
"pagi peter..."
"kamu kenapa?kayaknya seneng banget hari ini" peter merasa heran karena hari ini alisa terlihat sangat bersemangat.
"iya dong,kemaren kan udah libur"
"halah..kalau aku nggak ngasih uang ke tante kamu mana mungkin kemaren kedai diliburin"
"hehe..makasih ya peter sahabatku...oh iya aku ada kabar bahagia"
"apaan?"
"aku kemaren dilamar sama ardi"
aura wajah peter langsung berubah drastis.dia terlihat sangat berbeda tapi alisa tidak menyadarinya karena dia sibuk menyiapkan sarapan untuk peter.
"ehm..ardi siapa?kok aku baru denger?"
"pelanggan di kedai.dia kerja di kantor ekspedisi"
"terus kamu terima?"
"iya lah...dia itu cowok baik-baik.aku aja kaget waktu dia ngelamar aku"
saat alisa berbalik peter memasang senyum sebaik-baiknya.
"kenalin dong al..kamu ada fotonya?"
"ada tuh di hp,cari aja"
peter segera mencari dan mengirim foto ardi ke ponselnya.dia akan menyelidiki diam-diam calon suami sahabatnya ini.
"gimana,manis kan?"
"ah manisan juga aku"
"ampun sultan,sultan memang yang paling manis" peter mau tak mau tersenyum mendengar ledekan alisa padanya.
peter bangun dari duduknya dan langsung memeluk alisa begitu erat.
"kamu kenapa sih?"
"nggak pa-pa,aku cuma terharu sahabat paling galak,cerewet,jelek kayak begini akhirnya laku juga"
alisa tertawa tapi air matanya menggenang begitu mendengar peter mengatakan kalimat tadi.
"makasih loh udah bikin kedai libur,aku jadi bisa dapet jodoh"
cup
alisa mencium pipi peter dan meninggalkan lelaki itu begitu saja.dia menyajikan makanan yang peter pesan kemarin.
"aku pulang dulu ya,besok aku kabarin deh kapan mau ngenalin kekamunya"
peter terdiam,harusnya sekarang dia merasa senang.tapi kenapa dia malah merasa tak rela alisa akan menikah dengan orang lain?
dia menatap makanan di hadapannya seperti sedang melihat alisa.
apakah gadis itu akan tetap memasak untuknya bila sudah menikah nanti?
akhirnya peter mengirimkan foto tadi kepada bawahannya agar dia cepat segera mendapat info detail mengenai calon suami alisa.
beberapa hari berikutnya alisa merasa bahwa peter seperti sedang menghindarinya.tiap kali alisa mengantar makanan peter tak terlihat padahal biasanya lelaki itu sudah menunggu diruang makan dan mengganggunya.
para pelayan pun mengatakan bahwa peter sedang sibuk dan tak bisa diganggu.
memang benar peter sedang mengurusi penyelewengan di pabrik,tapi lelaki itu juga sedang mengisolasi diri dari alisa.dia sedang mengetes dirinya sendiri bagaimana rasanya menjalani hari-hari tanpa berinteraksi langsung dengan alisa.
peter hanya bisa melihat kepergian alisa dari jendela kamarnya.
rasanya aneh,alisa adalah satu-satunya sahabat yang tulus berteman dengannya.peter merasa sangat kehilangan dan entah kenapa ingin sekali dia menghalangi alisa untuk menikah dengan ardi.
tapi dari data yang kini ada digenggamannya peter tidak punya alasan satupun.
peter sudah memutuskan untuk bertemu dengan ardi tanpa sepengetahuan alisa.
dia menghubungi nomor yang tertera dan segera memperkenalkan diri.herannya ardi langsung paham bahwa yang menghubungi adalah peter,seorang sahabat yang pernah alisa ceritakan.
"bagus kalau kamu sudah kenal saya,gimana kalau hari ini kita bertemu?"
"bisa..saya free dari jam 7sore"
"kalau begitu kita ketemu di cafe x jam 7 sore"
"oke"
sementara itu alisa begitu sibuk karena menyiapkan pesanan makanan untuk malam hari.paman dan bibinya sibuk didepan melayani pembeli didepan.sebentar-sebentar dia teringat dengan peter.memang lelaki itu membalas pesannya,tapi rasanya sungguh berbeda dan menjawab seadanya.tidak ada lagi peter yang selalu menggodanya di pagi hari ataupun melalui pesan singkat.
alisa benar-benar galau memikirkannya.
BERSAMBUNG
maaf kalau pendek-pendek kak..tapi semoga masih bisa menghibur kalian semua ya :D