ALVIRA

ALVIRA
Back to scool II



"Lama banget sih lo, gua udah nunggu lama nih. Untung aja ga sampe lumutan disini", Omel rovi seraya bangkit dari kursi.


Rovi Memang menunggu ira sambil sembari duduk, Karena ia tahu menunggu seorang ira bersiap-siap bukanlah hal yang akan mamakan waktu Sdikit.


"Ya sorry", Ucap ira seraya mengambil Helm yang ada di tangan rovi.


"Udah buruan naik! Ntar klo telat, gua yang kena omel", ketus rovi sambil merayakan sepeda motornya.


"Iya iya, bawel banget sih jadi cowok", balas ira yang merasa risih sendiri dengan tingkah rovi yang mengomel tidak jelas.


Rovi tidak menggubris perkataan ira.


Ira segera menaiki sepeda motor sebelum sang kakak Mengamuk dan tidak mengizinkannya berangkat bersama.


Rovi segera melajukan sepeda motor keluar dari garasi.


Rovi dan Ira bersekolah di sekolah yang sama, Yaitu di Mahardika High Scool.


Mahardika High Scool merupakan salah satu tingakat SMA swasta Tervavorit yang ada di daerah meraka, Cukup sulit untuk bisa masuk Ke SMA tersebut,


Namun bukan hal yang sulit bagi ira dan rovi untuk memasukinya.


Bukan karena orang tua yang bisa memberikan uang sebanyak apapun yang mereka minta supaya bisa masuk, tetapi memang karena otak dan kemampuan mereka yang menjadikan mereka layak di jadikan sebagai murid di Mahardika High Scool ini.


Hampir semua murid di sana tidak mengatahui bahwa rovi dan ira adalah sepasang kakak beradik, Terkecuali orang terdekat mereka.


Kebanyakan dari mereka hanya mengira bahwa rovi dan ira adalah temen, sahabat, kakak adek-an, bahkan sampai ada yang mengira bahwa rovi dan ira berpacaran.


Setelah sampai di sekolah, Rovi pergi ke kelas untuk bersantai sambil menunggu teman-temannya tanpa menghiraukan panggilan untuk melaksanakan upacara bendera.


Meski begitu, kemampuan otak rovi tidak bisa diragukan.


Rovi juga merupakan salah satu dari empat the most wanted di sekolah. Masih ada tiga the most wanted lainnya. yaitu Akmal, Reza, Revyan. sebenarnya mereka tidak ingin mendapat julukan seperti itu, namun memang keadaan yang memaksa mereka mendapat julukan itu.


Revyan ini satu-satunya the most wanted dari kalangan kelas XI, sedangkan yang lainnya duduk di kelaa XII.


Selepas turun dari sepeda motor rovi tadi, ira langsung menuju ke ruang UKS untuk menjalankan tugasnya.


Ira adalah humas di organisasi PMR skolah. setiap hari senin, Ira bertugas untuk menjaga di UKS bersama dengan rekan kerja sekaligus sahabatnya yaitu Felly.


Di UKS sudah ada Felly yang setia mengunggu Ira.


"Ra cepetan! Taro tas lo, Upacara udah mau mulai nih", titah Felly yang sibuk mempersiapkan peralatan yang mungkin akan di butuhkan saat berjaga nanti.


"Iya Feyy", jawab ira sambil melempar tas ke meja UKS dan segera membantu Felly.


"Feyy, Siapin minuman yuk?", ajak ira.


"Tapi Ra, UKS nya?", taya Felly ragu untuk meniggalkan UKS, Karena belum ada orang lain yang berjaga di sana, takut-takut ada orang yang menyelonong masuk begitu saja kemudian mengacak-ngacak UKS atau melakukan hal lainnya.


"Udah Feyy, tinggalin aja kali, ga bakal ada yang mindahin juga kan nih UKS?", jawab ira yang tak benar-benar mengerti perkataan Felly.


Ira langsung meninggalkan UKS dan Felly begitu saja.


Iya juga sih ya udahlah semoga aja gak ada yang masuk, Gumam Felly dengan diikuti kekehan kecil.


"IRA TUNGGUIN GUA", triak Felly berlari mengejar ira.