Amon's Deepest Hope

Amon's Deepest Hope
Chapter 004 - Limorex Dungeon



Kieek!


Seseorang menusukkan pedangnya pada kepala Shredding Ant yang berwujud Semut raksasa berwarna Merah dengan dua tangan lebih seperti tangan belalang sembah.


Shredding Ant langsung mati seketika, dengan darah berwarna hijau menjijikkan yang keluar dari tusukan pedang.


Beberapa orang tengah berusaha melawan para Shredding Ant yang merupakan Monster dari Dungeon Kelas A yang mereka serang dengan nama Limorex Dungeon.


Tidak jauh berbeda dengan Amon, dia juga berhadapan dengan Shredding Ant dengan menggunakan sebuah Belati yang terselip di pinggangnya dengan sangat mudah.


Beberapa orang terlihat kesulitan, karena Medan Dungeon yang juga merupakan Daratan Bersalju memperlambat kecepatan karena memang inilah habitat Shredding Ant.


Amon dapat membunuhnya dengan sangat mudah bahkan meski menggunakan Belati biasa, hal itu karena dia mengetahui titik lemah Shredding Ant dan sudah biasa bergerak di tumpukan salju.


Dia mengibaskan Belatinya, dan menyelipkannya kembali di pinggangnya sambil memperhatikan beberapa orang yang tengah bertarung melawan Shredding Ant.


'Titik Lemahnya adalah punggung Semut itu, juga kaki kanan bagian belakangnya, jika di serang maka Shredding Ant tidak bisa apa-apa. Bodoh sekali mereka hanya asal menebas.'


Batin Amon dalam hati, sambil memperhatikan beberapa orang dengan tatapan dingin juga malas.


Seekor Shredding Ant sebenarnya sudah berada di belakangnya, tetapi Amon hanya diam saja meski sudah mengetahuinya dan Shredding Ant itu akan menyerangnya.


Kieek!


Slash!


Belum sempat Shredding Ant menyerang Amon, kepala Semut Besar itu telah terpisah dari tubuhnya karena tebasan seseorang.


Amon menoleh ke arah orang yang menebas Kepala Shredding Ant itu, seorang wanita dengan zirah perak dan rambut abu-abu yang tidak lain adalah Liane. Mengibaskan Pedangnya agar bersih dari darah, dan menyarungkan kembali pedangnya.



"Kau tidak apa-apa, Amon?" Tanyanya dengan sedikit panik.


“Ya, terima kasih.”


Amon masih dengan ekspresi dingin dan tenangnya, menghadap ke arah Liane yang berjalan ke arahnya.


"Kenapa kau diam saja tadi?"


“Karena aku tahu kalau kau akan melindungiku.”


Itu hanya ucapan biasa, tanpa maksud lain apalagi dengan nada datar dan ekspresi dingin. Tetapi dapat membuat orang lain menjadi salah paham, apalagi Liane yang wajahnya menjadi memerah.


Jika orang lain mengartikan dengan maksud lain, itu mengandung kedekatan, kepercayaan dan ikatan yang erat.


Padahal Amon hanya berkata apa adanya, karena dia memang merasakan keberadaan Liane yang tidak jauh dari sana dan pasti akan bertindak cepat jika Shredding Ant akan menyerangnya.


Pikiran Amon tidak sejauh itu untuk memikirkan hal yang tidak penting, tetapi sedikit heran kenapa wajah Liane menjadi memerah.


“Ayo berkumpul, sepertinya mereka semua sudah selesai.”


Mengalihkan topik, Amon mengajak Liane untuk berkumpul bersama yang lainnya karena Shredding Ant di area ini sudah habis.


Jake membiarkan orang-orang untuk istirahat sebentar, sebelum kembali memandu jalan. Tetapi sebelum mereka pergi, Amon mengatakan sesuatu dengan cukup keras.


“Jika kalian menyerang asal-asalan seperti tadi, kalian hanya akan menghabiskan waktu dan tenaga. Lebih tepat serang kelemahan mereka, yaitu punggung dan kaki kanan paling belakang..”


“..Itu bisa melumpuhkan mereka, bahkan langsung membuat Shredding Ant langsung mati.”


Mendengar ucapan Amon yang merupakan Petualang Kelas E membuat mereka sulit mempercayai ucapan Amon.


Memang benar jika melawan Shredding Ant menghabiskan tenaga dan waktu karena mereka cepat menyerang, juga memiliki kulit yang keras.


Tetapi mereka juga belum pernah mengetahui tentang yang diberitahukan Amon, jadi sedikit ragu untuk mempercayainya.


"Hanya Petualang Kelas E saja, sudah sangat pintar membual. Kau pikir yang kau katakan itu benar, hah?"


