ALVIRA

ALVIRA
The lazy boy



Sementara di sisi lain,


"Reeyyy"


"Revyann!!"


"Al bangun dong Aall!!"


"Duuhhh Alvii bangunnn!!"


"Al bangun donggg!!!!!!!! udah siang nih"


"REVYAN ALGOZO ZAKIR WIZIAAA!!!!!!!"


"bangunnnn!!!"


..."Nih anak dari dulu gak pernah berubah, Susah banget klo di bangunin. Gak inget harus sekolah atau gimana sih kamu Aal? heran deh", Karin terus saja mengerutu sambil berusaha bangunin anak laki-lakinya....


...Karena anak yang satu ini masih terlelap dalam mimpi, sedangkan matahari sedang tidak berpihak padanya. matahari terus bergerak semakin meninggi, membuat hari semakin siang, namun revyan tak kunjung bangun....


"Mimpiin Apa sih kamu Al?! Sampe ga mau bangun dan liat kenyataan klo kamu tuh bakal kesiangan klo kayak gini. Ayo bangun Al. ini hari pertama kamu masuk Sekolah. Masa baru hari pertama udah kesiangan aja? Cepetan bangun Al!", Karin terus saja mengerutu sambil berusaha menarik-narik selimut yang masih setia menyelimuti tubuh revyan supaya ia mau bangun.


Revyan masih saja bergelut dengan mimpinya tanpa menghiraukan tubuh yang sudak tidak perbalut selimut.


Karin terus mengucapkan sumpah serapah sambil menguncangkan badan revyan berharap ia akan bangun.


Usaha terakhir, karin menarik bantal dan guling yang di pakai revyan, lalu melemparnya ke sembarang arah. Namun hasilnya nihil.


"Ya udah deh Al, Terserah kamu aja. bunda ga bakal mau bangunin kamu lagi. Dasar kebo! Terserah deh, Mau kamu bangun, Mau nggak, Mau sekolah, Mau nggak, Mau kesiangan, Mau nggak, terserah Al. bunda udah cape bangunin kamu! Pokoknya kalo kamu kesiangan jangan salahin bunda. Bunda udah bangunin kamu", Karin terus mengomel dan mengancam Revyan.


"Engghhhh", Revyan hanya mengeliat dan mengubah posisi tidur tanpa ada keinginan untuk segera bangun dan bersiap-siap pergi ke sekolah.


"Iihhh Al, ngeselin banget sih kamu. Udah ah tererah kamu aja", seperti nya karin benar-benar menyerah kali ini.


Ia pergi menjauh dari tempat tidur revyan dan menuju ke sebuah pintu yang ada di kamar Revyan.


Revyan terbangun sebentar Memastikan bahwa karin sudah benar-benar tidak ada di dekatnya.


Setelah merasa yakin bahwa karin sudah tidak di kamar, Revyan kembali menata bantal dan guling kemudian Menarik kembali selimut dan bermaksud melanjutkan mimpinya yang sempat terganggu.


Revyan bisa terlelap dengan sangat cepat, Hanya butuh hitungan detik. Entah sedang bermimpi apa satu anak ini sampai-sampai tidak mau beranjak dari tempat tidur.


Tiba-tiba Karin Kembali Dari Pintu Tadi.


Ternyata pintu tadi bukanlah pintu keluar, melainkan pintu menuju kamar mandi.


Karin kembali dengan menenteng Satu ember penuh Air bersih.


Tanpa pikir panjang, Karin segera menguyurkan Air dalam ember tepat di atas tempat tidur Revyan.


Byuurrrrr......


Satu ember penuh air mendarat tepat di atas tempat tidur Revyan dan dapat di pastikan akan membasahi seluruh tubuh Revyan beserta seluruh benda yang ada di sekitarnya.


banjiirrr...banjiirrrr...aduuhhh tolongg..gua kebanjirann..tolongg..", Teriak revyan dengan keadaan yang belum sadar.


