
"hey al...kamu mau kemana?kembali kesini!!!"
"maaf peter,aku bukan perempuan bodoh yang selalu mengejar-ngejar kamu kemana saja.urusanku sudah selesai disini,aku masih banyak pekerjaan di kedai"
"sebenarnya berapa harga kedai milik pamanmu itu?aku akan membelinya"
"dengar ya peter kamu mungkin kaya, tapi pamanku tidak akan menjualnya demi apapun"
"oh ya?"
"coba saja!!" dengan itu alisa pergi meninggalkan peter yang malah tersenyum congkak.dia berpapasan dengan seorang wanita cantik nan aduhai yang meliriknya dengan sinis.
"sombong amat,palingan juga ditolak ama tuh cowok brengsek"
alisa menyalakan motor matiknya dan meninggalkan halaman parkir yang sangat luas milik peter darusman.lelaki blasteran prancis-jawa pewaris satu-satunya perusahaan pengolahan makanan yang cukup sukses adalah sahabatnya dari kecil.
tapi entah kenapa semakin dewasa sifat brengseknya malah semakin menjadi.
kedua orangtuanya yang tinggal diluar negeri jarang pulang ke indonesia dan dia hanya ditemani para pelayan pria saja dirumahnya yang megah.
alisa kembali ke kedai makanan milik pamannya yang sekaligus menjadi tempat dia tinggal selama ini.
ingin rasanya dia beristirahat,tapi begitu melihat kedai sangat ramai alisa melupakan rasa lelahnya dan membantu bibi atun melayani pembeli.
"kamu kemana aja sih,lama banget?!!" bibi atun mulai mengeluarkan kata-kata pedas pada alisa yang bahkan belum istirahat sama sekali.ini semua karena peter yang menahannya cukup lama dengan mengajaknya bicara ini-itu,jadi alisa hanya bisa meminta maaf karena sebanyak apapun dia menjelaskan sang bibi akan tetap menyalahkannya.
dia melayani pembeli dengan tersenyum membuat para pelanggan pun senang.semua masakan yang tersedia merupakan masakan alisa yang merupakan lulusan sekolah khusus memasak.
paman rudi adik dari ayahnya begitu menyayanginya sedari kecil.paman rudi yang dua kali lipat umurnya sudah menikah dengan bi atun cukup lama,tetapi mereka belum juga dikaruniai anak.
saat kedai sudah sepi alisa masih harus mencuci piring dan menyapu lantai.syukurlah makanannya hanya tersisa sedikit.sebentar lagi dia bisa menutup kedainya dan beristirahat.
bi atun dan paman rudi sedang duduk didalam menghitung hasil penjualan hari ini.bi atun sudah seperti bos besar,di tangan kanan dan kirinya berhiaskan gelang emas.leher dan jari-jari tangannya tak lepas dari kemilau perhiasan.
paman rudi sudah sering mengingatkan agar semua perhiasannya disimpan dirumah saja,tetapi istrinya itu tetap saja ngeyel.
"hai al,makanannya masih nggak?aku laper nih"
"yah tinggal telor balado sama sayur aja gimana?"
"boleh deh,makan disini ya,minumnya es teh manis"
ardi merupakan pelanggan tetap sejak dulu.dia bekerja di sebuah kantor ekspedisi dan sering kali memesan banyak makanan untuk teman-teman kantornya.
lima menit kemudian alisa memberikan sepiring nasi beserta lauk yang cukup banyak pada ardi.
"makasih ya...kamu emang terbaik"
"biasa aja kali,semua pelanggan emang aku kasih makan" ucap alisa sambil tersenyum riang.
"oh iya,kamu mau nggak kerja ditempat aku al?disana ada lowongan buat bagian admin"
"ah..bener juga"
"aku tinggal ke belakang dulu ya"
alisa berjalan menuju dapur dan meletakkan sapunya di ruang belakang.
"siapa didepan al?"
"ardi,paman..."
"oh..yaudah sana temenin"
"baik paman"
"al...ini bayaran kamu" bi atun menyodorkan selembar uang lima puluh ribuan.alisa menerimanya lalu permisi untuk kedepan.tak lupa dia mengucapkan terima kasih pada paman dan bibinya.
"tambahin kenapa sih bu.alisa kan udah capek masak,bersih-bersih,ngelayanin juga"
"masih untung aku kasih segitu,makan gratis tempat tinggal gratis dikasih segitu tiap hari juga udah banyak pak"
rudi hanya geleng-geleng kepala.
"ya udah ayo kita belanja buat besok"
atun dan rudi berjalan keluar meninggalkan ardi dan alisa yang masih mengobrol.
"kamu kok betah sih sama bibi kamu itu?"
"ck..dia udah ngerawat aku dari kecil ar"
"tapi omongannya itu loh,pedes banget"
"pedesan juga mulut netijen"
"lo ngatain gue?"
"haha..ya enggak lah.lo sensi amat kaya cewek lagi pms"
mereka berbincang-bincang sampai pukul 9 malam.ardi pamit pulang karena melihat alisa yang sepertinya sudah sangat mengantuk.
alisa mengunci semua pintu dan pergi kekamar mandi untuk mandi.dia akan pergi tidur setelahnya karena badannya benar-benar lelah.
jam 3 pagi nanti paman dan bibinya akan mengantar bahan mentah untuk dimasak.begitu seterusnya setiap hari tanpa ada libur.sebenarnya alisa sudah jenuh tapi demi membalas budi kepada mereka alisa akan bertahan.
BERSAMBUNG
tolong tinggalkan jejak ya kak :))