
“ Ah... serasa nostalgia... sudah lama aku tak melihat desa ini... “ Hijime menghela nafas.
“ Apa kau tahu dimana buruan kita? “ Tanya Hazama menghentikan nostalgia Hijime.
“ Buruan kita adalah soulmaster ketiga di desa tanah... kita harus mengatur strategi terlebih dahulu “.
“ Begitukah! “.
*Di ruangan soulmaster desa tanah
“ Desa angin memberitahukan kepada kita untuk berhati-hati terhadap penyerangan yang kapanpun akan terjadi dari Amegafuru “ Ucap soulgear yang bertugas menerima pesan dari desa lain.
“ Kau benar! perketat pengamanan di setiap sudut desa, jangan biarkan mereka memiliki celah sedikitpun! “.
“ Baik tuan master “.
Keamanan mulai di perketat semenjak berita itu telah sampai ke desa tanah.
“ Aku ingin menjelaskan penggunaan Energy dalam membentuk teknik yang dapat digunakan saat bertarung, setiap orang memiliki pasokan dan kapasitas energynya masing-masing, seiring berjalannya waktu kapasitas ini akan semakin meningkat hingga kalian mampu menggunakan teknik yang lebih tinggi dari teknik yang kalian kuasai saat ini “ guru Tobi menjelaskan penggunaan energy kepada para murid.
“ Contohnya seperti ini! Teknik petir... cakram petir! “ Guru Tobi menunjukan teknik miliknya dihadapan semua murid.
“ Wow! keren! “ Mereka terkagum-kagum.
“ Semua teknik tergantung dari apa yang kalian bayangkan serta energy yang kalian alirkan cukup untuk membuat bentuk fisik dari teknik itu “.
“ Aku harap kalian akan menunjukkan teknik serta penampilan luar biasa kalian saat ujian nanti! Semoga berhasil! “.
Academypun diliburkan untuk persiapan ujian bagi para murid yang akan diadakan 8 hari lagi.
Seluruh murid diharapkan berlatih di rumah sebelum ujian dimulai. Ryuta fanny dan juga yang lainnya sedang berlatih bersama orangtua mereka. Sementara Akira berlatih sendirian sepanjang hari di hutan tempatnya biasa berlatih. Namun ia tak mampu menciptakan satupun teknik angin atau teknik lainnya.
“ Sialan! “ Akira terlihat kesal.
“ Anak ini tak pernah menyerah ya... padahal ia tak pernah mendapatkan kemajuan sedikitpun dari latihannya... “ Seseorang sedang mengamati Akira di balik pohon.
“ Hey nak! “ Panggilnya.
“ Iya... “.
“ Aku belakangan ini sering melihatmu latihan disini... apa kau kesulitan? “.
“ Hah~ Hah~ aku tak bisa menciptakan satu teknikpun untuk dipakai saat ujian “ napas Akira terdengar keras.
“ Coba tunjukan padaku bentuk fisik dari elemen milikmu kepadaku! “.
Akira mengambil daun lalu meletakkannya diatas tangan seperti yang dilakukan guru Tobi kepada dirinya tempo hari.
“ Wih kebetulan... Aku juga berelemen angin... “.
“ Apa aku boleh menjadi muridmu tuan? “.
“ Namamu siapa? “.
“ Akira shinobu, nama tuan? “.
“ Panggil aku Yuuma “.
“ Baik guru Yuuma “.
“ Sekarang coba praktekan lagi tanpa menggunakan daun dan usahakan semua energymu kau alirkan ke telapak tanganmu “ guru Yuuma menginstruksi Akira.
“ Hiiiiyaaa...! “ Akira memusatkan semua energynya di telapak tangan.
*Beberapa saat kemudian
“ Ah~ percuma... tetap tidak bisa~ “ Lenguh Akira terkapar di tanah karena kelelahan.
“ Sudah kuduga... energy rubah putih itu bentrokan dengan energynya karena segel kedua yang ku pasang “.
“ Lebih baik aku membuka segel keduanya agar energynya dapat stabil “.
Segel kedua yang dipasang oleh Yuuma semenjak Akira bayi berguna untuk mencegah energy rubah putih berbaur dengan energy Akira agar rubah putih tak dapat mengambil alih tubuh Akira.
“ Akira... kemarilah! “ panggil guru Yuuma.
“ Buka bajumu! “.
“ Hah? “.
“ Sudah lakukan saja... “.
Akira membuka bajunya karena tekanan dari guru Yuuma. Guru Yuuma mengalirkan energynya ke telapak tangan untuk membuka segel yang telah ia tanam di tubuh Akira.
“ Cetaasss~ “ Yuuma menghantam segel yang ada diperut Akira dengan cukup kuat. Segel itu perlahan-lahan menghilang dari tubuh Akira.
“ Apa yang kau lakukan guru? “ Tanya Akira kebingungan.
“ Sekarang coba kau lakukan lagi Akira “ Perintah guru Yuuma.
“ Wuuush~ “ Angin bergerak mengitari telapak tangan Akira.
“ Bagaimana? “.
