
"Apa-apaan semua ini!?",ucap Rion dengan panik.
Melihat desanya yang terbakar Rion tanpa pikir panjang berlari memasuki desa sembari menghindari serangan para mayat hidup,disaat berada di perjalanan Rion mendengar banyak suara teriakan dari warga desa.Hal itu membuat Rion ketakutan dan panik,sehingga Rion berlari sembari menutup telinganya.
"Apa yang sebenarnya terjadi di sini!?".
"Aku baru meninggalkan desa beberapa jam,dan terjadi penyerangan mayat hidup".
"Apa ayah dan ibu baik-baik saja!?".
"Apa teman-teman juga baik-baik saja!?".
"Sial banyak hal yang membuat ku pusing dan panik secara bersamaan".
Saat di tengah perjalanan Rion dikejutkan dengan Bibi Silvia dan Vivi yang telah berubah menjadi mayat hidup.
"Tidak!...Bibi Silvia!...Vivi,apa yang sudah terjadi pada kalian!?".
Seketika tubuh Rion terdiam kaku dan bergemetar, keringat dingin membasahi mukanya yang pucat.Tak sepatah katapun terucap dari mulut Rion.
Tanpa Rion sadari Bibi Silvia,Vivi dan para mayat hidup yang lain mulai mendekati Rion,Rion yang sedang Termenung pun hanya diam membatu tak bergerak.
Disaat Rion hendak digigit oleh salah satu mayat hidup, terdengar suara tembakan dari kejauhan yang seketika memecahkan para kepala mayat hidup dan tak terkecuali bibi Silvia dan Vivi.
"Rion sadarlah!Apa kau ingin mati disini!?",teriak seorang pria yang mengenakan topi cowboy dan jaket kulit panjang dari kejauhan.
Sontak Rion pun terkejut dan tersadar seraya menoleh kearah pria tersebut,"Paman Guird...Bibi Silvia dan Vivi telah...".
Ditengah kobaran api,pria tersebut mendekati Rion dan berlutut didepan Rion seraya memandang tajam ke arah mata Rion,"Hei Rion dengarkan!, banyak warga di desa yang telah berubah menjadi para mayat hidup".
"Tapi ini bukanlah saat yang tepat untuk menangisi para warga dan teman kita yang telah tiada,kita saat ini harus fokus menyelamatkan diri dan membantu warga lain semampu kita".
"Hei Rion lihatlah ke arah sana!,itu adalah jalan keluar dari desa.Berlarilah kearah sana, biarkan aku yang mengurus sisanya",ucap paman Guird seraya menunjukan jalan yang telah di lalui Rion barusan.
"Tidak paman!,aku bahkan belum menemukan ayah dan ibuku,juga Sophia,Mike dan juga Aron",ucap Rion dengan gelisah.
Paman Guird pun memegang kedua pundak Rion seraya mengatakan,"Rion!,tenang saja aku akan berusaha menolong mereka".
"Jadi tolong larilah sejauh mungkin dari sini".
"Aku tidak ingin melihatmu terluka Rion!".
"Baiklah!akan ku serahkan semuanya pada paman,aku percaya pada paman",ujar Rion dengan murung.
Rion pun berlari kembali keluar desa.Disaat Rion berlari beberapa langkah terdengar suara ledakan yang besar di belakang Rion,hal itu pun membuat Rion menoleh ke belakang.
Terlihat seorang Pria bermata putih menyala sedang menusuk Paman Guird dari belakang dengan sebilah pedang,"Rion Larilah!",rintih Paman Guird.
Pria itupun menjatuhkan Paman Guird ke tanah dan memandangi Rion dari kejauhan, Pria itu pun secara perlahan berjalan menuju Rion sembari memegang sebuah pedang yang dialiri oleh mana.
Tanpa pikir panjang Rion pun berlari menjauh dari Pria tersebut.Tapi sayang Rion tertangkap oleh tiga mayat hidup anak kecil yang sebenarnya adalah Aron,Mike dan Sophia yang telah menjadi mayat hidup.
Rion yang panik dan sedih secara bersamaan pun mulai memberontak,tapi apa daya Rion yang hanya anak kecil,tubuhnya pun mulai di gigit oleh Aron,Mike dan Sophia.Rion yang lelah hanya bisa pasrah menerima keadaan.
Tiba-tiba sebuah bola api meluncur kearah Rion dan mementalkan mayat hidup yang mengerubungi Rion,"Rion kau tidak apa-apa?",ucap seorang wanita yang mendatangi Rion.
Rion pun menoleh kearah sumber suara tersebut,"Ayah...Ibu!?.
"Ayah...Ibu aku minta maaf atas apa yang terjadi tadi sore",ucap Rion sembari berusaha bangkit dari duduknya.
