Amon's Deepest Hope

Amon's Deepest Hope
Chapter 005 - Attacking the Ant Queen



Jake mengangguk mengerti dengan penjelasan dan rencana yang diberikan Amon setelah mendengarkannya beberapa waktu.


Tetapi dia masih belum bisa percaya sepenuhnya dengan informasi akurat yang diberikan Amon tentang Shredding Ant Queen, kelemahannya, dan kemampuan khususnya.


Dia memang pernah masuk dan ikut penyerangan Dungeon Kelas A beberapa kali, tetapi Jake belum pernah masuk ke Limorex Dungeon yang berisi Shredding Ant dengan Medan Bersalju.


Sementara Amon, dia sudah sering masuk ke Dungeon seperti ini karena mengetahui titik kelemahan dan informasi lainnya.


Amon menjelaskan jika di dalam ruang Bos sangat berbeda dengan yang ada di luar. Jika di luar sangat dingin karena Medan Bersalju, berbanding terbalik di dalam yang bersuhu panas untuk menghangatkan Ratu Semut.


Dan di dalam ada Shredding Poisonous Ant, dan Knight Shredding Ant yang menjaga Shredding Queen.


Seperti namanya, Shredding Poisonous Ant adalah Semut yang memiliki kemampuan racun yang ada di tangan penyerang mereka. Jika tergores sedikit saja, akan memberikan efek beracun melumpuhkan dan rasa sakit.


Sementara Shredding Knight Ant, memiliki kulit yang lebih keras berkali-kali lipat dibandingkan Shredding Ant biasa dan lagi, kelemahan kedua Semut itu bukan di punggung dan kaki kanan bagian belakang mereka.


Shredding Poisonous Ant memiliki kelemahan dengan elemen api, sehingga lebih baik di serahkan pada Petualang yang dapat menggunakan Elemen Api.


Sementara Shredding Knight Ant, kelemahan mereka ada pada perut bagian bawah. Daripada kelelahan dan menghabiskan tenaga untuk menembus kulit mereka yang sulit di tembus, lebih baik menggunakan cara apapun untuk menyerang perut bagian bawah mereka yang langsung memberikan kematian instan.


Dan untuk Shredding Ant Queen, hanya ada satu tetapi besarnya belasan lipat dibandingkan Shredding Knight Ant yang sudah lebih besar dibandingkan Shredding Ant biasa.


Kulitnya juga lebih keras lagi, sehingga tingkat kesulitan untuk menembus kulitnya semakin bertambah.


Dia hanya akan diam dan duduk di singgasananya, tetapi ada satu kemampuan yang sangat mematikan.


Charming Chant, kemampuan yang hanya dimiliki Shredding Ant Queen. Dia akan bernyanyi, menyanyikan lantunan indah yang dapat menghipnotis siapapun.


Dalam hipnotisnya, jika tidak memiliki mental kuat tidak akan bisa keluar dari jeratannya karena Efek Charming Chant ini juga membuat orang yang mendengarnya menjadi berkhayal tentang mimpinya.


Sebelum Shredding Ant Queen akan membunuh mereka, saat bala bantuan dari Shredding Ant biasa datang.


Karena itu, Amon memberikan saran agar para Petualang menggunakan sesuatu untuk menutup pendengaran mereka.


Kecuali jika orang itu memiliki mental baja, atau hati yang teguh sehingga tidak terpengaruh dengan lantunan indah dari Ratu Semut itu.


Mempertimbangkan tentang Amon yang memberitahukan cara mengalahkan Shredding Ant dengan efektif, banyak Petualang yang mulai mempercayai Amon.


Tetapi ada juga yang tidak mempercayainya, dan mengacuhkan kata-kata Amon karena percaya diri dengan mental dan keteguhan hati mereka.


Persiapan di lakukan lebih lama, dan Jake memilih untuk mempercayai ucapan Amon karena tiba-tiba teringat dengan Zed.


Liane juga begitu, tetapi dia menjadi heran saat Amon tidak melakukan apapun dan hanya melihat sambil bersandar di batu besar yang ada di sana sambil menyilang kan tangannya.


"Amon, kenapa kau tidak menutup pendengaran mu?"


Liane berjalan mendekatinya, sambil penyumbat telinga yang ia gunakan untuk menutup telinganya agar bisa mendengar suara Amon.


“Aku tidak butuh itu, karena aku tidak meragukan diriku dan lagipula aku tidak punya mimpi.”


Amon menjawab pertanyaan Liane, dan bisa dilihat dari tatapannya yang berubah menjadi sedikit sendu seolah teringat sesuatu.


