ALTA

ALTA
ALTA_03



..."Cantik kalau sakit itu jangan di pendam sendiri yah, kalau capek kabarin ya Deo gk mau kamu skit, cantik nya Bacham nggak boleh sakit."...


...-Aldeolandr rantara-...


...****************...


Tara mulai membuka matanya perlahan-lahan, ia merasakan sakit yang luar biasa di bagian kepala, Tara terus menahan rasa sakit yang mulai menjadi-jadi.


'Argh kenapa harus sekarang.' Batin Tara.


"Tara lo udah bangun," cicit Aldo yang baru tersadar dari lamunannya.


Tara sedikit mengeleng untuk menetralkan rasa pusingnya, dan menjawab pertanyaan Aldo dengan anggukan.


"Tara lo nggak papa kan? Mana yang sakit... siapa yang beraninya buat lo begini... Bunda Tara jawab jangan diem aja jawab dong," cicit Aldo.


Pertanyaan bertubi-tubi yang di beri Aldo membuat Tara sangat-sangat bingung. "Bunda nggak papa sayang, udah Aldo jangan khawatir lagi ya," ucap Tara pelan sambil mengelus pucuk kepala Aldo.


"Bunda jangan tinggalin Aldo ya... Aldo takut hiks... Aldo nggak mau di tinggal Bunda... Bunda jangan sakit-sakit lagi ya kalau Bunda capek bilang sama Aldo... Aldo nggak mau Bunda sakit, Anak-anak juga nggak mau liat Bunda sakit... nanti kalau Bunda sakit siapa yang mau manjain anak-anak trus siapa yang mau usap-usap kepala Aldo kalau lagi sakit... Bunda janji ya jangan sakit..." cicit Aldo panjang lebar.


"Bunda nggak sakit sayang... anak Bunda nggak boleh cengeng gini ihh sini peyuk bunda sayang."


Tara melebarkan tangan nya dan di balas Aldo dengan pelukan hangat, Aldo menenggelamkan kepalanya di balik ceruk leher Tara. Tara mengelus pelan pucuk kepala Aldo dan melerai pelukannya.


"Deo sama yang lain di mana?" Tanya Tara.


"Tu di luar, Bunda mau makan?"


"Suruh masuk ihh kasian pasti nungguin... Bunda nggak laper sayang," ucap Tara pelan.


"Tapi Aldo nggak mau ninggalin Bunda... Aldo takut ada orang jahattin Bunda dan sakitin Bunda lagi," lirih Aldo.


"Bunda nggak papa sayang," ucap Tara meyakinkan.


"Emm tapikan--"


"Nggak ada tapi-tapi," selip Tara.


Aldo bangkit dari duduknya dan melangkah kan kaki menuju pintu keluar.


Aldo berbalik melihat sendu Tara. "Tapi kan bun."


"Hm hm Aldo jangan bandel," nasehat Tara.


Aldo berdecak sebal dan memanggil tema-temannya.


"Masuk," seru Aldo dingin.


"Anjay, napa muka lo di tekuk les?" Tanya Dimas.


Ales singkatan dari Aldo si es, julukan yang di beri Dimas untuk sang kutub Aldo. Aldo hanya membalas dengan deheman, ia kembali duduk di samping Tara dan menjatuhkan kepalanyan di ranjang tepat dimana Tara tidur. Aldo memainkan tangan Tara dengan sangat gemas dan meletakkannya di pipi pria tersebut.


"Tara lo nggak papa?" Tanya Dimas


"Tara ada yang sakit... mana yang sakit sini Teo obatin," cicit Teo.


"Sett Bunda baik-baik aja." Balas Tara.


Tara melihat sekeliling mencari keberadaan Deo, ia clingak clinguk namun nihil Deo memang tidak ada di tempat.


Kemudian Tara bertanya kepada Leo. "Oreo," panggil Tara, sang empu hanya mengangkat sebelah alisnya. "Deo mana?" Tanya Tara.


"Tadi keruangan Dr. Handrik," selip Aldo yang masi setia memainkan tangan Tara.


Tara hanya membalasnya dengan anggukan dan kembali memainkan tangannya di pucuk kepala Aldo.


