
Sekitar setengah jam Amon berjalan, dia sampai di sebuah tempat yang cukup lapang di mana cukup banyak Petualang Kelas A dan B berkumpul.
Ada sebuah Gate di sana yang merupakan kabut portal yang menjadi penghubung antara Dunia biasa dan Dungeon. Tetapi jika sebuah Dungeon tidak dilakukan pembersihan dalam kurun waktu tertentu, maka Monster-monster di dalamnya lah yang akan keluar.
Semakin tinggi Kelas Dungeon, maka akan semakin cepat Gate hancur karena tidak kuat menampung kekuatan dan tekanan dari monster di dalamnya.
Adapun kenapa orang bisa tahu Kelas Dungeon itu adalah, karena warna dari kabut portal yang membentuk Gate itu.
Setelah di teliti, ternyata ada beberapa warna kabut portal. Antara lain adalah hijau, biru, ungu, merah, merah tua, dan hitam. Mereka terbagi dari Kelas E sampai S dari mulai warna hijau.
Tetapi tentu saja, untuk menaklukkan Dungeon tidak semudah yang dipikirkan. Jumlah, Kekuatan, Kelas Petualang, dan Teknik juga dapat mempengaruhi keberhasilan karena Bos Dungeon lebih kuat berkali-kali lipat dibandingkan Monster biasa penghuni Dungeon.
Oleh karena itu, untuk menaklukkan Dungeon Kelas A diperlukan beberapa Petualang Kelas A dan B serta paling tidak satu Petualang Kelas S yang memandu.
Amon tidak terlalu mempedulikan itu, di saat semua tengah sibuk bergaul dan mengobrol dia memilih untuk bersantai merebahkan tubuhnya di atas dahan pohon tanpa memperhatikan yang lain.
Bagi Amon, komunikasi dan hubungan adalah hal merepotkan karena itu dia lebih suka kerja sendiri.
Lagipula, memang sejak awal dia sudah sendiri sehingga lebih menyukai perasaan ini.
Tidak ada orang yang bisa membantu dalam hidupmu, satu-satunya pahlawan dalam hidupmu adalah dirimu sendiri.
Meskipun, Amon tidak pernah berpikir jika dirinya adalah Pahlawan.
Mana ada pahlawan tanpa emosi, dan tak segan-segan membunuh. Amon pun tak peduli dengan hal itu, dan hanya berjalan ke arah mana takdirnya menuntun.
Walau dia sangat membenci takdir yang ia miliki.
Waktu berlalu dengan cepat, orang yang akan menjadi pemimpin penyerangan kali ini adalah salah seorang Petualang Kelas S yang cukup dihormati banyak orang karena kontribusinya pada Kerajaan.
Jake Gyllenhil, seorang Petualang yang memiliki bakat lebih di bidang kekuatan. Perawakannya besar dan gagah, juga yang membuatnya lebih terkenal karena dia memiliki kemampuan Transform yang dapat membuatnya berubah wujud.
Jake dapat berubah wujud menjadi Manusia Serigala yang semakin memperbesar kekuatannya, karena itu dia dapat menjadi salah satu Petualangan Kelas S di Kerajaan Axian.
"Semua orang yang mengikuti Penyerangan, segera berkumpul!"
Jake berkata dengan lantang seperti seorang jenderal, membuat semua Petualang memberhentikan kegiatannya dan berkumpul sesuai arahan Jake.
Begitu juga Amon yang terbangun, dan mulai ikut berbaris dengan tatapan malas karena mengantuk.
Jake memberikan pidato singkat penyemangat, agar tidak ada yang tegang sehingga menghambat penyerangan dan itu sepertinya berhasil.
Tetapi pandangannya beralih pada seorang pemuda tampan berambut seputih salju dengan mata kuning seperti serigala, dia mendekatinya karena sepertinya pemuda itu mengabaikan pidatonya dan menampilkan wajah tak peduli.
“Hm?”
Pemuda yang tidak lain adalah Amon itu mendongakkan sedikit kepalanya, karena tubuh Jake sedikit lebih tinggi dibandingkan dirinya.
Tetapi sorot mata malas bercampur dingin tanpa ekspresi tak lepas dari wajah tampannya.
"Apa kau mendengarkan penjelasan ku, nak? Ku lihat kau mengabaikannya."
“Aku dengar, tapi aku juga tidak peduli.”
Amon mengalihkan pandangannya dengan jawaban singkat, membuat Jake merasa tersinggung sehingga aura bertarungnya sedikit merembes keluar.
"Siapa kau, beraninya tidak hormat! Apa Kelasmu?"
Jake mengeluarkan sedikit aura intimidasi untuk menekan Amon, sayangnya hal itu kelihatan tak berguna karena Amon bahkan tak terpengaruh sama sekali.
“Amon Kulshedra, Petualang Kelas E.”
Amon menjawab singkat, tetapi hampir semua orang di sana terkejut bukan main mendengarnya karena Kelas E adalah Kelas Petualang paling rendah dan mereka menganggap jika Amon hanya akan menjadi beban.
