
“ Kita akan menyerang saat malam tiba! Kalian mengerti! “.
“ Baik “.
Hari semakin malam dan tim 5 memutuskan untuk beristirahat hingga pagi tiba. Mereka tidur bergantian demi menjaga gulungan mereka tetap aman.
“ Set~ Set~ Set~ “ Yuuto dikepung oleh tiga orang yang terlihat sangat kuat.
“ Cih! Teknik atribut... percepatan! Bwuushh~ “ Yuuto bergerak cepat dan menendang bagian leher salah seorang musuh namun berhasil ditahan dengan mudahnya.
“ Jedar! “ Yuuto malah menerima pukulan dari musuh. Pukulan itu terasa sangat begitu menyakitkan.
“ Heegh~ “ Yuuto dicekik oleh seorang diantara mereka.
“ Tamat riyawatmu sekarang! “ cekikan itu perlahan semakin kuat membuat Yuuto sulit bernafas.
“ Teknik angin... tebasan angin! “ Akira berlari kearah mereka dan melepaskan teknik miliknya. Yang dimana tekniknya dapat membelah sesuatu menjadi dua bagian.
“ Cih! Ada pengganggu! “ mereka mundur beberapa langkah meninggalkan Yuuto yang terkulai lemas memegang lehernya.
“ Jangan bertindak sendirian! Dasar bodoh! “ kesal Akira terhadap Yuuto.
“ Minggir kau! Aku tak butuh bantuanmu! “.
“ Kali ini! Aku pasti mengalahkannya “.
“ Hah~ hah~ teknik atribut... percepatan! Bwuush~ “ Yuuto kembali menyerang sekuat tenaga setiap pukulan dan tendangan dengan mudahnya dihalau oleh mereka.
“ Sialan~ Uhuk! Melawan mereka saja aku tak bisa “ Nafas Yuuto terdengar keras dan ia mengeluarkan darah dari mulut sepertinya teknik atribut itu sungguh membuat tubuhnya terbebani.
“ Hahaha~ ternyata kau tak sekuat yang aku bayangkan... “.
“ Hyaaaa! “ Yuuto berniat menyerang kembali. “ Brak! “ namun Akira memukul perut Yuuto hingga membuatnya pingsan.
“ Apa yang kau lakukan bodoh... ah~ “ Yuuto terjatuh diatas tanah.
“ Aku adalah bintangnya sekarang! Persiapkan diri kalian! “ Akira menatap dengan tajam kearah ketiga musuhnya.
“ Memangnya apa yang bisa kau lakukan... bukankah sebelumnya kau hanya bergantung dengan bocah itu “ Mereka merendahkan Akira seperti anak kecil.
“ Teknik angin... “.
*Flashback
“ Ingat Akira! teknik ini berbeda dengan teknik atribut yang dapat menambah kecepatan secara fisik. Teknik ini mengandalkan akurasi serta ketepatan dalam penggunaan dorongan angin pada telapak kakimu dengan menggunakan energy anginmu sebagai pendorong... jika kau salah perhitungan... bisa saja teknik ini malah beresiko bagimu “.
“ Kini aku akan mencoba teknik itu guru... “ Batin Akira.
Akira menggoyangkan badannya kekiri dan kekanan seakan sedang menari dalam tenang, “ Teknik angin... wind runner! Bwuusshh! “.
Akira menendang serta memukul badan dan wajah ketiga musuhnya dengan sangat cepat seperti ia terlihat melakukan serangan terhadap ketiganya secara bersamaan.
“ Set~ sudah kubilang untuk bersiap bukan! “ gumam Akira terlihat keren setelah mengalahkan ketiga musuhnya.
“ Uuugghh~ dia ternyata kuat “ ketiga musuh terkapar tak sadarkan diri secara serentak.
Akira mengambil gulungan milik musuh dan menggotong Yuuto kembali ke tempat mereka beristirahat tadi. Fanny yang telah terbangun karena keributan tersebut terlihat cemas saat Akira membawa Yuuto dengan penuh luka.
“ Fanny... tolong sembuhkan Yuuto “ Akira terlihat sangat dewasa saat ini.
“ Aku tidak menyangka ia ternyata sudah dewasa “ Fanny memuji Akira sembari menyembuhkan Yuuto dengan teknik air miliknya.
“ Xixixi... jika terbangun aku akan menyombongkan diriku! “ Seru Akira berharap bisa menyombongkan diri kepada Yuuto.
