
“ Aku harap mereka baik-baik saja “ harap soulmaster keempat.
Desa tanah mengalami kerusakan yang cukup parah disebabkan teknik api dari salah satu anggota Amegafuru. Para penduduk sungguh mengharapkan bantuan medis dari desa lain, korban yang terluka lebih banyak dibandingkan dengan tenaga medis mereka.
“ Tolong cepatlah desa angin ! kami butuh bantuanmu ! “ Harapan seorang diantara para penduduk.
Para penduduk tak terlalu memperdulikan tentang soulmaster ketiga yang telah diculik. Sebab soulmaster ketiga dulu sempat mengamuk sebagai Titan dan menyakiti para penduduk desa tapi kini ia ingin menebus perbuatannya dengan menjadi pelindung desa tanah yang tidak lain ialah menjadi soulmaster di desa tanah.
Pertemuan anggota dewan diadakan untuk membahas langkah selanjutnya yang akan di ambil dalam musibah ini.
“ Pertama-tama kita harus menyelamatkan soulmaster ! “ Seru Rampa salah satu anggota dewan yang mengenal baik soulmaster ketiga.
Namun permintaannya ditolak seluruh anggota dewan dan memilih mencari pengganti baru. Rampa begitu kesal dan marah atas sikap para anggota dewan.
“ Jadi bagaimana rapatnya tuan ? “ Tanya seorang soulburst di bawah kepemimpinan Rampa.
“ Mereka tak menyetujui pengejaran ini dan malah membual tentang pengganti yang baru “.
“ Apakah kita akan menghentikan pengejaran ini tuan ? “.
“ Tidak perlu ! tetap lanjutkan dan rebut kembali soulmaster kita ! “ Rampa tak memperdulikan ketetapan dewan dan memutuskan mengambil langkah sendiri untuk menyelamatkan soulmaster.
Sementara bantuan yang diberikan desa angin telah sampai. Desa angin mengirimkan begitu banyak tim medis dan satu tim pengejar terbaik untuk membantu.
Tim pengejar itu terdiri dari 3 orang soulburst yang mampu bertindak cepat serta menganalisa kejadian dan juga ahli dalam strategi tempur. Tim itu terdiri dari Sujin, Inojin, Yujin.
“ Baiklah ! kita mulai pengejarannya ! “ seru Sujin memerintah Inojin dan Yujin.
“ Baik ! Set~ “ Mereka bergerak melakukan pengejaran dimana lokasinya telah diketahui berkat kekkai genkai tipe sensor milik Sujin.
Kekkai genkai adalah teknik khusus yang secara turun temurun di berikan kepada generasi berikutnya.
-----
Ini adalah hari yang menentukan semua murid dapat menjadi seorang soulnewbie dan layak mendapatkan misi atau kembali ke academy sebagai soul trainee dan mengulangi ujian lagi.
Setiap wali kelas memberitahukan kepada murid-muridnya tentang peraturan ujian ini.
“ Baiklah ! pada ujian kali ini dibagi menjadi 3 tahap, yang pertama adalah tahap ujian tertulis dimana kalian harus mengisi pertanyaan yang telah diberikan oleh pengawas ujian, setiap soal memiliki skornya masing-masing, ada soal yang bernilai 90 bahkan 0 sekalipun. Jika ada jawaban dari kalian yang salah maka skor akan dikurangi sebesar 10 per jawaban yang salah. Dan satu lagi ! lembar jawaban kalian tak boleh kosong ! “ Tegas guru Tobi menyampaikan peraturan.
“ Tahap kedua adalah ujian regu dimana kalian akan ditempatkan di dalam satu tim berjumlah 3 orang dan berjuang bertahan hidup di hutan ujian yang telah disediakan. Masing-masing tim harus bisa merebut gulungan tim lainnya agar mampu maju ke tahap selanjutnya. Setiap tim yang lulus wajib mendapatkan satu gulungan tim lain ! setelah ini aku akan membagi tim kalian ! “.
“ Tahap ketiga adalah ujian pertarungan perorangan yang dimana menentukan seberapa layaknya kalian di medan pertempuran kelak. Ujian ini sempat memakan korban karena dahulu tak adanya larangan tentang membunuh . Tapi kini larangan itu sudah dibuat sehingga kalian akan aman menjalani ujian. Pertandingan akan dinyatakan selesai jika kalian tak sadarkan diri atau memilih untuk menyerah ! hanya itu saja peraturannya ! aku akan membentuk tim kalian sekarang “.
“ Tim 4, Kirana... Agito... Simon... “.
“ Tim 5, Akira... Yuuto... Fanny... “.
“ Tim 6, Ryuta... Kento... Dante... “.
“ Heh~ kenapa aku harus satu tim dengan dia sih ! menyebalkan sekali ! “ gumam Akira melirik ke Yuuto.
“ Guru! “ panggil Yuuto kepada guru Tobi untuk bertanya.
