Amon's Deepest Hope

Amon's Deepest Hope
Chapter 008 - The Champion of the Fallen Holy Sword



Dunia ribuan tahun yang lalu, pernah di gemparkan oleh seorang pria yang menyandang Gelar Raja Iblis, Kaisel.


Sebuah cerita menarik tentang Kaisel, dulunya dia adalah seseorang yang berjasa besar pada Dunia karena menghentikan invasi dari Bangsa Iblis yang datang ke Dunia.


Dengan Holy Sword di tangannya, dia menumpas seluruh kejahatan yang ia lihat.


Akan tetapi, pada suatu waktu Holy Sword miliknya hilang kendali. Hal itu dikarenakan ada Raja Iblis yang ternyata tersegel dalam pedang, dan segel itu telah terkikis tanpa disadari Kaisel.


Hingga akhirnya Raja Iblis berhasil menguasai dirinya, dan membuat penampilannya berubah drastis.


Dia kembali menciptakan Gate untuk menghubungkan Dunia Manusia dengan Dunia Iblis, sehingga Invasi yang lebih besar kembali terjadi.


Kerusakan yang sangat mengerikan terjadi, bahkan bisa dibilang manusia hampir punah saat itu.


Akan tetapi, tentu saja karena rasa keadilan dan kasih sayang Kaisel yang amat besar, sosok Raja Iblis nya terkadang memiliki sifat yang sering berubah-ubah dan labil.


Dengan begitu, di detik-detik terakhir para Orang-orang terkuat di seluruh Negeri yang berusaha menggulingkan nya, Kaisel bisa mengendalikan sisi baiknya selama satu menit sehingga dia bisa menyerah dan pasrah saat dirinya di segel.


Tahun itu, di sebut sebagai Tahun Kehancuran yang tak pernah dibayangkan oleh manusia.


Holy Sword yang menyegel Raja Iblis pun, di simpan di Kerajaan paling jauh nan dingin di Pegunungan, yaitu Kerajaan Eternal Ice.


Kaisel, atau Raja Iblis Kaisel Sang Entitas Kegelapan juga menyandang gelar lain sebagai 'The Champion of the Fallen Holy Sword' dan menjadi legenda yang sangat mengagumkan.


Dia yang dulunya adalah sosok yang paling di hormati, berubah menjadi sosok yang paling di takuti.


Dia yang dulunya adalah sosok yang paling melindungi, berubah menjadi sosok yang paling menghancurkan.


Dia yang dulunya memberantas Iblis, berubah menjadi memberantas manusia.


Cerita itu sangat bagus diceritakan, karena mau bagaimanapun Kaisel tetaplah salah satu Leluhur Dunia.


"Kurang lebih begitu, Legenda tentang Raja Iblis Kaisel Sang Juara Pedang Suci yang Jatuh."


Zed mengakhiri ceritanya, setelah ia menjelaskan tentang semua hal yang ia ketahui dan ia baca dari buku tentang Raja Iblis Kaisel.


Hal menarik juga, Manusia dan Hibrida menjadi berkerja sama untuk mengalahkannya sehingga Bangsa Manusia dan Bangsa Hibrida bisa hidup berdampingan saat ini.


Amon menganggukkan kepala, dan mengucapkan terima kasih pada Zed yang sudah mau menjelaskan hal itu kepadanya.


"Tidak apa-apa, tapi maaf aku harus pergi sekarang. Cepatlah sembuh dan datang ke Rumah Petualang, ada seseorang yang khawatir dan rindu padamu."


“???”


Zed beranjak dari duduknya sambil tersenyum, sementara ekspresi Amon menjadi sedikit aneh saat ini.


Dalam hati dia bertanya-tanya, siapa yang dimaksud Zed yang khawatir dan rindu padanya. Bukankah banyak orang yang tidak menyukainya?


Zed keluar dari ruangan Amon, kembali ke ruangannya yang ada di Rumah Petualang untuk mencatat dan mencoba mencari solusi tentang gambaran yang Amon lihat seandainya hal itu benar terjadi.


Dia menghela nafas, melihat ke arah langit di luar jendela.


Cklek!


Tiba-tiba sesaat kemudian, ada orang yang kembali masuk ke kamarnya membuat Amon menoleh meski dia sudah merasakan keberadaan orang itu.