"A—!"


"Semuanya berkumpul, kita akan masuk ke dalam!"


Baru Liane membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu pada Amon, suara lantang Jake terdengar memotong pembicaraannya.


“Ayo berkumpul.”


Amon berjalan mendahului Liane, sementara ia dengan buru-buru memasang kembali penyumbat telinganya. Lalu mengejar Amon menuju depan pintu ruang Bos Dungeon.


"Kita serang sesuai strategi!"


Meski sudah banyak yang memakai Sumbat telinga, mereka masih bisa mendengar ucapan Jake yang lantang dan mengandung sihir suara.


Dia mendorong pintu besar itu dengan menggunakan kekuatan yang ia miliki, sehingga perlahan pintu menuju ruang Bos Dungeon terbuka.


Mereka mulai masuk ke dalam, dan tiba-tiba saja pintu besar itu tiba-tiba tertutup dengan keras.


Memang begini mekanik dalam Dungeon, ketika seseorang belum mengalahkan Bos Dungeon atau mengalami kematian, maka pintu tidak akan bisa di buka dengan cara apapun.


Jadi hanya ada dua pilihan, mati di tempat atau menang sehingga bisa keluar dari Dungeon.


"Lewat sini,"


Mereka masih berada di tempat seperti gua, tetapi ada satu arah yang menuju ke suatu tempat. Mereka yakin jika itu adalah ruang Bos, sehingga Jake memandu ke sana.


Beberapa saat berjalan, mereka menemukan sebuah tempat yang begitu luas dengan temperaturnya hangat dan dindingnya di lapisi oleh sesuatu berwarna kuning kemerahan.


Shredding Ant Queen terlihat di ujung tempat itu, memperhatikan para Petualang yang datang sebelum tiba-tiba muncul banyak Shredding Ant yang berbeda dari biasanya.


Itu adalah Shredding Poisonous Ant dan Shredding Knight Ant, mereka langsung menyerang ke arah para petualang.


Kieek!


Khaakk!


"Semuanya, serang!"


Semua Shredding Ant dan para Petualang saling memberikan serangan, tak terkecuali Amon yang menarik Belati miliknya dan memberikan serangan.


Mengikuti rencana Amon, para Petualang yang memiliki Elemen Api menyerang Shredding Poisonous Ant sementara yang lain menyerang Shredding Knight Ant.


Itu cukup efektif, membakar sehingga melemahkan sebelum menusuk atau menebas kepala mereka.


Membalikkan atau menggunakan trik untuk menyerang perut bagian bawah Shredding Knight Ant juga efektif karena langsung membunuhnya.


Tetapi tentu saja, tidak semua orang bisa selamat karena ada beberapa yang terbunuh sebab terkena serangan Poisonous Ant dan Knight Ant yang mematikan.


Liane juga terlihat kesulitan menahan serangan seekor Shredding Knight Ant, karena kekuatannya yang sangat besar.


"Haa!"


Jake berhadapan dengan tiga Shredding Knight Ant sekaligus, membuatnya mengeluarkan jurus pamungkasnya yaitu Transform.


Tumbuh bulu lebat pada seluruh tubuhnya, hingga membentuk wujud Manusia Serigala setinggi dua setengah meter dengan pedang besar yang ia pegang di tangan kirinya.



Sring!


Slash!


Crash!


Dalam sekedip mata, tiga kepala Shredding Knight Ant sudah tidak ada di tempatnya. Kekuatan Jake benar-benar meningkat pesat dalam wujud Werewolf nya, tetapi dia tidak bisa mempertahankan wujud itu dalam waktu yang lama.


Karena kondisinya juga sedang baik-baik saja, Jake paling lama bisa mempertahankan wujud ini selama 10 menit.


Tetapi baginya, itu sudah cukup untuk menghabisi para Semut Penjaga ini.


Crash!


Amon memenggal kepala Shredding Poisonous Ant dengan Belatinya. Wajahnya masih tenang, tapi sebenarnya dia sudah cukup lelah saat ini.


Dia melihat sekeliling, menghitung korban yang ada dan melihat keadaan.


'Sebelas orang, jadi masih tujuh belas lagi. Yahh, lumayan banyak tapi sebentar lagi misi selesai.'


Amon bergumam dalam hatinya, kemudian pandangannya tertuju pada Liane yang terlihat kewalahan menghadapi Shredding Knight Ant yang lebih kuat dibandingkan yang lainnya.


'Hm? Apa aku harus membantunya..?'


Amon masih diam di tempat, sembari mengawasi Liane dari kejauhan.