“ Ada apa Yuuto ? “.
“ Apa tak ada orang yang lebih tak bisa diandalkan lagi selain dirinya “ Mata Yuuto melirik ke arah Akira.
“ Hah ! Apa kau bilang ! “ Akira bangkit menghampiri Yuuto.
“ Hoy! Hoy! Sudah... sudah... setiap tim telah ditentukan oleh soulmaster jadi guru ataupun kalian tak dapat mengubah keputusan itu “ guru Tobi berusaha melerai pertengkaran mereka.
“ Cih ! menyusahkan ! “.
“ Oiya aku lupa menyampaikan sesuatu bahwa pada ujian tahap 1 kalian harus lulus sebagai tim jika salah seorang dalam tim kalian tidak lulus atau di diskualifikasi karena bertindak curang, kalian juga akan dinyatakan gagal dalam ujian tersebut, apa kalian paham ? “.
“ Paham guru ! “.
Ujian tahap satu kini dimulai, para pengawas mulai membagikan lembar soal dan lembar jawaban. Soal yang diberikan sungguh sangat sulit karena semuanya berhubungan dengan strategi dalam pertarungan.
“ Jika ada dari tim kalian melakukan kecurangan maka seluruh anggota tim akan di diskualifikasi “ Ancam seorang pengawas.
Akira yang melihat soalnya berusaha untuk berpikir keras menemukan jawaban, “ Ah sialan ! Otak ku kagak sampai ! “ gumam Akira yang tampak pucat kebingungan.
“ Hey Akira... ! “ panggil Kirana yang duduk di sebelah Akira.
“ Ada apa Kirana ? “ Bisik Akira.
“ Apa kau mau melihat jawabanku ? “ Kirana menunjukkan lembar jawabannya yang sudah terisi setengah secara sembunyi-sembunyi agar pengawas tak curiga.
“ Wah kebetulan nih... tapi kasihan jika ia ketahuan... tapi aku butuh ! Aaaahh ! “ Debat dalam batin Akira dan akhirnya.
“ Hehe~ gak usah deh Kirana... aku bisa kok jawabnya sendiri... “ Akira meyakinkan Kirana agar tak memberinya contekan.
“ Baiklah jika begitu... “ balas Kirana dengan polosnya.
Akira memalingkan wajah dan membatin, “ Aaaaa! Aku malah menolaknya ! sialan ! “.
Di pertengahan ujian para murid mulai beraksi dengan memanfaatkan teknik kekkai genkai tipe telepati serta kecurangan lainnya mulai dilakukan mereka dengan sangat rapi namun para pengawas berhasil mengetahui beberapa dari mereka.
Sudah lebih dari 5 tim yang di diskualifikasi. Akira yang melihat hal itu semakin was-was.
“ Si bodoh itu... dia pasti tak tahu apa-apa “ Yuuto melihat Akira yang sedang panik.
“ Semua soal ini terlalu rumit bagi seorang soultrainee yang bahkan belum tahu bagaiman sebuah pertarungan. Singkat cerita... jika pemikiranku benar... semua soal ini bernilai 90 jika benar... namun pertaruhannya sangat besar ! “ pikir Yuuto.
Beberapa orang berpikiran sama seperti Yuuto.
“ Sepertinya ujian ini hanya mengetes kejujuran kami serta strategi dadakan yang kami buat agar memberi kesempatan bagi anggota tim melihat jawaban terbaik yang ada di ruangan ini “ pikir Ryuta yang hampir sepemikiran dengan Yuuto.
“ Sudah kuduga... ia takkan bisa... sepertinya aku harus mengulang lagi di academy “ pasrah Fanny melihat Akira sudah putus asa.
“ Waktu ujian tinggal 5 menit lagi ! aku mengharapkan yang terbaik dari kalian ! “ seru kepala pengawas.
“ Sialan ! sialan ! siiaallaaann !! bagaimana ini ? “ Akira sungguh pucat dan berkeringat karena lembar jawabannya masih kosong dan hanya terisi nama dirinya dan juga timnya.
“ Hey Akira... kamu tidak papa ? “ Kirana melirik Akira yang panik tak tentu arah.
“ A... aku baik-baik saja kok “.
“ Kamu yakin ? tapi lembarmu... “ Kirana mencuri pandang ke arah lembar jawaban Akira.
“ Iya... aku yakin kok... santai aja... “ Balas Akira dengan senyuman penuh getaran agar kirana berhenti mengkhawatirkannya.
“ Yaudah deh... Semangat ya ! “.
“ Waktu ujian tinggal 1 menit lagi ! “.
“ Tiiiiidddaaaakkkk!!! “ Teriak batin Akira.
---------------------------------
Dukung Author by :
+ Fav + Like + Vote
Author sangat bertrima kasih jika kalian melakukannya.
Trima kasih...
Xixixi...
---------------------------------