
Lagi-lagi Revyan kembali menemui Rovi dkk.
Entah ada magnet apa yang selalu menarik Revyan untuk bergerak ke kelas mereka, padahal hanya sekedar bercerita yang tidak jelas dan sangat unfaedah. Di kelas lain pun bisa dilakukan sebenarnya. Entahlah, mungkin memang karena persahabatan mereka yang sudah terlalu kuat.
"Tau gak bro?"
"Nggak!", serang Rovi, Akmal, dan Reza bersamaan.
"Makanya dengerin dulu kalo orang ngomong, belum apa-apa udah maen nggak-nggak aja!", tukas Revyan kesal.
"Cewek nyebelin yang gua ceritain tadi, dia sekelas sama gua", lanjut Revyan sambil menyantap bekalnya.
"Awas jodoh lo", peringat Akmal sambil menyuapkan nasi goreng dari kotak bekal Revyan.
Ya! Karin memang tidak tanggung-tanggung dalam membuatkan sarapan. Karin selalu membuatkan sarapan dalam jumlah yang cukup banyak, sekiranya cukup untuk Revyan beserta beberapa sahabatnya. karena Karin tahu persis bagaimana kelakuan sahabat-sahabat Revyan ini.
"Emang senyebelin apa dia? Karena kan setau gua, cuman lo deh kayaknya orang paling nyebelin. Ya gak?", canda Reza.
"******! Teman gua bukan lo?!", umpat Revyan.
"Ah pokoknya dia tuh.. jutek? Iya, galak? Iya, ganas? Iya, nyebelin? Iya, rese? Iya. paket komplit dia kan?", jelas Revyan.
"Siapa namanya?!", Rovi terus menanyakan namanya. padahal itu sama sekali tidak penting bukan? Rovi pun tau hal itu.
"Ya elah bos dari tadi ngebet banget pengen tau nama dia, kalo udah tau mau lo apain dia? Mau digebet? Saran gua jangan", canda Revyan.
"Gua cuma nanya!', tajam Rovi.
"Selow aja dong kalo cuma nanya, Ga usah ngegas. Kata dia sih panggil aja Ira", jawab Revyan pada akhirnya.
Masa sih Ira adek gua? Dia emang nyebelin, Tapi dia ga jutek, Apalagi galak? Nggak deh perasaan, gumam Rovi.
WAKTU ISTIRAHAT TINGGAL 3 MENIT LAGI...
"Yah udah mau abis aja nih istirahat, enak banget jadi lo pada, ga usah repot-repot harus bolak-balik ke kalas kayak gua", ujar Revyan mendramatisir.
"Siapa juga yang nyuruh lo bolak-balik? Gak ada, Lo nya aja", cibir Rovi.
"Iya juga sih, Gua juga heran kenapa gua mau-mau aja bolak-balik kelas mulu. Ya udah lah gua balik kelas dulu deh. Bekal gua lo pada habisin aja. Nanti pulang. Kotaknya kasih lagi ke gua", ucap Revyan yang langsung meninggalkan kelas Rovi tanpa menunggu jawaban.
***
Sesampainya di kelas,
"Ra jajan kuyyy?", ajak Revyan.
"Lo beneran budek atau gimana sih? Ga denger suara apa tadi? ini udah masuk!", jawab Ira dengan nada kesal.
"Kuping gua sih denger, ga budek, tapi perut gua ga denger, yang ada perut gua malah laper, padahal barusan gua baru kelar makan. Atau antar doang deh, kuy?", bujuk Revyan.
"Gak!", tolak Ira dengan cepat.
"Ayo dong Ra, please", Revyan memohon.
"Gua bilang nggak ya nggak, maksa banget jadi orang", kesel Ira.
"Yah gua sendiri lagi dong, nasibb-nasibb, pasrah Revyan.
Saat Revyan akan beranjak keluar kelas, ia melihat Bu Susi yang sedang berjalan menuju ke kelas mereka.
Kali ini, Revyan memutuskan untuk mengurungkan niatnya pergi ke kantin dan memilih untuk kembali memasuki kelas.
"Oke, selamat siang anak-anak", sapa Bu Susi saat sudah berada di kelas.
"Siang Buuuu", balas seluruh murid.
"Sesuai janji Ibu tadi ya, Ibu mau ngejelasin aturan main bareng Ibu dulu"
Bu Susi terus menjelaskan peraturan anak kelasnya, mulai dari hal-hal yang diharuskan sampai yang dilarang, bahkan sanksi-sanksi yang biasa Bu Susi berikan kepada setiap anak kelas yang tidak mematuhi aturannya. Bu Susi membahas secara detail, mulai dari piket kelas, uang kas, bayar iuran mingguan OSKA, mengerjakan tugas dan PR, pembentukan organisasi kelas, denda PR, denda piket, semuanya dijelaskan dengan sangat terperinci. Tidak ada yg terlewat.
Ada anak yang benar-benar memperhatikan dengan seksama, ada anak yang pikirannya kemana-mana, ada yang malah bermain ponsel secara diam-diam, ada yang melirik kanan kiri, ada pula yang sibuk menjahili temannya dan masih banyak lagi.
Ira tergolong anak yang membaca novel secara diam-diam sambil berpura-pura mendengarkan penjelasan Bu Susi
Sedangkan Revyan termasuk anak yang memainkan ponselnya secara diam-diam. Ia sedang memiringkan ponselnya pertanda ia sendang memainkan games.
