
Malam harinya, Amon memutuskan untuk berjalan-jalan mengelilingi Kota Geralth. Sudah tiga hari dia terus berada di kamar, membuatnya menjadi jenuh.
Kali ini dia ingin lebih bersantai, dan baru akan ke Rumah Petualang Flix besok.
'Kota ini masih tetap sama saja, tidak jauh berbeda dari saat pertama kali aku ke sini.'
Amon berjalan-jalan santai mengelilingi ibukota, sambil melihat ke kiri dan ke kanan menikmatinya indahnya Ibukota saat malam hari.
Tanpa sadar, ada seseorang yang berlawanan arah dengannya yang juga tidak memperhatikan jalan sehingga Amon tidak sengaja menabraknya.
Bruk!
"Aduhh,"
Seorang gadis berambut merah terduduk di tanah karena menabrak Amon yang lebih kuat dan lebih besar dibandingkan dengannya.
“Maaf, kau tidak apa-apa?”
Amon juga menyadari kesalahannya yang tidak melihat arah, segera mengulurkan tangan untuk membantu gadis itu meski wajahnya masih tetap dingin dan datar. Tetapi ada perbedaan pada sorot matanya.
"Eh? Ah ya! Aku tidak apa-apa, aku juga minta maaf karena tadi melamun."
Gadis itu menerima uluran tangan Amon, dan berdiri lalu mengibaskan pakaiannya yang kotor.
“Baiklah, kalau begitu aku akan pergi.”
Amon tidak berminat untuk melanjutkan pembicaraan, karena itu dia lebih memilih untuk pamit pergi. Lagipula dia juga sudah cukup berjalan-jalan, dan akan tidur.
Tetapi tanpa di duga, gadis itu menarik pakaiannya membuat Amon menoleh.
"M-maaf, tapi apa saya bisa minta tolong? Saya baru tiba di sini, dan tengah mencari penginapan. Tetapi saya tidak tahu arah,"
Gadis itu segera melepaskan tangannya, sambil berbicara dengan sedikit gugup karena dia sadar jika hal itu tidak sopan.
Amon menaikkan satu alisnya, tetapi dia tidak terlalu peduli dengan hal itu sehingga mengabaikannya.
“Baiklah, kalau begitu ikuti aku.”
Amon berjalan lebih dulu di depan si gadis, sementara gadis itu masih diam di tempat sebelum mengikuti Amon.
Padahal perlakuannya dingin, dan terlihat tidak peduli. Tetapi entah mengapa ada semacam perasaan hangat, dan akrab yang terasa di dalam hatinya saat berbicara dengan Pemuda yang baru ia temui itu.
Lagipula dari sikap dan sifat yang ditunjukkan, Amon terlihat tidak mencurigakan bahkan terlihat tidak terlalu peduli.
Pada akhirnya Amon membawa gadis itu pada Penginapan tempat ia menginap.
"Terima kasih sudah mengantar saya,"
Gadis itu sedikit membungkuk, dan mengucapkan terima kasih.
“Tidak apa, lagipula satu arah.”
Amon masuk ke dalam lebih dulu, sementara gadis itu terlihat kebingungan di luar sebelum menyusul Amon masuk. Melihat Amon yang langsung menaiki tangga, dia sekarang tahu jika Amon juga menginap di sini.
"Eh?"
“Sudah kan? Sampai jumpa,”
Amon mengabaikan gadis itu yang masih kebingungan, dan langsung pergi ke atas menuju kamarnya.
"Ada yang bisa saya bantu, Nona?"
Seorang pelayan penginapan sedikit mengejutkan gadis itu, lalu dia segera mengutarakan maksudnya yang ingin menginap selama sepuluh hari.
Setelah itu dia membayar biaya permalam, lalu segera menuju kamarnya setelah mendapatkan kuncinya.
Cklek!
Gadis itu mengunci pintu kamar, lalu melihat ke sekeliling kamar yang sederhana tetapi nyaman dan cukup lengkap.
"Bagus juga, tetapi siapa tadi? Aku lupa menanyakan namanya,"
Gadis itu teringat Amon, kemudian menghela nafas dan meletakkan barang juga pedang yang ia bawa lalu melemparkan tubuhnya ke atas tempat tidur karena sudah sangat lelah.
Dia telah melakukan perjalanan jauh seharian, untuk menjalankan misi yang ia terima dengan lokasi Ibukota Kerajaan untuk bertemu dengan seseorang di Rumah Petualang Flix.
Misi itu sudah dia terima satu Minggu yang lalu, tetapi karena ada halangan dan kebetulan tidak ada batas waktu untuk bertemu orang yang di maksud, Gadis itu tidak terburu-buru ke Ibukota.