Awalnya dia berniat untuk membantu, tetapi melihat Liane yang sudah bisa mengendalikan alur pertarungan, ia merasa tidak perlu membantunya.


Beberapa menit kemudian, semua Penjaga Shredding Ant Queen sudah berhasil di bunuh. Hanya tinggal Ratu Semut itu yang masih mengawasi para Petualang yang membantai Pekerjanya.


Tapi tiba-tiba, terdengar suara lantunan indah yang entah datang darimana.


Itu terdengar begitu menenangkan, dan menghipnotis andai mereka tidak menutup indera pendengaran mereka.


Hal itu di kecuali untuk Amon, karena dia tidak merasa apapun dan tidak terpengaruh sedikitpun.


'Bagus, dengan begini Jake pasti bisa mengakhiri ini..'


Amon menoleh ke arah Jake, dan kebetulan Liane ada di sisinya sehingga dia melihat Liane lebih dulu.


Namun ada yang aneh, matanya seolah terpaku pada sesuatu dan tatapan matanya menjadi kosong. Dalam hati Amon terkejut dengan apa yang ia lihat.


'Dia terkena Charming Chant? Bagaimana bisa..? Bukankah Liane sudah menyumbat telinganya?'


Banyak pertanyaan muncul di benak Amon, tetapi dia tidak ada waktu untuk memikirkan itu karena akan terjadi hal yang gawat jika Liane terus di biarkan.


Akan sangat di sayangkan juga jika Kerajaan kehilangan orang sepertinya, karena Liane mungkin akan berkembang menjadi salah satu Petualang hebat nantinya.


Dan lagi, jika di pikir-pikir lagi Amon mempunyai hutang budi kepadanya sehingga ini adalah saat yang tepat agar dia tidak memiliki hutang budi lagi.


“Dasar bodoh,”


Tetapi entah kenapa, Shredding Ant Queen menyerang Amon yang berusaha mendekati Liane untuk menyadarkannya.


BAM!


Sebuah tentakel tiba-tiba muncul dari tanah, dan menyerang Amon yang hendak mendekati Liane.


'Ini reaksi yang tak terduga,'


Amon menghindari serangan itu dengan cepat, sambil mundur ke belakang.


“Sampai kapan kalian akan terus menonton, bantu aku!”


Amon berkata lantang pada Jake dan Petualang lain yang belum tersadar dari keterkejutannya.


Barulah setelah itu, mereka membantu Amon untuk mendekatkannya pada Liane karena mereka tidak tahu bagaimana cara menyadarkan seseorang dari Hipnotis Shredding Ant Queen.


Beberapa tentakel juga muncul lagi dari bawah tanah, menyerang mereka semua agar tidak ada yang mengganggu Liane yang mendekat ke arah Shredding Ant Queen.


'Sial!'


*Sprint!


Strong!


Fast*!


Amon menggunakan tiga kemampuan yang meningkatkan kecepatan, sehingga dia bisa menghindari serangan tentakel tentakel itu.


Dia melompat dengan tinggi, dan hampir mencapai Liane yang sudah berjarak beberapa meter saja dari Shredding Ant Queen.


Saat itu sebuah tentakel dengan cepat menyerang dari arah kiri saat Amon masih berada di udara, jadi dia tidak bisa menghindar saat ini.


Tapi, jika tidak bisa menghindar tentu saja hanya ada satu hal yang bisa di lakukan, yaitu menyerang balik!


Hand Martial Arts; Wind Blade!


Wush!


Amon merapatkan semua jarinya dalam keadaan terbuka, lalu membuat gerakan seolah dia menebas sesuatu dengan menggunakan tangannya.


Bilah Angin yang sangat tajam tercipta, dan langsung memotong tentakel itu sehingga tidak mengenai Amon.


Tetapi dia sedikit terlambat, karena Liane sudah berada di hadapan langsung Shredding Ant Queen.


Dan Shredding Ant Queen itu, mengangkat satu tangannya lalu ia hujamkan dengan sangat cepat menuju bagian Jantung Liane.


Crahss!


“Hugh!”


Amon memuntahkan darah segar dari mulutnya, sementara tubuhnya telah tertembus tangan Shredding Ant Queen yang sangat tajam.


Dia masih sempat menyelamatkan Liane, dan Liane juga langsung tersadar begitu melihat pemandangan di depannya karena efek Hipnotis Shredding Ant Queen juga sudah habis.


"A-Amon!"


Wajah Liane berubah menjadi histeris, melihat Amon yang di depannya kini tertusuk Shredding Ant Queen dengan mulutnya yang mengeluarkan darah.