Wanita dengan jas putih dokter dengan lambang Rumah Kesehatan di lengannya, berambut biru Dongker dan bermata hijau zamrud. Dia sangat cantik, dan umurnya terlihat seperti delapan belas tahunan.


Dia tersenyum ke arah Amon, sementara satu tangannya dia masukkan ke saku untuk mengambil sebuah kertas.



"Bagaimana keadaanmu, Tuan Amon?"


Wanita itu bertanya dengan ramah, dan perlahan mendekati Amon dengan senyum yang masih tidak hilang dari bibirnya.


Amon berkata dengan nada acuh tak acuh seperti biasanya, tetapi wanita yang dipanggil Reanna itu tidak keberatan.


Itu karena dia hampir sama seperti Zed, sudah cukup mengenal Amon sejak dirinya pertama datang ke Kota Geralth ini dan bisa dibilang menjadi dokter khusus Amon.


Reanna Olvenheart, Dokter Cantik Jenius yang terkenal di Ibukota. Dia memiliki kekuatan penyembuhan, dan pemindaian yang sangat berguna di bidang Kesehatan. Karena itu dia telah bekerja di Rumah Kesehatan, dan menjadi Dokter dengan usia paling muda.


Dia kurang lebih mengetahui tentang Amon yang memiliki hidup abadi, dan sedikit tertarik untuk menelitinya. Oleh karena itu, dia dengan sukarela akan menangani pasien jika itu adalah Amon.


"Baiklah baiklah. Melihat data terbaru yang di buat, kau sudah boleh keluar dari Rumah Kesehatan hari ini."


“Begitu, terima kasih untuk pengobatannya.”


Amon masih berkata dengan dingin, tetapi dia benar-benar tulus mengucapkan terima kasih. Membuat Reanna yang melihatnya tersenyum tipis.


“Ya sudah, aku akan pergi sekarang.”


Amon beranjak dari tempat tidurnya, dan sedikit meregangkan tubuhnya. Reanna tampak sedikit kecewa, saat Amon hendak pergi.


"Eh, begitu terburu-buru."


“Yaa, aku ingin berjalan-jalan setelah tiga hari terbaring di Rumah Kesehatan. Kalau begitu, aku pergi.”


Amon mengambil jubahnya, lalu pergi keluar kamar tanpa menoleh ke belakang dan tidak menyadari ada yang berbeda dengan Reanna saat dirinya hendak pergi.


"Ah dasar, dia itu."


Reanna masih ada di kamar tempat Amon dirawat, dan melihat ke arah jendela. Melihat jika Amon sudah berada di luar dengan cepat, dan pergi dari area Rumah Kesehatan.


Pertama-tama dia pergi ke toko pakaian yang biasa ia kunjungi untuk memperbaiki jubahnya yang sudah berlubang, kemudian dia pergi ke penginapan yang menjadi tempat ia menetap selama ini.


Cklek!


Amon menutup pintu kamar dan menguncinya, lalu melihat ke sekeliling.


“Tidak ada yang berbeda,”


Gumamnya sembari berjalan menuju kursi dan meja kecil yang ada di samping ranjangnya. Dia duduk, lalu membuka loker yang ada di meja untuk mengeluarkan buku catatan.


Sekilas buku itu hanya buku biasa yang tebal, dengan sampul berwarna coklat.


Tetapi saat di buka, itu adalah sebuah buku tentang semua hal yang Amon ketahui sejak berkelana sendirian dan menetap di Kerajaan Axian. Juga, buku itu memiliki catatan berapa kali dia hampir mati tetapi hidup lagi.


Dia lalu membuka buku itu di halaman kosong, lalu mulai menuliskan sesuatu dengan pena yang ada di atas mejanya.


...[ Tertusuk dan Hampir Mati untuk yang ke 560 kali, tetapi hidup lagi. ]...


Setelah itu, dia menutup kembali buku dan memasukkannya ke dalam loker lalu menutupnya.


Amon menyandarkan tubuhnya pada kursi, sambil menengadah dan melihat langit-langit kamar. Tiba-tiba saja dia teringat tentang 'The Champion of the Fallen Holy Sword' atau Raja Iblis Kaisel yang Zed ceritakan.


Entah mengapa dia tidak asing dengan nama itu, dan bisa merasakan sesuatu yang dipikirannya adalah Holy Sword.


...“Apa aku benar-benar ada hubungannya dengan Entitas Kegelapan itu?”...


.......


.......


...To Be Continued>>...


.......


.......