Misi yang ia ambil adalah, bertemu dengan seorang Petualang Kelas E yang akan pergi ke Kerajaan Kleis untuk melakukan investigasi.
Dan gadis itu, selaku Petualang Kelas B tertarik untuk melaksanakan misi ini karena dia juga memiliki impian ingin menjelajahi seluruh tempat di dunia dan kebetulan dia belum pernah datang ke Kerajaan Kleis.
Itulah alasan dia berada di Ibukota saat ini, tetapi karena kelelahan dan sampai saat malam menjelang, dia memutuskan untuk beristirahat terlebih dahulu.
Amon pergi ke Rumah Petualang Flix cukup siang, setelah mengambil jubah miliknya yang sudah diperbaiki seperti sebelumnya.
Dia langsung mengenakannya, karena Amon akan langsung mengambil dan melaksanakan misi jika ada sebuah misi yang membuatnya tertarik bahkan meski dia baru sembuh.
Lagipula dia Immortal, sehingga tidak akan ada apapun yang terjadi padanya.
Belati kesayangannya juga senantiasa terselip di pinggangnya, saat Amon keluar penginapan untuk berjaga-jaga.
Rumah Petualang masih saja sangat ramai, dan beberapa orang terlihat berlalu-lalang bersama teman atau kelompok mereka untuk menjalankan misi atau sekedar bersantai di Rumah Petualang.
Begitu masuk Lobi, pandangan Amon langsung tertuju pada Iris dan mendekati tempatnya seperti biasa.
Tetapi sepertinya dia sedang berbicara dengan seorang gadis berambut merah, dengan pakaian yang di beberapa bagiannya dilindungi Armor berwarna emas.
Tidak hanya itu, sebuah pedang yang cukup besar dan indah juga tergantung di pinggangnya.
Tanpa mempedulikan dengan siapa Iris bicara, Amon terus berjalan sebelum pandangan Iris terarah kepadanya dan senyuman indah nan menawan tersungging di bibirnya.
"Tuan Amon, akhirnya anda datang. Apa anda sudah sembuh?"
Iris bertanya pada orang di belakang gadis berambut merah itu, membuatnya membalikkan badan dan melihat Amon.
“Ya, seperti yang terlihat. Hm?”
Pandangannya tertuju pada gadis berambut merah itu, dia sangat cantik dengan warna mata merah Ruby-nya yang juga tertegun saat melihat Amon.
“Oh, gadis semalam.”
"Tuan yang semalam!"
Melihat hal di depannya, Iris yang tidak tahu apa-apa sedikit bingung dan sedikit memiringkan kepalanya karena heran.
Entah mengapa dia merasa jika perlu memberikan penjelasan, karena itu Amon menjelaskan kejadian sesingkat mungkin tetapi dengan sangat detail sehingga Iris mengangguk karena mengerti.
"Wah, jadi cukup kebetulan sekali. Nona Shenee, dia adalah Tuan Amon yang mengajukan surat misi ini."
Iris berkata dengan nada ramah seperti biasa, sambil memperlihatkan sebuah surat misi yang tadi diserahkan oleh Gadis itu yang sekarang diketahui bernama Shenee.
Shenee sedikit terkejut, tidak ia sangka sangat kebetulan orang yang pertama kali ia kenal di Ibukota adalah orang yang ia cari.
“Begitu, jadi kau mau mengambil misi ini. Apa tidak apa-apa? Kerajaan Kleis cukup jauh,”
Amon menanyakan kembali pendapat Shenee, kurang lebih selama ini dia tahu jika kebanyakan orang-orang tidak menyukainya bahkan meski mereka baru pertama kali melihatnya.
Karena itu, dia berpikir jika Shenee mungkin saja berubah pikiran.
Tetapi ternyata dugaannya salah, karena Shenee terlihat bersemangat dan tidak sabar.
"Aku tidak akan mundur, justru karena perjalanan jauh semakin seru! Karena impianku adalah menjelajahi semua tempat di dunia ini."
Shenee berkata dengan begitu bersemangat tanpa sadar, membuat dia tersadar kembali dan tersenyum canggung.
Apapun itu, Amon tidak peduli lalu mengulurkan tangannya.
“Kalau begitu, mohon bantuannya Partner.”
Tatapan mata Amon terlihat malas, ekspresinya dingin dan nada suaranya terdengar datar. Namun...
...Dalam hati sebenarnya ia merasa sedikit senang, karena ada orang lain yang ramah padanya...
.......
.......
...To Be Continued>>...
.......
.......
..._____...
Kalau ada kesalahan kata atau typo bisa komen supaya Author bisa memperbaikinya sesegera mungkin>Thx
^^^Amon^^^
^^^—————^^^
^^^@Irrasya^^^