erika.


"Kerajaan Arcania?, memang apa tujuan kalian?",tanya Rion balik.


"Bukan urusan besar,kita kemari di tunjuk sebagai perwakilan negara.Mungkin pekerjaan ini akan memakan waktu beberapa tahun",jawab Ayah Erika.


"Kenapa kau sebut itu bukan urusan besar!?",ujar Rion yang terkejut seraya menyemburkan bubur dari mulut nya.


"Omong-omong Rion.Kau belum menjawab pertanyaan ku tadi,benda apa yang ada di dadamu itu?",tanya Erika dengan penasaran.


"Owh jadi namamu Rion.jika bibi juga boleh menanyakan ini.Jadi benda apa yang ada di dadamu itu?,tentu saja jika kau tidak ingin menjawab kami tidak akan memaksa",tanya Ibu Erika.


"Sebenarnya benda ini di sebut...