
" Pertandingan selanjutnya... Ryuta melawan Augus! Siap! Mulai! ".
" Teknik api... bola api! " Ryuta langsung menyerang menggunakan teknik api miliknya.
" Wuush~ " teknik api itu menghilang seketika saat hampir mengenai tubuh augus yang tetap diam berdiri tegak.
" Apa yang terjadi!? " Ryuta bingung melihat fenomena ini.
" Tap~ tap~ Dash~ kau bukanlah lawan yang kuat bagiku... " Augus berlari menerjang kearah Ryuta dengan sebuah dagger.
" Ting~ ting~ Srriinggg~ " Ryuta berusaha keras untuk bertahan dari serangan augus yang sangat cepat.
" Duak~ bam~ jeddar! " Ryuta tak mampu bertahan lagi dan akhirnya menerima semua serangan augus dan membuatnya terhempas.
" Hah~ hah~ dia lebih kuat dari yang kubayangkan... " gumam Ryuta.
" Aku akan memberi tahu akan teknikku jika kau berhasil mendaratkan satu pukulan saja ke wajahku... itupun jika kau bisa!... Wuuush~ " Augus kembali bergerak menyerang ke arah Ryuta.
" Teknik api... bola api! " Ryuta mempunyai strategi bertarung dengan menggunakan ketiga bola api sebagai penyembunyi keberadaannya dan setelah augus melenyapkan ketiga bola api ini maka Ryuta akan menyerang secara telak ke arahnya.
" Teknik ini tak berpengaruh kepadaku... " Augus menerjang saja tanpa memperdulikan teknik api ini.
" Wuush~ set~ " dibalik bola api yang telah lenyap Ryuta bergerak maju menerjang Augus namun rencana itu berhasil di halau Augus dengan menahan serangan Ryuta dan mundur menjauh.
" Ini dia... teknik tanah... ranjau darat! " ternyata Ryuta telah menyiapkan sebuah teknik tanah juga saat August sedang fokus menyerang dirinya.
" Aaaarrgg! " teriak Augus saat semua ranjau mulai meledak dan terlihat Augus menerima luka di sekujur tubuhnya.
" Tap~ tap~ Bam! " Ryuta berlari dan melancarkan satu pukulan telak kearah Augus.
" Hah~ hah~ kau sungguh hebat... " ucap Augus dengan nafas yang begitu berat.
" Sesuai janjiku... aku akan memberitahu tentang teknik milikku... teknikku adalah teknik angin perisai udara yang membuatku mampu menghalau dan meniadakan teknik yang menyerangku secara langsung " jelas Augus saat kembali berdiri dan melanjutkan pertandingan.
" Wuush~ " Augus kembali menerjang Ryuta namun belum sempat Augus melancarkan serangannya, Augus terjatuh tak sadarkan diri.
" Maaf saya... di balik debu ranjau itu aku juga telah mencampurnya dengan gas tidur... " ucap Ryuta kembali.
" Pertandingan keempat dimenangkan oleh Ryuta ".
" Baiklah kita sudahi pertandingan untuk hari ini... sampai jumpa esok hari... " seru wasit kepada para peserta dan penonton.
*Di suatu tempat
" Ah~ desa air memang paling bagus dalam hal cuaca yang menyejukan... " seru Ebisu sesampainya di depan pintu masuk desa air.
" Aku benci cuaca ini... " sahut Yonzu kepada Ebisu.
" Hey jangan begitu dong... ini adalah cuaca yang sehat untuk tumbuh loh... " terang Ebisu kepada Yonzu.
" Sudahlah... mari kita selesaikan ini dengan cepat! lalu pergi! " tegas Yonzu.
Saat mereka hendak memasuki desa air, mereka dihalau oleh sepuluh orang soulburst dan dua puluh soulfighter yang berjaga di pintu masuk desa.
" Kau diam saja disitu Ebisu... aku ingin menghangatkan diriku terlebih dahulu... " Yonzu bergerak maju selangkah demi selangkah.
" Jangan kalahkan semuanya ok... " teriak Ebisu.
" Ayo serang! " mereka mengeluarkan teknik mereka masing-masing ke arah Yonzu.
" Teknik petir... Ceeesstt~ sambaran petir! Duuarr! " Yonzu hanya menggunakan satu teknik saja menghadapi mereka.
" Kan sudah kubilang... sisakan satu! " bentak Ebisu.
Yonzu mengarahkan kedua tangannya ke langit dan berniat menyerang desa air, " Tidak perlu... dia akan keluar dengan sendirinya... teknik petir... sambaran petir! ".
" Duar! duar! duarrr! " teknik petir menghujam desa air seperti sebuah cambuk.
Perlu diketahui bahwa soulmaster desa air sedang menghadiri pertemuan di desa tanah dan ia menitipkan desa air kepada adiknya bernama Garou yang juga merupakan seorang kyutama.
" Hentikan! teknik air... gelombang laut! " Garou menyerang Yonzu dengan teknik air untuk mendorongnya keluar dari desa.
Yonzu dan Ebisu terdorong keluar desa ke arah hutan, " Apa kau yakin ingin bertarung sendirian melawan kami!? ".
" Tentu saja... karena aku lebih kuat dari semua soulgear yang ada di desa! " Garou menyombongkan diri.
" Hahaha~ aku suka orang sombong... " tawa kecil Ebisu.
" Teknik tanah... golem tanah! " Ebisu menggunakan golemnya untuk menjauh beberapa langkah agar tak menghalangi Yonzu yang telah siap bertarung.
" Kresek~ Ah... sudah lama aku tak melihat Yonzu bertarung... nyam~ nyam~ nyam~ " Ebisu yang berada di pundak golemnya membuka kemasan kripik kentang sebagai cemilan untuk melihat pertarungan Yonzu.
" Kau... kau meremehkanku! " Garou bergerak menyerang ke arah Ebisu yang berada cukup jauh dari tempat Yonzu berada.
" Aaarrgghh! " seketika itu Garou terkena sambaran petir.
" Lawanmu adalah aku... " tegas Yonzu.
" Sialan~ " gumam Garou.
---
" Mie cup ku... hiks~ hiks~ hidup Akira terasa menyedihkan jika ia tak mendapatkan mie cup edisi terbatas itu.
" Hey Akira... " sapa guru Tobi menghampiri Akira.
" Ada apa guru? ".
" Aku ingin mentraktirmu makan mie ayam... kau mau kan ? ".
" WooooaahH~ makan gratis nih~~ " batin Akira.
" Tentu saja guru... ayuks~ ".
---------------------------------
Dukung Author by :
+ Fav + Like + Vote
Author sangat bertrima kasih jika kalian
melakukannya.
Trima kasih...
Xixixi...
---------------------------------