Akira

Akira
Chapter 8



 


Ujian tahap kedua dimulai, semua peserta berkumpul di empat titik yang berbeda. Setiap tim yang masuk ke dalam hutan memiliki waktu 10 menit sebelum tim selanjutnya masuk lewat jalur yang sama.


Hutan tempat ujian tahap kedua ini berada di daerah yang dilindungi oleh para soulburst. Sehingga takkan mungkin mengalami serangan dari luar.


“ Aku adalah Shino, kepala pengawas di ujian tahap kedua ini ! aku harap kalian sudah memahami peraturan yang disampaikan oleh wali kelas kalian... “ kata kepala pengawas melalui speaker yang sudah diletakkan pada empat titik agar semua peserta dapat mendengarkan secara bersamaan.


“ Ujian ini berlangsung selama 5 hari, ujian akan terhenti ketika setengah dari keseluruhan sudah berhasil dan jika batas waktu yang ditentukan sudah berakhir maka ujian juga akan dihentikan. Saat ini keseluruhan peserta berjumlah 24 tim yang dalam artian hanya 12 tim saja yang akan lulus pada tahap ini ! sekarang ambil gulungan kalian dan mulai beraksi ! selebihnya aku serahkan kepada para pengawas yang ada di lapangan ! “.


“ Silahkan ambil gulungaan kalian dan pastikan bahwa kalian takkan membukanya sebelum ujian selesai ! satu per satu tim diharapkan masuk dengan jangka waktu 10 menit per tim yang masuk ! mengerti ! “ tegas pengawas yang menjaga pintu masuk hutan ujian.


“ Ujian tahap kedua ! dimulai ! “ Seru para pengawas.


---


“ Deg~ Deg~ Deg~ “ detak jantung soulmaster ketiga mulai melemah karena kini ia telah terpisah dari Titan dan bersiap menunggu ajalnya.


 


“ Fiuh~ akhirnya selesai juga... “ lega Hijime karena roh suci pertama telah berhasil didapatkan.


“ Penderitaan mu telah berakhir teman... beristirahatlah dengan tenang “ Ragna mendoakan soulmaster ketiga.


“ Ugh ! Terkutuk kalian ! “ kata kata terakhir yang dilontarkan soulmaster ketiga.


“ Hey Ragna ! apa aku boleh membawa jasadnya ? “ Tanya Hijime.


“ Buat apa ? “.


“ Aku ingin mengembalikannya ke desa tanah, agar desa tanah tahu bahwa soulmaster mereka telah tiada dan sebagai peringatan kepada desa lain bahwa Amegafuru itu sangat kuat ! “ usul Hijime.


“ Bukankah itu malah menyulitkan kita ! “ bantah Kotaro.


“ Kau benar ! tapi itu mungkin ide yang sangat bagus... aku setuju Hijime... lakukanlah ! “ Ragna menyetujui usul Hijime.


Hijime membawa jasad milik soulmaster ketiga ke arah pintu masuk utama lalu meminta bantuan Izumi untuk menerbangkan jasadnya ke tengah-tengah desa.


“ Kau menyusahkanku Hijime... “ Izumi terlihat sangat malas melakukannya.


“ Tolong ya... “.


“ Teknik angin... wind blaster ! “ Izumi meletakkan kedua tangannya di punggung jasad soulmaster lalu menggunakan tekniknya untuk menghempaskannya.


“ Bwuuush~ “ jasad tersebut terbang ke arah desa.


“ Brak ! “ jasad itu jatuh di tengah kota dan membuat para penduduk histeris dan memanggil beberapa soulgear yang sedang patroli di daerah tersebut.


“ Ayo kita kembali ! “ ajak Izumi.


“ Ini... inikan soulmaster ketiga ! “ teriak seorang soulfighter terkejut.


“ Cepat panggil tuan Rampa ! “ perintahnya ke soulfighter lainnya.


Rampa yang hadir disana langsung menangis dan meminta maaf karena ia tak cukup kuat melindunginya. Jasad Isuma soulmaster ketigapun segera dimakamkan. Rampa begitu marah dan kesal dalam tangisnya karena telah kehilangan sahabat terbaiknya.


“ Rampa... apakah kau bisa menjadi soulmaster berikutnya ? “ seluruh anggota dewan serta para soulgear berlutut memohon kepada Rampa.


Dengan mata yang masih di penuhi kesedihan, Rampa berkata “ Tentu saja ! aku bisa ! “.


Rampa bertekad untuk membalaskan kematian teman lamanya dengan membinasakan organisasi Amegafuru. Setelah Rampa diangkat menjadi soulmaster langkah pertama yang ia lakukan adalah melakukan pertemuan antar soulmaster untuk bekerja sama menumpas Amegafuru.


“ Bukankah itu terlalu beresiko untuk kita Ragna ? “ Ucap miki.


“ Biarkan saja ! biar mereka tahu bagaimana sakitnya kehilangan sesuatu yang berharga bagi mereka ! “ tatapan Ragna terlihat sangat kejam.