Biasanya Revyan memainkan games, Mobile Legend, Minecraft, Garena AOV, PUBG, Poin Blank atau Sword Art Online. jika di suruh memiih salah satu dari semua game tersebut, sudah dipastikan Revyan tidak akan bisa memilihnya. Semua gamed tadi merupakan games Faforitnya.
PELAJARAN TELAH SELESAI, KEPADA SELURUH SISWA DIPERSILAHKAN UNTUK SEGERA PULANG..
Suara yang sedari tadi ditunggu anak murid kelas XI IPA 2 yang sudah bosan mendengarkan peraturan Bu Susi akhirnya terdengar.
Anak-anak yang awalnya mengantuk kembali segar setelah mendengar suara tersebut. Serasa ada panggilan yang akan membawa mereka ke alam bahagianya masing-masing.
Ya benar, karena selepas ini mereka bebas melakukan apa saja yang mereka suka tanpa harus mendengarkan celotehan dari Bu Susi lagi mengenai peraturan kelas.
"Ra, lo pulang bareng bang Rovi?", tanya Amanda.
"Beruntung banget sih jadi Ira, sering barangkat sama pulang bareng kak Rovi:). Btw lo tetangga sama kak Rovi? iri Anastasya.
Ira hanya tersenyum mendengar pertanyaan tersebut, ingin sekali ia tertawa terbahak-bahak mendengarnya.
"Ya, udah Ra gua sama Tasya duluan ya, dahh Ira", pamit Amanda.
"Dahhh sahut Ira.
Ketika Ira sedang memasukkan bukunya ke dalam tas...
"Lo belum pulang?", Revyan tiba-tiba ada di hadapan Ira. padahal sebelumnya ia sudah keluar kelas.
"Ya belum lah, buktinya gua masih ada disini, ga keliatan? jangan-jangan mata lo rabun? Atau katarak?", sinis Ira.
"Ya gua kan cuma nanya kali, jutek banget sih. Mau bareng gua?", tawar Revyan.
"Gak usah", jawab Ira sambil menuju keluar kelas.
Ternyata di depan kelas sudah ada Rovi yang menunggunya.
Saat Ira tiba di luar, beberapa kali Rovi mengelus puncak kepala Ira. Kemudian keduanya berjalan berdampingan menuju parkiran.
Tanpa disadari, Revyan terus memperhatikan keduanya.
...Tuh cewek apaan sih, sama semua aja dia baik, baik banget malahan, lah sama gua? ketusnya minta ampun. Salah apa gua sama dia? Eh btw si Rovi siapanya sih? kok Ira nempel banget? Sampe pulang bareng segala, ga ngerasa risih kayak lagi sama gua tuh anak! pacarnya?! Da hlah malesin emang, mending gua pulang, gumam Revyan tanpa disadari....
Diperjalanan pulang Ira...
"Ra, lo sekelas sama yang namanya Revyan?", tanya Rovi memastikan apa yang dikatakan Revyan tadi siang.
"Iya", jawab Ira.
"Menurut lo dia orangnya gimana?", pancing Revyan.
"Kok nanya gitu?", entah mengapa tiba-tiba saja emosi Ira terpancing.
"Ya ga papa sih, dia temen gua, dia juga sama-sama most wanted, sama-sama langganan PB, sama-sama tukang bolos, sama-sam----", ucapan Rovi terpotong.
"Udahlah bang, apa untungnya Lo ngomongin dia? Lagian gua ga peduli siapapun dia", Ira memotong.
Seketika, keadaan mendaji hening dan sedikit canggung. Tidak ada lagi yang membuka suara.
Revyan dan Ira sama-sama saling kesel deh kayaknya, kenapa sih mereka berdua? Apaan coba ga jelas banget, tanya Rovi dalam hati.
"Udah sampe, turun", ujar Rovi.
Tanpa menjawab apapun, Ira sudah turun dan melepas helm yang ia kenakan.
"Assalamualaikum Ma, Kita pulanggg"
"Waalaikum salam, kalian ganti baju gih, terus makan", suruh Vina dengan lembut.
"Iya Ma", jawab keduanya kompak.
Sementara di tempat lain,
"Assalamualaikun Bunda"
"Waalaikum salam, udah pulang Al?", tanya Karin yang masih sibuk memasak.
"Udah, Al ganti baju dulu ya Bun, nanti Al bantuin. Ghea udah pulang?", tutur Revyan sambil menyalami tangan Karin.
"Udah, lagi nonton kayaknya dia", jawab Karin.
Tak lama, Revyan keluar dari kamar dengan keadaan sudah berganti pakaian. seperti biasa, ia hanya akan memakai kaos dan celana cargo pendek.
"Bun, abis ini Al mau main futsal boleh?'', tanya Revyan sambil terus membantu Karin menyiapkan hidangan.
"Tapi jangan pulang malem", pesan Karin.
"Sekarang kamu panggil Ghea gih", pinta Karin.
"Gheaaaaa!!!!! Makan Gheaaaaa!!!!", teriak Revyan tiba-tiba.
"Hushh, samperin sana. jangan teriak-teriak", suruh Karin.
Tadi katanya suruh manggil, ucap Revyan dalam hati sambil berjalan menuju ruang tamu untuk menyusul Ghea.
Ghea adalah adik Revyan. Nama lengkapnya Ghea Zikra Wizia. Setiap nama anak Karin pasti akan menggunakan dua marga, yaitu 'Zakir' dan 'Wizia'
'Zakir' adalah marga dari sang ayah yang bernama Fadhli Zikrul Al-Hakim.
Sedangkan 'Wizia' adalah marga sang bunda yang bernama Karin Islamil Wizia.