
peter melempar pandangan ke sekeliling ruangan dan bisa mengenali ardi dengan sekali lihat.
dia segera mendekat dengan langkah percaya diri,peter berhenti tepat didepan ardi sedang duduk.
"halo saya peter"
reflek ardi berdiri dan menyambut uluran tangan peter.
"saya ardi..silakan duduk."
peter memesan segelas kopi untuknya karena ardi sudah lebih dulu memesan.
"jadi ada apa tuan ingin bertemu saya ?"
"to the point aja,sebenarnya saya cuma ingin berkenalan dengan calon suami alisa.saya penasaran karena selama ini dia tidak pernah bercerita kalau memiliki pacar apalagi calon suami"
"oh..kami memang tidak pacaran.saya sudah kenal dengan alisa sejak tiga tahun yang lalu di kedai"
"kamu serius dengan alisa?"
"saya lebih dari serius,makanya saya ngajak dia menikah dan bukan pacaran" jawab ardi mantap.peter teringat beberapa hari lalu alisa mengatakan bahwa ardi merupakan pria baik-baik.
lain dengan dirinya yang selalu bergonta-ganti wanita untuk menjadi pemuas nafsunya saja.
"dia itu penakut,cengeng,bawel banget lagi.kamu kuat?"
"alisa manis kok,baik banget malah"
"kalau saya ngasih hadiah mahal ke alisa apa kamu marah?"
"tergantung..niat kamu sih"
"niat saya buat ngasih yang terbaik karena alisa mau menjalani kehidupan yang baru.ada masalah ?"
"apa kamu suka sama alisa?"
"haha..suka??cewek mungil kayak dia bukan tipe saya.dia itu sudah seperti adik saya sendiri,jadi kalau kamu nyakitin perasaannya sedikit aja kamu berurusan sama saya"
"bagus..kapan kalian menikah?"
"alisa belum bilang ?"
"beberapa hari ini saya sibuk jadi belum bertemu dia"
"jum'at besok kami menikah secara agama.dua minggu lagi baru kami akan menikah di kantor urusan agama dikampung alisa"
"oh..selamat kalau begitu" peter menunjukkan wajah bahagianya didepan ardi dan sepertinya ardi juga percaya bahwa peter hanya menganggap alisa sebagai adik.
"terima kasih"
"kalau begitu saya permisi dulu,terima kasih untuk waktunya.ini kartu nama saya,kalau ada masalah apapun jangan sungkan buat menghubungi saya di nomor itu"
"oke peter,terima kasih" ardi memandangi punggung peter yang semakin jauh dan akhirnya hilang saat lelaki itu berbelok.dalam hatinya banyak tersimpan tanda tanya,tapi sebaiknya dia memikirkan pernikahannya dengan alisa.
dia masih harus mempersiapkan barang seserahan yang akan dia berikan pada alisa.dia juga akan membeli mas kawinnya,tapi ardi lupa belum menanyakan pada alisa apa yang gadis itu inginkan sebagai mas kawinnya.
ardi memutuskan untuk pergi ke kedai dan berbicara pada alisa.gadis itu begitu menarik perhatiannya selama ini.dia rela menjomblo selama tiga tahun demi untuk dekat dengan alisa.
peter yang sudah sampai dirumahnya langsung pergi ke kamar dan merebahkan badannya diatas ranjang.
dia memikirkan alisa yang tinggal menghitung hari akan menjadi milik orang lain.
peter merasa tak rela,selama ini dia yang menjaga dan menemani alisa.meskipun ardi merupakan pria yang baik,tapi peter masih tidak bisa merelakan alisa untuk lelaki lain.
dia sadar betul alisa hanyalah sahabatnya.dari dulu dan sampai kapanpun akan tetap begitu.apa sebenarnya yang dia rasakan saat ini?
kenapa dia merasa apapun yang dilakukannya hari ini serasa kurang pas.
"al... kenapa tiba-tiba aku takut kehilangan kamu?"
BERSAMBUNG
maaf pendek readers..tapi mohon dukungannya ya :)