“ Aku menarik kembali kata-kata ku ! “ batin Fanny melihat tingkah Akira.
Yuuto terbangun dan tersentak terkejut menjerit kencang, “ Musuhnya! “.
“ Cih! Keberuntunganmu sepertinya tinggi “.
“ Hah! Apa kau bilang “.
“ Makasih... pecundang... “ Yuuto bertrimakasih dibalik senyum kecilnya.
“ Sama-sama... tapi tunggu... siapa yang kau sebut pecundang !? “ Akira menatap Yuuto dengan tajam.
“ Sudah... sudah kalian... lebih baik kita melanjutkan perjalanan kita keluar dari hutan ini “ Saran Fanny terhadap tim 5.
Kini tim 5 kembali bergerak menuju keluar hutan lebih cepat agar takkan ada musuh yang lebih kuat lagi muncul. Tim 5 berhasil mendapatkan 3 gulungan tanpa harus mencari musuh.
---
“ Hah~ hah~ mereka terlalu kuat Ryuta “ tim 6 sedang berlari menjauh dari tim yang memburu mereka.
“ Kita harus bersembunyi terlebih dahulu untuk mengatur rencana mengalahkan mereka “ Ryuta memberi saran kepada anggota tim.
Tim 6 bersembunyi di dalam gua dan menyusun strategi serangan balik.
“ Hey... cepat keluar kalian... “ tempat persembunyian tim 6 telah diketahui oleh musuh.
“ Teknik api... bola api! “ Ryuta melancarkan serangan dari dalam gua yang terlihat gelap.
“ Teknik seperti itu takkan bisa mengalahkan kami! “ teknik tanah... wallblock! “ serangan Ryuta berhasil ditahan sepenuhnya.
“ Lakukan sekarang! “ ternyata sesuai dugaan Ryuta musuh pasti akan menahan tekniknya dan itu adalah kesempatan untuk Kenzo dan Dante keluar dari dalam gua dan menyerang musuh dari luar.
“ Teknik petir... strikebolt! “ Kenzo menyerang seorang dari mereka dengan tekniknya. Teknik strikebolt adalah teknik petir umum dimana pengguna mampu menembakkan aliran petir melalui jarinya.
“ Teknik tanah... earthshoot! “ Dante menyerang seorang lagi dengan tekniknya. Yang dimana teknik ini dapat menembakkan sebongkah batu dengan kecepatan yang luar biasa.
Kenzo dan Dante menyerang secara bersamaan membuat musuh berhasil dikalahkan.
“ Yang satu ini biar aku yang urus! Teknik api... flameblaster! “ Ryuta menyerang secara telak kearah musuh.
“ Aaaargh! “ musuh terbakar dan tak sadarkan diri. Ryuta segera menghentikan tekniknya agar musuh tak mengalami luka yang parah.
“ Yosh~ kita sudah dapatkan gulungannya! “ gembira tim 6.
Ryuta sungguh sangat mahir dalam melihat situasi dan mengatur strategi yang tepat menghadapi musuhnya.
Belum saja hari ketiga berakhir ujian tahap kedua telah selesai dan hanya 15 tim saja yang berhasil lulus ke tahap terakhir.
“ Baiklah, ujian tahap kedua telah selesai selamat kepada kalian yang sudah berjuang keras untuk lulus dan bagi kalian yang belum lulus... latih lagi skill dan talenta yang kalian miliki! Trimakasih! “ seru Shino melalui speaker.
“ Hore~ kita lulus! “ semua murid yang telah lulus merasa bangga. Terutama guru Tobi yang sangat bangga karena seluruh muridnya berhasil lulus.
“ Selamat atas keberhasilan kalian... aku bangga menjadi guru kalian! “
“ Trima kasih guru... “ ucap Akira dengan penuh senyum.
Hari itu berakhir dengan kelulusan pada ujian tahap kedua dan para murid akan beristirahat selama seminggu sebelum ujian tahap ketiga dimulai.
“ Aku harus bisa menjadi lebih kuat lagi! “ gumam Akira sembari mengepalkan tangannya seakan penuh akan tekad serta semangat untuk menjadi soulgear nomor 1.
--------------------------------
Dukung Author by :
+ Fav + Like + Vote
Author sangat bertrima kasih jika kalian melakukannya.
Trima kasih...
Xixixi...
---------------------------------