Di saat yang bersamaan ujian tahap keduapun dimulai. Belum ada sehari sudah ada 3 tim yang lolos. Sementara tim Akira sedang berdebat tak jelas.


“ Hey Yuuto ! lebih baik kau berada di belakangku jika tidak kau akan mati ! “ Akira menyuruh Yuuto membelakanginya.


“ Bukankah mereka sudah tahu siapa yang terlemah diantara kita... “ Yuuto melirik ke arah Akira.


“ Hah ! maksudmu aku ! “ Akira terlihat kesal.


“ Lalu siapa lagi Akira... “ Fanny pun ikut-ikutan.


“ Kau juga begitu Fanny... yasudahlah aku paling belakang “ Akira mulai tak bersemangat.


“ Akira lemah... aku yang teeerlleemmaahh...ooooo...oooo... lemahnya diriku... “ Nyanyi Akira di sepanjang jalan yang mereka lalui.


“ Sssttt... diam ! “ Yuuto menghentikan nyanyian Akira.


“ Ada yang memantau kita dari tadi ! “ Yuuto tampak serius.


“ Perasaanmu aja kali... “ Akira tak memperdulikannya.


“ Disitu kau ! teknik api... bola api ! “ Yuuto menyerang ke arah semak-semak yang berada di kanan mereka.


“ Bjirrr...! si kamvret udah bisa teknik api aja ! “ Akira terkaget-kaget melihat teknik api Yuuto.


“ Set~ Set~ Set~ “ tiga orang yang bersembunyi di balik semak-semak satu per satu mulai menampakkan diri dan mengepung tim 5.


“ Akhirnya kalian muncul~ “ Yuuto berkata sembari bersiap untuk menyerang.


“ Wuush ! “ Yuuto bergerak sangat cepat sehingga hampir tak terlihat oleh mata.


“ Teknik atribut... percepatan ! “ Yuuto pun menyerang salah seorang dari mereka hingga membuatnya tak sadarkan diri.


“ Bwuush! Apakah kalian juga ingin merasakannya ? “ gertak Yuuto kepada kedua orang lainnya.


“ Yuuto~ Kyaaa~ kau keren sekaliiii! “ Fanny sungguh suka akan gaya Yuuto yang kalem dan keren abis.


Teknik atribut adalah teknik yang dapat mengubah energy menjadi kekuatan fisik seperti menambah kecepatan, kekebalan, ataupun kekuatan serangan.


“ Nih bocah!!! Cepat amat berkembangnya! “ gumam Akira sebab ia tampak seperti beban karena Yuuto begitu hebatnya.


“ Seperti yang kuduga kau itu sungguh soulgear yang berbakat... Yuuto kenzo si keturunan terakhir klan kenzo... “.


“ Jedarrr~ jangan sebut nama klanku dengan mulut kotormu itu ! “ Yuuto menendang seorang lagi dari mereka hingga terpental cukup jauh.


“ Berani sekali kau ! teknik api... bola api ! “.


“ Teknik air... bola air ! “ teknik air Yuuto yang berlaga dengan teknik api musuh berubah menjadi uap.


“ Ceessttt~ teknik petir... thunderblow ! “ Yuuto menyerang telak kearah dada musuhnya.


“ Aaaarrgghh! “ musuh itu terlihat kesakitan dan tak sadarkan diri.


“ Hoy! Apa kau membunuhnya ? “ tanya Akira khawatir.


“ Tenang saja ! aku hanya membuat setruman kecil di daerah jantungnya agar ia tak sadarkan diri ! sekarang geledah mereka dan temukan gulungannya ! “ perintah Yuuto.


“ Baik Yuuto sayang... “ Fanny menjawab dengan manja.


“ Sialan ! Aku tak mendapatkan peran sedikitpun “ batin Akira kesal.


Gulungan musuh akhirnya berhasil di dapatkan dan mereka hanya tinggal keluar dari hutan untuk menyerahkan gulungan itu agar mereka lulus ujian tahap kedua ini.


“ Kyaa~ Yuuuttooo~ kamu keren bangetzz tau... “ Puji Fanny.


“ Aku juga keren kok Fanny... hehe~ “.


“ Apaan sih Akira ! “ jengkel Fanny.


“ Krik! Krik! “ suara jangkrik.


Tim 5 berhasil mendapatkan gulungan namun mereka harus berhati-hati karena bisa saja akan ada soulgear yang lebih kuat mengincar gulungan mereka.


“ Tim ini hanya mengandalkan satu orang, jika kita bisa mengalahkan orang itu maka gulungan mereka sangat mudah untuk didapatkan “.


“ Kau benar ! mari kita atur strategi penyerangan “.


Tim lain sedang memantau tim 5 yang saat ini sudah mempunyai 2 gulungan. Tim ini terlihat begitu kuat, apakah tim 5 mampu mengalahkan mereka ?.


 


--------------------------------


Dukung Author by :


+ Fav + Like + Vote


Author sangat bertrima kasih jika kalian melakukannya.


Trima kasih...


Xixixi...


---------------------------------