“Sekarang.. tidak ada hutang.. di.. antara kita...”


Ucapan Amon terputus-putus, dan nafasnya menjadi tersengal-sengal karena kesulitan bernafas.


Rasa sakit juga menjalar ke seluruh tubuhnya saat ini.


Zrash!


Shredding Ant Queen mencabut tangannya, membuat Amon terjatuh dengan mata tertutup dan tubuh yang bersimbah darah.


Liane langsung mendekatinya, dengan air mata yang sudah tak terbendung lagi.


"Hiks, Amon.. jangan mati.."


Amon tak merespon apapun, membuat Liane entah kenapa merasa sangat sedih juga marah lalu bangkit berdiri menghadap Shredding Ant Queen.


"Aku tak akan memaafkan mu."


Sword Creation - Infinite Blast Sword!


Liane mengucapkan salah satu kemampuan paling kuatnya dengan nada dingin, dan di arahkan pada Shredding Ant Queen.


Ratusan Pedang terbentuk di udara kosong, sebelum langsung melesat ke arah Shredding Ant Queen dan begitu mengenai kulit Sang Ratu Semut, semua Pedang itu langsung meledak dengan dahsyat.


Bom!


Bom!


Bom!


Rentetan bunyi ledakan tak ada habisnya selama beberapa saat, sebelum tidak ada pergerakan apapun dari Shredding Ant Queen yang sudah hancur menandakan jika ia sudah mati.


Pedang yang bisa meledak pun berhenti Liane ciptakan, sementara orang-orang yang ada di sana melihatnya dengan ngeri karena tidak menyangka jika Liane memiliki kekuatan sebesar ini.


Bahkan Jake juga tidak percaya, ia telah kembali dalam wujud manusia nya karena waktu Transform sudah habis.


Dia mendekati Liane yang sekarang berada di samping tubuh Amon yang terkulai bersimbah darah.


"Ini semua... salahku.."


Terdengar isakan tangis darinya, dan Jake menepuk pelan pundak Liane agar Gadis itu merasa lebih baik.


Harus ia akui, berkat kontribusi Amon sebagian besar Tim Penyerang bisa selamat berkat dirinya.


Jika saja Amon tidak ada, dan tidak memberikan informasi tentang semua yang ada di Dungeon ini, dapat dipastikan tidak akan ada yang selamat, tak terkecuali dirinya.


Saat dalam suasananya menyedihkan itu, Liane yang tidak melihat ke arah Amon. Tidak menyadari jika ia membuka mata, dan mengubah posisinya menjadi duduk.


“Berisik, aku hanya ingin tidur dan memulihkan tenagaku.”


Mendengarnya, Liane dan Jake juga merasa tak percaya dengan yang mereka lihat. Bahkan Liane menangis lebih deras, dan memeluk Amon tanpa sadar.


“Hei hei, sakit! Menjauh dariku, kau ini kenapa?”


Mendengar Amon yang kesakitan, Liane segera melepas pelukannya dan tersenyum canggung dengan wajahnya memerah. Dia menyeka air matanya, dan berhenti menangis.


"Ku pikir kau mati.. aku sampai takut.."


“Mati? Aku? Heh, kau pasti bercanda.”


Melihat ekspresi Liane yang menurut Amon lucu, tanpa sadar dia menjadi tersenyum mengejek.


Tetapi melihat Amon yang tersenyum untuk yang pertama kalinya, itu sungguh sangat mempesona bahkan Petualang lain juga bisa melihatnya.


Liane yang berada di depannya menjadi memerah, membuat Amon tersadar dan kembali pada wajah dinginnya.


"Syukurlah kau selamat.."


Liane berkata sambil melihat ke bawah, dengan tatapan hangat dan suara penuh rasa syukur.


“Tentu saja, selama ini tidak ada yang bisa membunuhku termasuk waktu sekalipun...”


Liane melihat ke arahnya, dan melihat jika luka Amon memang sembuh kembali meski dia tetap melemah karena kehilangan banyak darah.


Keadaan seperti ini, memang sudah biasa terjadi karena Amon memang tidak bisa mati.


Entah sudah seberapa banyak dia 'hampir' mati, tetapi dia tidak pernah mati. Mencoba bunuh diri pun, tidak ada gunanya.


Karena dia adalah seseorang yang memiliki kekuatan yang melawan dunia, yaitu...


...Immortal...


...[Abadi]...


.......


.......


...To Be Continued>>...


.......


.......


...____...


^^^Amon^^^


^^^—————^^^


^^^@Irrasya^^^