Lagipula, seharusnya petualang Kelas E sampai C tidak boleh ikut penyerangan karena Dungeon ini adalah Kelas A jadi sebuah kejutan mengetahui jika ada satu Petualang Kelas E di antara mereka.
Tak terkecuali Jake, meski dia sudah diberitahukan oleh Master Petualang yang memimpin Rumah Petualang yang ada di pusat kota.
Dia pikir hal itu bercanda, ternyata memang akan ada satu Petualang Kelas E yang ikut.
"Jadi kau yang namanya Amon, apa kau bisa bertahan dan tidak menjadi beban?"
“Sejauh ini, tidak ada yang bisa membunuhku. Justru jika aku mati, hal itu akan lebih baik.”
Jawaban dingin Amon membuat Jake terbungkam, tetapi dia juga segera mengontrol emosinya.
Dia teringat kata-kata Zed yang merupakan Master Petualang Rumah Petualang Flix yang ada di pusat kota, jika Amon adalah hal berharga dan akan membawa keberhasilan dalam penyerangan Dungeon Kelas A ini.
Bagaimanapun juga Jake akan melihat apa yang terjadi, karena tidak mungkin Zed membiarkan Petualang Kelas E dengan mudah mengantarkan nyawanya.
Dia juga sedikit merasa aneh, dengan jawaban yang tadi di berikan Amon.
"Sudahlah, aku tidak akan perhitungan denganmu. Semuanya, bersiap memasuki Dungeon!"
Jake kembali pada posisinya, sementara Amon mendengus pelan. Beberapa orang berpikir jika Amon takut untuk memandang Jake, karena itulah dia mengalihkan pandangannya.
Pemikiran itu salah, karena Amon tidak pernah takut pada siapapun. Dia hanya tidak suka, melihat ke atas apalagi harus mendongakkan kepala saat berbicara.
Karena entah mengapa, pemikirannya berpikir jika Amon lah yang harus mereka lihat dari bawah dan Amon hanya pantas melihat ke bawah bukan ke atas.
Oleh karena itu, dia lebih memilih tidak melihat ke arah lawan bicaranya dan mengalihkan pandangan.
Setelah kepergian Jake, beberapa orang mulai mencibir dan meremehkan Amon.
Tetapi bagi orang yang berpikiran luas, mereka menyimpulkan beberapa dugaan yang tidak terlalu dipikirkan orang lain.
Seorang gadis cantik dengan pembawaan ceria dan ramah berambut keabu-abuan, bermata biru kehijauan yang indah, dengan pakaian zirah ringan berwarna perak mendekati Amon.
"Halo, aku dengar kau Petualang Kelas E apa tidak akan kesulitan dengan Misi ini?"
Gadis itu menyapa Amon, meski dia tidak bermaksud menyinggungnya tetapi beberapa orang bisa salah mengartikan ucapannya sebagai ejekan untuk Amon.
Untung saja, ucapan itu ditujukan pada Amon yang memiliki sikap dingin dan tidak peduli jadi dia tidak tersinggung sedikitpun.
“Ya, aku sudah beberapa kali masuk Dungeon Kelas A.”
Orang-orang yang mendengarnya sebagian menjadi tertawa, karena mereka pikir Amon hanya membual.
Tetapi itu adalah kenyataan, karena bahkan Amon dapat memusnahkan Dungeon Kelas A sendirian beberapa waktu lalu.
Gadis di depannya tidak berpikiran sama seperti mereka semua, dia justru tersenyum ramah tanpa maksud apapun.
"Baiklah, tapi jika kau butuh bantuan aku akan siap membantumu. Namaku Liane Tigerwave, kau bisa memanggilku Liane."
Gadis bernama Liane itu mengulurkan tangannya, dengan senyum hangat. Melihat hal itu, Amon merasa aneh tetapi dia membalas jabat tangannya.
“Amon Kulshedra, panggil saja Amon.”
Amon menjawab dengan dingin, kemudian melepaskan jabat tangannya. Dia sebenarnya sudah tahu identitas Liane, hanya dengan mendengar namanya.
Petualang Kelas A yang di juluki Ksatria Wanita Perak karena kontribusi yang sangat besar pada Kerajaan, beberapa hari yang lalu menghadapi sebuah Dungeon Kelas B yang saat ini sudah hancur.
Julukannya berasal dari Zirah yang ia kenakan, juga Dewa yang mendukungnya yaitu Hefaistos The God of Forge yang membuatnya memiliki Kemampuan Khusus 'Sword Creation' yang langka.
Amon merasa tidak ada salahnya bekerja sama dengan Liane, lagipula tugas yang di berikan kepadanya bisa cepat selesai.
Kali ini saja, karena menghormati Liane yang mau menyapanya.
......Karena tidak pernah ada yang melakukannya duluan, sejak kematian Wanita itu kecuali jika orang itu membutuhkan Amon lebih dulu.......
.......
.......
...To Be Continued>>...
.......
.......