"Bunda... Bundaaa aa Taro mau itu," rengek Taro seperti anak kecil.


"Taro mau apa hum."


"Itu... itu... itu... aaa Bunda masa Aldo aja Taro juga mau," rengek Taro.


Aldo yang mendengar namanya di panggil seketika menegakkan kepalanya dan menatap Taro sinis.


"Uwuu Anak bunda, sini-sini," manja Tara.


"Nggak boleh," selip Aldo sinis.


"Aldo," panggil Tara.


"Tapi kan bun."


"Stt Aldo."


Aldo menatap Taro dengan tatapan tajam sambil berdecak sebal. "Ck awas lu Tar, gue abisin lo," oceh Aldo. Taro hanya menjulurkan lidahnya dan beralih tempat dengan Aldo.


Teo, Leo, Dimas dan Angga hanya menggelengkan kepalanya sembari membatin, bisa-bisanya orang sedingin Taro dan Aldo jika di hadapkan dengan Tara bakalan semanja ini.


"Heleh derama rumah tangga, lebay banget lo Les," ledek Dimas.


Aldo menatap Dimas dengan tatapan mematikan. "Diem."


Dimas bergidik ngerih saat Aldo menatap nya dengan tatapan mematikan. "Hihi... Ra nggak capek apa... omomg-ngomong anak lu ada berapa Ra?"


"Nggak kenapa... Ara belum punya anak, Ara aja belum nikah," balas Tara polos.


"Itu apa!"


"Oh ini Anak-anak Ara, umm anak Ara sekitaran dua ribu orang si kalau gk salah," ucap Tara.


Dimas yang mendengar itu terkejut tak percaya." Buset banyak bener."


"Um iya, termasuk Imas kan," balas Tara sambil tersenyum.


"I-iya juga si nggak salah."


Tara menganggu-anggukan kepalanya seperti anak kecil dan mengiyakan omongan Dimas. "Um iya."


                        ****


Jam menunjukkan pukul delapan malam, seorang gadis tengah duduk di tepi bibir ranjang sambil membaca buku, terlihat dari raut wajahnya gadis itu sangat frustasi dengan materi-materi yang ada di buku.


"Huwaa otak Ara nyerah, hiks Ara nggak tau lagii," gerutu Tara.


"Yaallah Ara depresot," cicit Tara dan beralih mengambil ponselnya.


Tara membuka ponselnya dan terlihat beberapa notif masuk yang membuat gadis itu tersenyum sembari menggelengkan kepalanya.


            DEO BAYI BESAR~~


||Ara uang jajan nya masi ada?


||Udah Deo transfer ya:)


||Ara mau ikut Deo ke bascam?


^^^                                                 @DEO BY BESAR masi kok, umm Deo Ara mau beli bebek boleh ndak?  ||^^^


^^^                               @DEO BY BESAR yudh Ara ganti baju dulu ya.||^^^


Setelah membalas pesan dari Deo, Tara beralih membuka pesan dari Anak-anak nya yang lain.


             Abg Aldo/anak Tara~~


||Bunda udah baikan?


  Bunda nggak ke bascam?


  Oh iya skincarenya masi ada atau udah abis?


||Tadi Aldo beliin skincare buat Bunda nanti Aldo anter ya bun.


              Taro si anak manja~~


||Bunda tadi Taro beliin skincare buat Bunda nanti di pakai ya


  Bunda udah makan belum?


   Mau Taro beliin apa?


                 


                  Teo ank ke 2~


||Ra tadi gue beliin bebek buat lo


Mata Tara berbinar ketika membaca pesan dari Teo, bebek kiyaa bebek is my drim mungkin seperti itu fikiran Tara saat ini.


               


...             Leo malkis abon~...


||Ra gue download film bebek salto, lu mau nonton nggak?


              


...                Neng imas~~...


||Ra kandang bebek lu udah di perbaiki sama anak" sekalian di kasi wahana hiburan di dalamnya.


Semua pesan singakat itu berhasil membuat mood Tara membaik, ia segera mengganti baju tidurnya dengan setelan celana lepis hitam dengan jaket kulit berwarna hitam dan tak lupa tas selempang yang ia bawa sebagai wadah untuk handpone kesayangannya.