"Ih bunda apaan sih pagi-pagi udah marah-marah aja, padahal mimpi Al lagi seru banget bun", protes Revyan.


"Oohhh lagi mimpi seru? Iya? kamu liat jam dong Aall, Sekarang udah jam brapa? Nanti kamu telat ke sekolah", Lanjut karin yang kesel pada anak nya.


"Ya ampunn bundaku sayang, ini masih jam setengah dela--- Hah? setengah delapan? Haduuhhh bunda kenapa ga bangunin Al dari tadi? Aduhh, Al bisa telat kalo gini", gerutu Revyan setelah melihat jam yang ada di samping tempat tidur nya menunjukkan pukul 07:20 WIB.


"Alvi sayangg, bunda udah bangunin kamu dari tadi, kamu nya aja yang gak bangun-bangun. malah nyalahin bunda lagi! Udah sana mandi, siap-siap sepuluh menit!", suruh karin.


Revyan bergegas mandi dan menyiapkan tas sekolahnya. tas nya hanya berisi satu buah buku tulis dan bolpoint, di tambah dengan satu pasang baju futsal lengkap.


Sepuluh menit kemudian, Revyan keluar dari kamar dengan penampilan yang siap Untuk brangkat sekolah.


"Sarapan nya mana Bun?", Dengan polos nya Revyan Masih saja meminta jatah sarapan. padahal hari sudah siang, Sangat siang bagi anak sekolah.


"Nih, kamu makan di sekolah sana. Skarang cepetan brangkat, Jangan kamana-mana dulu. harus ke sekoah! jangan bolos. Kalo nggak sampe ke sekolah, bunda bakal hukum kamu.


Ancam karin sambil memberikan sekotak bekal


untuk Revyan.


Revyan hanya bisa Mengiyakan.


Memang, meski Revyan anak yang susah di atur, Namun Ia tidak pernah membantah ke dua orang tua. Apapun perintahnya, pasti Ia Lakukan.


Semua ini berkat didikan ke dua nya yang tidk pernah kasih kendor bila Revyan melakukan kesalahan.


"Ya udah, Al berangkat bun", Pamit Revyan sambil mencium kening dan menyalami sang bunda


"Iya, Hati-hati. Awas lohh, ke sekolahya. jangan coba-coba bolos!", Peringat karin.


"Iya Bunn", jawab Revyan setengah berteriak sambil menyalakan motor dan melesat menuju sekolah.


Setelah dua puluh menit di jalanan, akhirnya Revyan sampai di depan sekolah. Namun, jelas terlihat bahwa gerbang depan sudah di kunci. semua satpam dan penjaga sudah berada di pos depan.


Yahh, kalo kayak gini caranya udah jelas gua bakalan telat upacara nih. apa gua bolos aja ya? tapi gak mungkin juga gua ngebantah bunda, guman Revyan saat melihat gerbang sekolah yang tertutup rapat.


Revyan kembali menaiki sepeda motor dan berbalik arah.


Revyan berniat untuk masuk melalui gerbang belakang.


beginilah kelakuannya saat di sekolah.


Revyan ini murid yang terkenal...


Terkenal malesnya, Nakalnya, dan terkenal sebagai salah satu langganan BP. mirip sekali dengan Rovi.


Setelah berada di belakang sekolah, Revyan memanjat pagar dengan Cetakan. jelas saja cetakan. karena Revyan sudah terbiasa melakukan hal ini.


Tak butuh waktu lama Revyan sudah berada di dalam sekolah sekarang. Namun sesuai dugaan. upacara sudah di mulai sejak tadi.


Tuh kan bener, gua telat, dari pada di hukum mending gua, Revyan bergumam sambil memegangi dagu layaknya orang yang sedang berpikir.


"Nahhh", ucap Revyan sambil menunjuk ke salah satu ruangan yang ada di seberangnya.