Alisa

Alisa
propose



alisa pulang dari rumah peter sekitar pukul sembilan pagi.hari ini kedai terpaksa libur karena peter yang memaksa bahkan memberi bi atun uang sebagai kompensasi.


alisa harus pergi kerumah pamannya terlebih dulu untuk mengambil kunci kedai.rumah yang bagi alisa cukup mewah merupakan rumah paman dan bibinya.


dulu alisa memang tinggal disana,tapi begitu pegawai di kedai mengundurkan diri alisa harus menggantikan pegawai tersebut untuk tinggal di kedai yang cukup sesak oleh barang-barang.kamar alisa saja hanya terdiri dari dipan kecil dan lemari plastik susun empat yang terlihat sudah kusam dimakan usia.


"alisa!!"


gadis itu menoleh dan mendapati ardi yang tengah menaiki kendaraan bermotornya.


"hey ar..mau kemana?"


"mau ke kedai kamu beli makanan"


"sorry ar,kedainya tutup hari ini"


"oh..tumben tutup?"


alisa mengangkat bahu karena tak mau menceritakan yang sebenarnya.


"kita jalan yuk mumpung kamu libur"


"kamu nggak ada acara emang?"


"enggak kok sa,ayo buruan"


"ya udah tapi aku mau ambil kunci kedai dulu ditempat paman"


"loh emang kamu dari mana?"


"nginep ditempat temen"


sepertinya alisa cukup nyaman berdua dengan ardi.ardi merupakan pria yang baik dan sangat perhatian.baru kali ini sania bisa bebas pergi berdua dengan lelaki.


masa-masa sekolah dulu,peter selalu saja mengintimidasi murid laki-laki yang akan mendekatinya.selepas sma dia terlalu sibuk hingga tak sempat memikirkan tentang urusan asmaranya.


"sa.." ardi berbisik ditengah-tengah pemutaran film yang sedang berlangsung


"hmm"


"kamu mau nggak jadi istriku?"


alisa tak menoleh ataupun nampak terkejut,tapi dalam hatinya dia merasa sangat senang.jantungnya kini berdebar-debar tak karuan mendengar pertanyaan dari ardi.


"kamu serius ar?"


"serius lah..gimana?"


alisa hanya mengangguk membuat ardi tersenyum bahagia.diam-diam ardi mengambil sebuah cincin dari sakunya dan memakaikannya di jari manis alisa.


"sssttttt apaan sih.malu tau" ardi mencium alisa membuat pipi gadis itu memerah karena malu.dia membisikkan kata terima kasih di telinga alisa dan menggenggam tangan gadis itu erat.


"nanti aku mau minta ijin sama paman kamu"


"iya.."


"kamu kok bisa suka sama aku ar?"


"kalo kamu kenapa mau nerima lamaran aku?"


"curang,aku kan nanya duluan tadi" ardi tersenyum mendengar protes


"oke..hmm sebenernya aku udah suka lama sama kamu.tapi aku belom berani bilang karena nunggu waktu yang pas.kamu itu baik,rajin dan keliatan sayang sama keluarga kamu makanya aku rela nunggu.sekarang giliran kamu,kenapa kamu mau nerima lamaran aku?"


"hmm..nggak tau juga.aku cuma ngerasa nyaman deket sama kamu'


"hehe emangnya aku kasur bikin nyaman?"


"bisa jadi..."


"sofa?"


"bukan lah ar..kamu itu kayak rumah impian aku yang sederhana tapi aman dan nyaman buat ditempati"


"ah..so sweet banget sih kamu"


"oh iya,tapi kamu juga harus ngomong sama bapak-ibu dikampung ya?terus peter juga,dia itu sahabat aku dari sd"


"peter itu cowok?"


"iya ar..tenang aja dia baik kok orangnya.yaa...nakal dikit sih"


"oke.."


"kalo gitu abis dari sini kamu ketemu sama ibuku"


"emang nggak pa-pa ar,apa nggak terlalu cepat?"


"ya enggaklah,malah aku maunya kamu cepet-cepet jadi istriku"


sampai film berakhir mereka malah sibuk berdiskusi.untung saja yang ditontin merupakan film komedi jadi beberapa kali suasana menjadi gaduh karena penonton tertawa serempak.


alisa sungguh penasaran dengan reaksi bi atun nanti akan seperti apa.


BERSAMBUNG


klik suka dan komen banyak-banyak ya kakak :)