Akira

Akira
Chapter 13



 


Babak penyisihan telah selesai dan hanya tersisa 12 peserta yang nantinya akan masuk ke babak final.


“ Selamat kepada para peserta atas perjuangannya dan juga tekad untuk dapat sampai di babak final, babak final akan dilaksanakan 5 hari lagi! Jadi aku berharap kalian dapat menampilkan kemampuan terbaik kalian! “ terang wasit di arena kepada para peserta.


Seluruh penonton memberikan tepuk tangan kepada para peserta yang telah lolos ke babak final.


“ Aku pasti bisa! “ batin Akira saat tepuk tangan penonton seperti nyanyian semangat baginya.


 


*Disuatu tempat


 


“ Hah~ hah~ sial... aku harus lari “ kyutama Kuro berjalan secara tertatih-tatih penuh luka di sekujur tubuhnya.


“ Teknik angin... tombak angin! “ Miki mengarahkan tekniknya kearah kyutama Kuro lalu menghempaskannya.


“ Bwuush~ Jleb~ Aaarrrgghhh...! “ tombak angin menancap di punggung kyutama Kuro membuatnya sangat kesakitan.


“ Sudah kubilangkan kau takkan bisa lari dari kami! “ Miki adalah salah satu anggota yang paling bisa diandalkan oleh Ragna karena ia selalu bisa menjalankan misi dengan sangat baik walaupun dengan cara yang sangat tidak baik.


“ Hoy! Hoy! Bangun! Apa selemah inikah seorang kyutama? Tunjukan kekuatan aslimu padaku “ kebiasaan buruk Miki ialah selalu haus akan sebuah pertarungan yang seru dan sulit ia menangkan.


“ Baiklah jika kau tak ingin bangun... aku akan mematahkan tanganmu! “.


“ Miki! Hentikan! Aku ingin dia dalam keadaan hidup dan tak kehilangan satupun bagian tubuhnya “ Ragna datang menghampiri Miki.


“ Yah~ padahal aku baru ingin bersenang-senang tuan... tapi yasudahlah asal tuan senang aku juga ikut senang! “.


Kyutama Kuro berhasil didapatkan oleh organisasi Amegafuru. Kyutama Kuro adalah seorang pengelana yang tak terpaut dengan suatu desa ataupun klan dan ia sama sekali tak memiliki kekuatan dalam pertarungan.


Seseorang yang bahkan tubuh dan senyumnya tak pernah bersemayam diingatan siapapun, tak ada yang mancari disaat ia hilang dan tak ada yang berduka saat ia wafat itulah kyutama Kuro sang pengelana.


“ Dengan ini... kita sudah berhasil mengumpulkan 2 roh suci “ ucap Ragna ketika akan melakukan ritual pemisahan roh suci dan memasukkannya ke dalam kendi kehidupan.


“ Bagaimana denganmu Ichiro? Apa kau sudah bergerak menuju desa angin!? “ tanya Ragna.


“ Aku sudah hampir sampai... sedikit lagi “.


Ritual kali ini hanya di hadiri oleh Ragna dan juga Miki sedangkan anggota lainnya berada di tempat yang berbeda-beda. Mereka dapat terhubung dikarenakan kekkai genkai milik Miki yang mampu memanggil kesadaran para anggota ke tempat ia berada dengan syarat para anggota harus bersemedi di tempat mereka masing-masing agar pemanggilan dapat dilakukan.


“ Jika kau terlalu lama biar kami saja yang melakukannya “ Hijime berlagak sombong.


“ Seharusnya kau lebih sopan terhadap seniormu Hijime... “ tatap Hidari rekan Ichiro mengintimidasi Hijime.


“ Sudah hentikan Hidari... fokus pada ritual agar kita bisa segera bergerak “ Ichiro tak mudah terpancing oleh ucapan Hijime dan menenangkan Hidari yang terlihat kesal.


“ Jika kalian tidak bisa... biar kami saja “ Ucap Hijime kembali.


“ Hentikan Hijime... hormati seniormu “ bentak Hazama.


“ Iya! Iya! Paktua! “.


 


---


“ Wah~ inikan... mie cup edisi terbatas dengan rasa daging spesial yang jarang di temukan “ Akira pergi ke swalayan pada hari libur pertamanya untuk membeli beberapa persediaan makanan di rumahnya.


 


“ Aku harus membeli ini setidaknya 10 cup saja dan ini~ ini~ ini lagi~ “ ia membeli 1 lusin telur dan 20 mie cup dengan 10 mie cup dengan rasa yang berbeda-beda untuk bertahan hidup.


“ Sepertinya ini cukup... “ batin Akira menyudahi belanjanya.


Setelah selesai belanja, ia sempatkan untuk mampir ke kedai mie ayam Darmo karena belakangan ini ia sungguh sibuk dan tak punya waktu mencicipi rasa yang dapat meleburkan jiwa dan raga.


“ Hai paman satu mangkuk ya... “.


