
pukul empat dini hari alisa terbangun,badannya terasa segar karena cukup beristirahat.awalnya dia bingung sedang berada dimana,tapi begitu melihat peter tertidur di sofa alisa teringat bahwa dirinya semalam memang menonton film dirumah sahabatnya itu.
saat dia ingin berjalan keluar ruangan alisa bingung karena pintunya terkunci.
"hey peter..peter kenapa kamu kunci ruangan ini?"
"ah..berisik al aku masih ngantuk"
"mana kuncinya?"
"nggak tau"
"ish..ngeselin" alisa lalu berjalan kearah kamar mandi dan mencuci wajahnya disana.
"hey peter..ayo kita jalan-jalan"
"apaan sih al,sekarang jam berapa?"
"jam 4.15"
"ah..c'mon ini masih pagi banget.aku biasa olahraga jam 6"
"nah..makanya sekarang aku ajakin kamu jalan-jalan.ayo bangun...."
alisa menarik tangan peter tapi justru malah dia yang tersungkur ke atas badan kekar peter.
parahnya lagi lelaki itu malah memeluk tubuh alisa sangat erat dan memojokkannya disofa.
"peter bangun...emangnya aku bantal guling apa?!!" mata alisa membulat begitu melihat banyak tanda merah dileher peter.
"hey..peter kenapa dileher kamu banyak tanda merah?kemarin belum ada kan?"
shit!!!!ini pasti kaitlyn yang membuatnya!
"itu kan perbuatan kamu al.kamu kemaren tidur sambil nyender dibahu aku,eh lama-lama malah ngelunjak nyiumin leher"
"haha...itu kamu pasti mimpi.awas aku mau bangun" alisa tertawa garing lalu bangkit dari sofa begitu peter melepaskan pelukannya.
"al..kamu bisa siapin roti hangat sama kopi?aku lapar"
"gimana kalau akau bikinin nasi goreng?"
"nasi goreng plus plus ya??"
alisa mengangguk bersemangat karena dirinya juga merasa sangat lapar.
peter duduk dan merogoh saku celananya tapi kunci yang dicari tak ditemukan dimanapun.
"mana cepetan!!"
"ilang al..coba kamu bantu cari"
"kok bisa?!"
"aku lupa taruh dimana"
"aishh...makanya jangan dikunci"
"kamu lupa pelayan dirumah ini semuanya cowok ?"
"terus kenapa kalau cowok?"
"kan ada kamu alisa....kalau ada yang nekat gimana?!ya walaupun badan kamu nggak menarik-menarik banget sih,tapi tetep aja bahaya"
alisa kesal karena merasa diremehkan oleh peter.
setengah jam kemudian baru peter ingat kalau kuncinya ada di kantong sebelah kiri dan bukannya sebelah kanan.
"hey al..kuncinya ketemu!"
teriak peter,alisa mendekat dengan wajah sumringah.
"dimana?"
"dikantong kiri"
"what?!!"
"tadi aku baru inget kalau celana ini ada kantong kirinya"
"peter!!!!!!!!" alisa mengejar peter yang lari ketakutan akan dipukuli oleh alisa.
"ampun al..ampun.ayo kita bikin nasi goreng,oke ??"
mereka berjalan kedapur dengan lengan peter yang berada di bahu alisa.
"kita udah kayak saudara ya al?oh iya kabar orang tua sama adik-adik kamu gimana?"
"baik..tiap pagi aku telfon.anisa sama fauzi udah smp sekarang"
"nanti telfon ya..aku pengen ngobrol juga"
alisa mengangguk lalu mulai menyiapkan bumbu dan bahan-bahan lainnya.
peter juga ikut membantu memotong bahannya sementara alisa menyiapkan air lemon madu hangat untuk mereka berdua.para pelayan sudah berseliweran melakukan pekerjaan mereka masing-masing.
"adam...apa kaitlyn sudah pergi?"
"belum tuan"
"bawa dia ke mobil dan suruh sopir mengantarnya pulang!"
"baik tuan"
"jadi namanya kaitlyn,cewek yang udah bikin leher kamu merah-merah?" tanya alisa menggoda.
"yah mau gimana lagi,banyak yang ngejar-ngejar aku sih"
terdengar teriakan seorang wanita dari depan,tapi peter cuek saja mendengarnya.bahkan wanita itu memanggil nama peter berkali-kali.
"kamu tega banget sih sama cewek,ntar giliran kamu suka sama orang ditinggal kawin baru tau rasa kamu!"
"wah..wah sahabat macem apa kamu malah nyumpahin aku kayak gitu?!"
"aku ngingetin kamu supaya cepet-cepet tobat tau nggak!"
"iya..tapi nggak sekarang"
"dasar buaya!"
peter hanya tertawa menanggapi alisa yang nampak kesal.
BERSAMBUNG