
Revyan terus berjalan setengah mengendap menuju seuah ruangan yang ia liat tadi.
Ia sangat yakin dapat melanjutkan mimpinya yang sempat terpotong dengan damai dan tenang di ruangan ini.
Beruntung sekali, ruangannya sama sekali tidak di kunci.
Sesampainya di ruangan tadi...
Braakk...
Revyan langsung mendaratkan bokongnya di salah satu tempat tidur yang ada.
Tempat tidur yang Revyan sedang duduki sekarang memang terasa sedikit keras, namun itu bukan sebuah masalah banginya. yang terpenting bisa malanjutkan mimpinya, itu sudah lebih dari cukup.
Revyan siap membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, Namun ia teringat sesuatu.
"Eh bentar. Sebelum tidur, Harus sarapan dulu, biar tidurnya nyenyak", gumam Revyan teringat bekal yang sudah di siapkan karin tadi pagi.
Revyan segera membuka resleting tas dan mengambil bekal yang ada.
Tak lupa juga, Revyan mengambil sendok dari dalam tas. Revyan segera membuka kotak bekal yang berisi nasi goreng udang faforitnya. Revyan mengambil ancang-ancang untuk segera melahap bekalnya.
Setelah beberapa suapan, Revyan kembali menutup kotak bekalnya dan memasukkannya ke dalam tas.
"Nah kalo gini kan enak. perut udah kenyang, tinggal lanjutin mimpi gua yang tadi kepotong dehh", Revyan bermonolog sambil menarik selimut yang ada sampai menutupi seluruh tubuhnya, termasuk kepala.
Kreekkkk...
Saat Revyan mulai terlelap, tiba-tiba saja ia mendengar suara pintu terbuka. Argghh, apalagi ini?
"Eh...ada orang ternyata. Dari kapan lo disini? sakit apa? siapa nama lo? kelas berapa? biar gua catat dulu", tanya Ira sambil membawa buku catatan yang ada di atas meja.
Dih siapa nih cewek? datang-datang sok akrab nanya-nanya, batin Revyan.
Ya! Ruangan yang Revyan maksud adalah UKS, ruangan tempat Ira bertugas. surga bagi setiap orang yang ingin membolos, yang tidak mau upacara, yang tidak mau bertemu guru killer di kelas, dan bagi orang yang ingin melanjutkan mimpinya.
Revyan menghela nafas panjang. Lagi-lagi Revyan terganggu saat ingin melanjutkan mimpi. Dengan berat hati, Revyan kembali membuka selimut yang sudah di pakainya. Detik berikutnya ia berusaha menjawab pertanyaan gadis tadi.
"Nggak, gua ga sakit. gua cuma numpang tidur", jawab Revyan tenang dengan posisi yang masih terbaring dan segera menutupi tubuhnya kembali dengan selimut yang sempat ia buka.
"Apa lo bilang? Numpang tidur? Really? lo numpang tidur? Heloo...Asal lo tau aja ya ini UKS, bukan penginapan. ini buat orang sakit, bukan buat orang tidur. ini bukan kamar lo!" tegas Ira sambil menarik selimut yang dipakai Revyan.
"Lagian ngapain juga sih lo? bukannya upacara malah numpang tidur disini?", lanjut Ira meluapkan kekesalan.
"Tadi gua kesiangan, jadi gua mampir dulu ke sini. Cuma ampe kelar upacara kok. abis itu gua ke kelas. Lo sendiri juga ngapain ke sini coba? bukannya upacara juga! Ooohh gua tau nih yang kayak gini ginii . Lo pasti mau pura-pura sakit kan? biar ga ikut upacara, biar ga kepanasan kan? halah dasar cewek! modusnya bisa banget", jelas Revyan dengan memasang tampang watados.
"Eh sorry ya, gua ga sebusuk itu. Gua ga mungkin pura-pura sakit cuma takut kepanasan. Sorry, gua ga takut matahari! Emang lo gatau siapa gua gitu?", tukas Ira tidak terima.
Revyan hanya menggelengkan kepala sebagai jawaban.
"Kenalin, nama gua Aldhisty Viellyn Zafira Putri, gua humas di PMR", ucap Ira mengeluarkan tangannya ke arah Revyan.
"Oke, kenalin nama gua Revyan Alvigo Zakir Wizia, panggil aja gua Revyan, atau lebih simple nya Rey. Gua ketua tim futsal disini", balas Revyan sambil menyalami tangan Ira.
"Dih, bodo amat! guaga peduli siapapun lo", cibir Ira sambil melepaskan tangannya dengan kasar.
"Lah, tadi kan lo sendiri yang ngajak gua kenalan. pake bawa-bawa jabatan pula. jadi ya gua bales, apa salahnya coba? Dimana salah gua?", bingung Revyan.
