Alisa

Alisa
Player



pukul delapan pagi seperti biasa alisa mengantar makanan khusus yang dipesan peter.


"al..kamu cantik deh"


"dari lahir kali"


"al..lo inget nggak waktu kelas lima SD gue pernah...."


peter melirik rok ketat berukuran 3/4 yang dipakai alisa hari ini sambil tersenyum nakal.


"nggak"


"kalo gitu biar gue ingetin" peter bangkit dari duduknya dan mendekati alisa.gadis itu langsung menyingkir karena takut peter akan berbuat kurang ajar dengan mengangkat roknya seperti yang dilakukan waktu kecil dulu.


"jangan macem-macem deh,aku lagi megang pisau loh"


alisa melanjutkan memotong jeruk nipis untuk melengkapi soto buatannya.


"haha..kamu ngancem aku pakai pisau itu??" peter tertawa meremehkan.


"makanya jangan macem-macem.nih udah selesai.aku mau pulang"


"tunggu..kok langsung pulang.nanti kalau nggak enak aku nggak bisa komplain dong?" wajah pucat alisa tak luput dari perhatian peter.dia sengaja menyuruh alisa untuk menunggu sampai dia selesai makan.


"a.."


"apaan sih..itukan makanan kamu"


"kamu pucet banget,apa perlu aku suapin pake mulut?"


"nggak....emm"


alisa menepuk lengan peter cukup keras karena lelaki itu menjejalkan makanan secara paksa saat alisa sedang berbicara.


"enak kan.."


"ya enak lah,makanya kamu bayar aku mahal"


"nih lagi"


alisa refleks membuka mulutnya.sebenarnya sejak sd kelas 6 hingga sma mereka sangat dekat.sampai-sampai murid perempuan yang menyukai peter selalu merasa terganggu dengan keberadaan alisa,sementara murid lelaki yang menyukai alisa merasa takut karena peter yang selalu menempel pada alisa.


akhirnya semangkuk soto beserta nasinya ludes dimakan mereka berdua.


"wah...abis.aku mau lagi!"


"tenang aja,aku siapin satu panci kuah sama yang lainnya.kamu tinggal nyuruh pelayan kamu buat siapin.oke?aku mau pulang"


"hey al...masih pagi kali"


"bye peter"


lelaki itu menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.alisa satu-satunya wanita yang tak terpengaruh dengan pesonanya.selama lima belas tahun persahabatan mereka,alisa tidak pernah berubah kecuali kebaikannya yang semakin lama semakin bertambah.


padahal sejak lulus sma peter sudah menawarkan pada alisa untuk bekerja ditempat orang tuanya saja.tapi gadis itu menolak karena lebih memilih untuk membantu pamannya bekerja di kedai.


peter segera bersiap-siap untuk berangkat ke kantor.akan ada produk baru yang segera dipasarkan,jadi dia harus bekerja ekstra keras mengawasi proses produksi dan meminimalisir kesalahan di pabrik.


"lan..telfon kaitlyn buat menemani saya nanti malam"


"baik bos"


alan sang asisten pribadi langsung melaksanakan tugasnya.dia selalu mendapat tugas untuk menghubungi wanita mana yang akan mendapatkan kesempatan untuk memuaskan bosnya selama satu malam.


lagipula sebelum menjadi wanita satu malam tuan peter,wanita yang rata-rata berprofesi sebagai model,aktris hingga sosialita selalu menandatangani perjanjian hitam diatas putih bahwa mereka melakukannya atas dasar suka sama suka.


hari ini peter juga akan menilik langsung kegiatan di pabrik,biarkan ini menjadi kejutan bagi para manajer dan staff disana.dia juga mendengar kabar dari salah seorang informan bahwa beberapa karung bahan mentah menghilang dari gudang penyimpanan pagi tadi.


yang membuat peter penasaran adalah kenapa dari pihak pabrik tidak ada yang melaporkannya secara langsung.


atau jangan-jangan ada yang melakukan penyelewengan di pabriknya?


sore pukul 7 peter sengaja mampir ke kedai milik paman alisa.paman dan bibi menyambut peter dengan hormat.apalagi bi atun yang langsung membawa peter ke ruangan khusus yang ada disamping kamar alisa.


disana tersedia sofa,meja serta tv berikut kipas angin.


"peter udah lama banget nggak main kesini.kamu gimana kabar?"


peter menjawab sambil mencari kemana perginya alisa.sepertinya tadi dia sempat melihat bi atun mendorong agar alisa keluar dari ruangan.


"oh iya tante saya boleh ajak alisa pergi nggak?ada urusan bisnis yang harus saya bicarakan berdua"


"oh..boleh kok boleh.alisa!!"


"ada apa bi?"


"cepet sana siap-siap,peter mau ajak kamu pergi"


"tapi bi..."


bi atun sudah mendorong alisa masuk kekamarnya yang tak seberapa besar.


"dandan yang cantik!" ucap bi atun pada alisa sebelum menutup pintu.dia tersenyum manis pada peter lalu menyusul suaminya kedepan untuk melayani pembeli.


"kamu mau bawa aku kemana sih?"


"kita nonton"


"apa?kenapa tadi nggak ngomong kalau mau nonton"


"kenapa?kamu mau nyari alasan buat nolak?"


"iyalah..kamu nggak liat tadi kedai lagi rame?"


"paman sama bibi kamu pasti bisa tanganin al.lagian aku udah minta sama mereka supaya kedai besok libur"


"apa?!!terus gimana pelangganku yang lainnya?!"


"ayolah al..masih banyak kedai lainnya.aku kesepian nggak ada yang bisa diajak main"


"haha..kamu boong banget.tiap hari cewek yang dateng aja ganti-ganti.kamu nggak capek main terus?" alisa mencibir mendengar peter yang mengeluh kesepian.


"ah..kamu kasar banget al,mereka itu bukan mainan.aku cuma seneng-seneng doang kok..mereka juga nggak terpaksa ngelakuinnya"


"ah terserah..aku nggak ngerti yang gituan"


"kamu pengen tau??"


"nggak!!" alisa mendorong wajah peter menjauh.alisa heran kenapa peter selalu menjadikan hal seperti itu sebagai candaan?pada akhirnya mereka berdua tertawa bersama.


BERSAMBUNG


ada yang mulai suka cerita ini??


yukk dukung aku ya semuanya.