"Siapa kau?,apa yang kau inginkan?",tanya Ayah Rion seraya menodongkan pedangnya kearah Pria misterius tersebut.
"Reinhard Arcania sang pemilik darah keluarga kerajaan,sang pemilik pedang Orion yang pernah hilang dan istrinya Alice Annora keturunan terakhir dari ras penyihir",ucap Pria tersebut sembari memasang wajah senyum.
"Cukup sulit menemukan kalian yang berada di desa plosok kerajaan,siapa sangka kalian kedua legenda hidup membuat keluarga kecil disini"
"Kalian mungkin bingung dengan apa yang aku lakukan,tapi jika kalian mencoba memahami ku kalian akan mengerti dengan apa yang aku lakukan".
"Memangnya untuk apa kau melakukan semua ini?",tanya Ayah Rion.
"Yang aku inginkan adalah darah dari pewaris sah kerajaan Arcania dan darah dari ras penyihir,dengan begitu aku bisa menyelamatkan kalian dan dunia dari kehancuran",ucap Pria tersebut.
"Yang benar saja!.Kau sebut ini semua sebagai menyelamatkan!?,dengan membantai dan merubah para penduduk desa menjadi mayat hidup!?",ucap Ayah Rion.
"Sebuah penyelamatan besar butuh pengorbanan dan pengorbanan ini hanyalah sedikit dari pengorbanan sesungguhnya",ujar Pria Misterius.
"Maaf saja,aku sudah ada janji malam ini jadi lain kali saja",ucap Ayah Rion dengan senyum paksa nya.
"Sangat disayangkan kau tidak mengerti padahal aku berharap kau mengerti,tapi percayalah dengan kematian kalian berdua ritual akan dapat dijalankan",ujar Pria tersebut.
Tak lama kemudian muncullah segerombolan mayat hidup dari berbagai sisi,bersamaan denganya muncul juga dua orang bertudung putih dan juga ungu,muncul juga sebuah makhluk yang hitam pekat dan dikerubungi oleh asap hitam dengan bola mata bersinar dari belakang Pria Misterius.
"Alice!,bawalah Rion lari bersama dengan dirimu",ucap Ayah Rion sembari memasang kuda-kuda bertarung.
"Tidak Reinhard!,kita lawan mereka bersama",ujar Ibu Rion dengan memaksa.
"Tidak Alice!,kali ini berbeda,aku tidak yakin dapat mengalahkan mereka semua.Jadi aku mohon selamatkan dan jagalah Rion untuk kita",jawab Ayah Rion dengan senyum.
Para mayat hidup mulai mendekati mereka bertiga, dan mau tak mau Ibu Rion harus membawa Rion pergi menjauh sejauh mungkin.
Tetapi dari belakang muncul makhluk hitam yang sebelumnya berada di belakang Pria Misterius.
"Apa!?.Bukankah tadi makhluk ini berada di belakang Pria itu!?,sejak kapan dia berpindah!?,aku bahkan tidak merasakan mananya sama sekali, makhluk apa itu!?",batin Ibu Rion.
"Ayah…Ibu biarkan aku membantu kalian!",ucap Rion sembari bangkit dari tidurnya.
"Tidak Rion,tetaplah dibelakang kami!", ucap Ayah Rion dengan panik.
"Kenapa kalian selalu meremehkan kemampuan bertarung ku!?",bentak Rion.
"Rion!.Ibu mohon ini bukan waktunya berdebat,kau tidak tahu seberapa kuat musuh yang sedang kita hadapi sekarang", ucap Ibu Rion
Ibu Rion pun merapalkan mantra pelindung untuk Rion,"Wahai sang bumi dan sang langit berikanlah perlindunganmu kepadaku!".
"Tidak…Ibu!…Keluarkan aku dari sini biarkan aku membantu kalian",teriak Rion sembari memukuli pelindung dari dalam
"Itu bukan mantra biasa.Dia tidak memanggil kekuatan roh,dia menggunakan kekuatan langit dan bumi itu sendiri.Itu adalah mantra tingkat tinggi Tuan",ucap orang bertudung ungu kepada Pria Misterius.
"Tidak masalah.Yang kita butuhkan adalah ayah dan ibunya,jadi kita tidak perlu repot-repot menghancurkan pelindung nya",ujar Pria Misterius.
"Sakhsia!Mulailah permainan mu!".
"Benarkah tuan!…Hahahaha tak kusangka aku akan memenggal kepala sang pangeran dan penyihir,ini akan menjadi pemotongan yang sangat indah",ucap orang bertudung putih.
Orang bertudung putih itu mengulurkan tanganya kebelakang dan seketika muncullah sabit besar dari tanganya.
"Ini akan menjadi pertarungan yang panjang!",ucap Ayah Rion.