Felly yang sadari tadi terpesona Dengan Revyan hanya menganggukkan kepalanya sambil memamerkan sederet gigi rapi miliknya.
Ya, Felly merupakan salah satu dari ratusan fans Revyan di sekolah ini.
"Ya udah bagus kalo lu humas PMR. berarti lo juga bertugas buat jagain gua", ucap Revyan sambil menarik kembali selimutnya dari tangan Ira.
"Dih siapa lo minta dijagain?", Ira kembali merebut kembali selimut dengan kasar, bisa di bilang sangat kasar.
"Gua kan udah bilang gua ketua tim fut---", ucapan Revyan terpotong.
"Gua juga udah bilang kalo gua ga peduli sama jabatan lo", serang Ira sambil melipatkan kedua tangannya di depan dada.
"Bukan itu maksudnya, gua ketua tim futsal yang kesiangan dan kebetulan liat tempat ini kosong, terus ga di kunci, Barusan kan lo sendiri yang bilang bahwa tugas lo sama temen lo itu buat jagain UKS dan seisinya. kan gua ada di dalem juga, berarti gua termasuk SEISINYA, itu artinya lo juga harus jagain gua", jelas Revyan membela diri.
"Gitu ya?"
"Ya iya gitu"
"Ya udah kalo gitu keluar!", usir Ira.
"jadi gua di usir nih ceritanya?", tanya Revyan.
"Ya iya, malah nanya lagi. karena selain bertugas buat ngejagain UKS, gua sama Felly juga berhak buat nentuin siapa aja yang boleh masuk ke sini dan siapa aja yang ga boleh masuk ke sini. itu artinya gua berhak buat ngusir lo. Lagian, lo kesini cuman numpang tidur kan? Lo kesiangan kan? Bukan orang sakit kan? lo ga pantes buat ada di sini. sekali lagi gua tegasin, ini bukan tempat orang kesiangan! Kalo lo pengen ada di sini, lo harus jadi orang sakit dulu!", usir Ira sambil terus menarik Revyan dari tempat tidur dan mendorongnya keluar ruangan.
"Yakin lo ga mau jagain gua? Serius? Ntar nyesel loohh", goda Revyan supaya tidak diusir. karena jika ia diusir, dapat di pastikan ia akan ketahuan telat oleh guru pengawas yang akhirnya info Revyan kesiangan akan sampai ke telinga sang bunda.
"GUA GA BAKAL NYESEL, pergi lo", Ira tetap bersikeras mengusir Revyan.
"Ya ampun, lo jadi cewek galak banget sih, gua sumpahin ga dapat pacar sukurin lo", umpat Revyan.
"Sumpah lo ga bakal mempan. lo mau pergi sendiri atau perlu gua panggilin pak kumis?", ancam Ira.
Pak kumis merupakan salah satu guru BK paling galak di sekolah ini.
Duuhh ni cewek resek juga ternyata, Ya udah lah dari pada dia beneran manggil pak kumis nantinya, bisa-bisa gua dilaporin ke bunda, terus gua di amuk, kan bahaya, Mending gua kabur ajalah, pikir Revyan.
"Ya udah ya udah, iya, gua pergi. BHYE!", ucap Revyan.
Namun setelah beberapa langkah, Revyan kembali mendekat ke arah Ira.
"Ngapain lagi lo? perlu gua panggilin pak kumis sekarang juga? iya?!", ucap Ira sambil berkacak pinggang.
"Nggak kok"
"jangan kangen ya, ucap Revyan setengah berbisik namun masih bisa terdengar jelas bagi Ira, sambil berlari begitu saja entah kemana.
Ira hanya bergidik ngeri mendengarnya.
Akhirnya Ira terbebas dari makhluk asing menyebalkan yang tiba-tiba datang begitu saja seperti tadi, Revyan.
"Aduh Ra, lo jangan galak-galak gitu dong. Apalagi sama the most wanted kayak Revyan. Kan kasihan kalo dia digalakin. Lagian Ra harusnya lo ga perlu usir dia, biarin aja dia tidur disini, kapan lagi coba kita bisa ngeliat the most wanted tidur, keren, cool, ganteng... Ah sempurna pokoknya", ucap Felly yang malah terkagum-kagum dengan Revyan.
"Whatt? Ganteng lo bilang? Keren? Cool? Sempurna? dari mananya?! buka dong mata lo. yang ada nih ya dia tuh cuman cowok risih yang nyebelin, nyusahin, yang ga ngerti perjuangan orang tuanya. pasti orang tuanya tuh udah susah-susah nyekolahin dia, eh dianya malah kesiangan lah, bolos lah, numpang tidur lah.... Dasar! Udah ah Fey, lanjut beberes yukk".