Ada beberapa Petualang yang mengejek Amon, karena tidak suka dengannya sebab dia terlihat dekat dengan Liane yang sebenarnya memang terkenal baik hati serta suka menolong.


“Terserah saja, aku memberitahukan ini karena ingin cepat menyelesaikan Dungeon. Jika tidak percaya terserah saja, aku tidak peduli..”


“Tapi, aku tidak suka saat ada orang yang menunjukku dengan jarinya. Biasanya aku akan langsung mematahkan jarinya, beruntung kau karena kita dalam kelompok penyerangan yang sama karena itu aku berbelas kasih.”


Nada Amon semakin dingin, dan entah mengapa pemuda yang menunjuknya itu merasakan ancaman yang sangat berbahaya dari Petualang Kelas E di hadapannya.


Ia bahkan tanpa sadar menurunkan tangannya, dan sudah berkeringat dingin.


"Sudah sudah, itu benar atau tidak kita bisa mencobanya. Sekarang kita lanjutkan perjalanan!"


Jake melerai keduanya, Amon masih bersikap acuh tak acuh dan berjalan melewati pemuda itu.


Dia mengikuti Jake dari belakang, bersama orang-orang yang tidak peduli dengan pertengkaran mereka. Lagipula hal ini juga cukup sering terjadi, sehingga mereka tidak heran.


Tak jauh berbeda dengan pemuda itu, Liane juga bisa merasakan ancaman Amon tadi. Meski itu hanya sekilas tetapi sangat mengerikan.


Padahal sejak dia bertemu Amon, Liane tidak bisa merasakan energi sihir dari dalam tubuhnya karena mungkin dia adalah Petualang Kelas E sehingga belum bisa mengontrol energi sihir.


Tetapi baru saja, dia merasakan hal yang berbeda dari Amon. Meski nada Amon masih sama dingin dengan ekspresi tidak pedulinya, tetapi dapat terdengar juga jika ada amarah dalam kata-katanya.


Itu sangat berbeda, sehingga membuat Liane menjadi penasaran dengan kekuatan Amon sebenarnya.


Apalagi informasi dari Amon, meski itu belum bisa dikonfirmasi karena belum ada yang mencobanya, tetapi Liane percaya jika itu bukan kebohongan.


Dia berjalan menyusul Amon yang sudah cukup jauh, dan berjalan bersama di sampingnya.


Meski pertemuan mereka singkat, meski Amon bersikap dan berkata sangat dingin seolah tidak peduli, meski Amon berkata jika semua ini untuk dirinya sendiri, entah mengapa Liane merasa akrab dengannya.


Dan jujur saja, bersama Amon 'sedikit' terasa menyenangkan bagi Liane karena merasa kepribadian Amon unik.


Perjalanan pun di lanjutkan, dan beberapa Petualang melakukan saran Amon dengan menyerang bagian punggung atau kaki kanan bagian belakang Shredding Ant.


Bahkan Jake juga mencobanya, karena sebenarnya dia juga bukan orang pendendam dan menghormati saran orang lain.


Apalagi saran Amon memang terbukti efektif menghadapi para Shredding Ant, sehingga lebih mempersingkat waktu dan tenaga.


Pemuda yang meremehkannya juga merasa tidak percaya, dan sedikit kesal karena ucapan Amon ternyata benar. Tetapi dia masih bisa berpikir logis, jika Amon jugalah yang telah berperan besar sehingga dia tidak akan mencari masalah dengannya lagi.


Liane juga menjadi kagum dengan Amon, meski Petualang Kelas E tetapi dapat mengetahui titik kelemahan Monster Dungeon Kelas A yang jarang muncul.


Perjalanan pun menjadi lebih cepat dan tak memakan korban, Petualang itu hanya terluka ringan dan bisa di sembuhkan oleh Health Potion Kelas Rendah atau sihir penyembuhan biasa.


Mereka akhirnya sampai di tempat Bos Dungeon berada, sebuah gua besar yang memiliki pintu berwarna emas dengan lambang kepala Semut yang memakai mahkota.


"Jadi ini ruang bos,"


Jake hendak langsung membukanya, tetapi Amon langsung mencegahnya.


“Sebelum itu, aku ingin memberitahukan informasi penting karena Shredding Ant Queen tidak mudah di hadapi.”


Amon berkata dengan serius, karena dia tidak ingin banyak Petualang yang mati konyol di dalam sana.


Lagipula Master Petualang yang memberinya misi juga berkata jika Amon sebisa mungkin meminimalisir korban yang ada, bahkan meski dia tidak peduli dengan hidup mereka.


...Karena ia adalah orang yang menghormati dan melaksanakan amanat dari orang yang benar-benar mempercayainya....


.......


.......


...To Be Continued>>...


.......


.......