“ Aku senang bisa membantumu... “ guru Yuuma tersenyum kecil.
“ Sekarang coba kamu bayangan sebuah tornado dan ciptakan tornado kecil di telapak tanganmu “.
“ Baik guru! akan aku coba. “ Akira bersemangat melanjutkan latihannya.
“ Bayangkan tornado... tornado kecil... atur energyku... seperti... Tornado... “ batin Akira.
“ Wuuushh ~ Jeeedaarrr! “ tornado itu berhasil dibuat namun tak dapat dikontrol oleh Akira hingga membuatnya terhempas cukup jauh.
“ Aduh! Sakit! “ Akira memegang punggungnya yang terasa sakit.
“ Hahaha... “ guru Yuuma tertawa terbahak-bahak.
“ Woy! apa yang lucu sialan! “ Akira sangat kesal akan tawa gurunya.
“ Itu adalah teknik yang setingkat dengan teknik class B dan hampir tergolong teknik class A jika sudah sempurna... oleh sebab itu teknik ini sangat sulit bagi pemula terutama bagi orang yang hanya baru bisa membuat bentuk fisik elemen utamanya.... Hahaha... “.
“ Ingin aku berkata kasar! “ Batin Akira.
“ Aku saja butuh waktu selama 3 hari lamanya untuk menguasainya “.
“ Yosh... kalau 3 hari mah cukup! “ semangat Akira membara.
Di persimpangan jalan guru Yuuma bertemu dengan guru Tobi.
“ Bukankah dia anak yang menarik... tuan... Yuuma si legenda angin “ Ucap guru Tobi.
“ Kau benar Tobi! dia anak yang cukup menarik ! “.
“ Ye~ Ye~ aku berhasil~ aku berhasil~ “ Akira kegirangan.
“ Hey Akira! “ Teriak guru Tobi dari kejauhan.
“ Hey guru... kemarilah... ada yang mau kuperlihatkan! xixixi... “ Akira seketika menjadi makhluk paling sombong di dunia.
“ Akira bercerita bahwa ada seseorang yang mengajarkannya tentang cara membuat bentuk fisik elemen angin dan ia juga akan mengajari Akira tentang teknik miliknya.
*Keesokan harinya
Guru Yuuma datang dengan membawa sebuah mangkuk berisi air. Ia menjelaskan bahwa untuk mengontrol kekuatan teknik ini berada pada putarannya. Yang dimana Akira tak memikirkan putaran tornado tersebut sehingga berputar sangat cepat dan menghempaskan Akira karena tak mampu mengontrolnya.
“ Putaran yang stabil akan menghasilkan teknik yang sempurna dan mampu menghasilkan daya hancur yang besar “ guru Yuuma menjelaskan secara rinci kepada Akira.
“ Anu... guru... boleh diringkas gak ? aku kurang ngerti nih hehe~ “.
“ Hadeh~ seberapa kecil sih otak yang kau punya! “ lenguh guru Yuuma meledek Akira.
“ Aku sih ngerti guru... tapi masih belum jelas... “ Alasan yang dibuat Akira agar tak nampak dungu.
“ Baik ! aku jelaskan sesuai frekuensi otakmu yang hampir setara dengan kucing bahkan lebih pintar kucing menurutku “.
“ Hah! “.
“ Intinya jika kau mengatur energymu yang kau gunakan untuk membuat Tornado maka tornado itu akan menjadi milikmu, namun jika kau hanya membuatnya secara sembarang tanpa memikirkan tentang mengendalikannya maka ia akan menghancurkanmu, paham? “.
Akira menggelengkan kepala yang artinya tak mengerti.
“ Plak! “ guru Yuuma menepuk jidatnya.
“ Hadeh~ lebih baik kita mulai saja! “ Ujar guru Yuuma karena percuma saja menjelaskannya secara teori kepada Akira, otaknya sungguh tak sampai.
“ Nah gitu dong “.
“ Sekarang alirkan energymu ke telapak tangan dan imajinasikan sebuah tornado tapi ingat gunakan energymu sesuai kemampuan pengendalianmu “.
“ Baik guru “.
“ Imajinasiii... Imajinasiii... atur energy... Wuuushhh~ jedar! “ Akira terhempas menghantam pohon cukup kuat.
“ Aduh! Aduh! Sakiittt ~ “.
“ Lakukan terus ya... hingga kau tak terlempar lagi... Aku mau bersantai sejenak... bye ! “ Guru Yuuma pergi meninggalkan Akira yang sedang berlatih giat.
“ Hiiiyyyaaa! “.
“ Wuuusshhh~ Jedar! “ Akira terhempas kembali.
“ Apa tidak apa-apa kita tinggalkan dia berlatih sendiri ? “ Ucap guru Tobi yang sedang berjalan dengan guru Yuuma.
“ Santai saja... dia pasti menemukan caranya sendiri... aku yakin itu! “.
---------------------------------
Dukung Author by :
+ Fav + Like + Vote
Author sangat bertrima kasih jika kalian melakukannya.
Trima kasih...
Xixixi...
---------------------------------