“ Siiiaappp! “.


“ Kau kemana saja beberapa hari ini Akira... kok jarang mampir ? “ tanya paman Darmo setelah menyajikan mie ayam Akira.


“ Maaf paman aku belakangan ini sibuk latihan untuk ujian... “.


“ Begitukah, semoga kau kelak menjadi soulgear yang hebat ya! “.


“ Tentu saja paman! Xixixi... “ tawa kecil Akira seakan yakin bahwa ia bisa menjadi soulgear yang hebat.


“ Makasih paman... nanti aku mampir lagi “ Akira serasa terpuaskan oleh rasa mie ayam paman Darmo.


“ Aku pulang... “ sesampai Akira dirumah ia langsung menyeduh mie cup rasa daging spesial yang baru ia beli.


“ Huft~ huft~ sllluurrrppt... Ah~ enaknyaaa “ lenguh Akira dalam kenikmatan tiada tara yang ia rasakan.


“ Seharusnya aku membeli banyak tadi... tapi uang sakuku tak cukup “.


Setiap minggu Akira dan beberapa orang yang hidup seorang diri tanpa adanya kerabat maupun keluarga mendapatkan uang saku untuk kebutuhan hidup. Walaupun uang saku itu tidak terlalu besar tapi setidaknya cukup untuk membeli persediaan makan. Pemberian uang saku hanya berlaku sampai ia berusia 14 tahun.


 


 


“ Hari ini aku mau kemana ya... “ Akira memikirkan sebuah tempat.


“ Hey Akira... kau mau pergi kemana? “ Ryuta, Agito dan Dante menghampiri Akira yang sedang berpikir.


“ Aku ingin pergi ke tempat yang memiliki banyak kuliner yang enak-enak.. apa kau tahu dimana? “ tanya Akira dengan mata berbinar-binar kepada Ryuta.


“ Sebentar aku pikir~ “.


“ Ha... gimana kalau kita pergi saja malam ini ke festival budaya yang dilakukan di desa ini, kebetulan hari ini festivalnya.. apa kau mau ikut ? “. Tawar Ryuta kepada Akira.


“ Ya~ ya~ ya~ “ Akira menganggukkan kepala berulang kali.


“ Kalian gimana? “.


“ Kami juga ikut dong... “ Agito dan Dante serentak menjawab.


“ Ok! Kita akan bertemu di rumah Akira! “ Ujar Ryuta pergi bersama Dante dan Agito.


“ Woah~ aku tak sabar... “ Antusias Akira di tengah keramaian desa.


 


*Di ruang soulmaster


 


“ Tuan, kita mendapatkan undangan dari soulmaster keempat dari desa tanah... “.


“ Apa isi undangannya? “.


“ Ia mengundang anda dan juga soulmaster lainnya menghadiri rapat tertutup yang membahas tentang pergerakan organisasi Amegafuru.


“ Kapan pertemuan itu? “.


“ 5 hari dari sekarang tuan, apakah anda akan datang ? “.


“ Tentu saja... segera kirim surat persetujuan kepada desa tanah “.


“ Baik tuan “.


Semua soulmaster setuju menghadiri pertemuan itu demi membasmi organisasi Amegafuru agar tak ada korban yang berjatuhan lagi. Rampa yang kini menjadi soulmaster keempat desa tanah sungguh berambisi membalaskan dendam temannya dengan menyatukan kelima desa untuk melawan Amegafuru.


 


*Malam hari


 


“ Woah~ banyak sekali makanan kuliner disini... aku ingin merasakan semuanya! “ mata Akira berbinar-binar melihat semua makanan kuliner yang terlihat sangat enak.


“ Ayo kita serbu! “ teriak Akira.


“ Ayo~ “ teriak mereka seakan menggema di telinga pengunjung lain.


“ Sate ayam satu porsi paman~, soto satu porsi paman~, telur gulung satu porsi paman~ “ Mereka memesan hampir semua makanan kuliner dan dikumpulkan dalam sebuah meja agar mereka tinggal menikmati saja.


“ Nyam~ nyam~ nyam~ sate ayam ini enak banget... apalagi bumbu kacangnya yang meresap... ah~ sedapnyaaaa “ lenguh Akira memakan sate ayam bumbu kacang ini.


“ Soto ini juga enak... “ Ryuta juga berkata demikian.


“ Ini juga~ telur gulung ini seperti rasa telur... “ lawakan Dante terlihat garing.


“ Kalian tahu kenapa semua ini begitu enak!? “ tanya Agito.


“ tentu saja kami tahu ! “.


“ Karenaaa “ mereka berteriak secara bersamaan.


“ Semuanya gratiiisss! “ beberapa pengunjung yang melihat adegan tak senonoh mereka tertawa terbahak-bahak.


 


---------------------------------


Dukung Author by :


+ Fav + Like + Vote


Author sangat bertrima kasih jika kalian melakukannya.


Trima kasih...


Xixixi...


---------------------------------