
“ Apa kau ingin bergerak sekarang Ichiro? “ tanya Hidari.
“ Jangar sekarang~! karena ujian masih berlangsung dan pengamanan pasti akan meningkat... kita harus atur strategi terlebih dahulu “ Saran Ichiro kepada Hidari.
“ Pasti karena si bodoh Hijime itu... berita tentang pergerakan kita jadi terbongkar “.
“ Bukan hanya itu... aku melihat bahwa si legenda angin telah kembali ke desa angin... dan tentu saja ia pasti akan menghentikan kita jika kita menyerang desa “.
“ Kalau begitu kita kalahkan saja dia terlebih dahulu! “.
“ Kau tak boleh menganggap remeh dirinya Hidari... konon katanya, ia mampu menghancurkan satu desa dengan teknik terkuatnya... lebih baik kita hindari pertarungan yang merugikan itu Hidari... “ saran Ichiro kembali kepada Hidari yang menelan ludah seakan ketakutan karena Ichiro saja yang lebih kuat darinya sampai berkata begitu.
“ Baiklah jika begitu... aku akan mengikutimu Ichiro “.
---
“ Hari ini aku ingin memberikan latihan beladiri kepadamu Akira! “ guru Yuuma tampak serius.
“ Sekarang pasang kuda-kudamu, Brak! “ guru Yuuma menendang kaki Akira dan membuatnya terjatuh.
“ Aduh! Sakit guru.... “.
“ Coba tendang aku sekarang... “ perintah guru Yuuma terhadap Akira saat ia memasang kuda-kuda.
“ Tak~ Aduh! Keras sekali kaki guru... “ lenguh Akira setelah menendang kaki gurunya.
“ Kau tahu kenapa kuda-kuda ku lebih kuat darimu ? “.
“ Kenapa guru ? “.
“ Karena aku mengalirkan sedikit energyku ke bagian kaki seperti sebuah perisai tak kasat mata yang mampu mengurangi daya serangan yang mengenai area itu dan menjadikannya lebih kuat dari sebelumnya “.
“ Wooow~ keren~ Ajari aku guru! “ Akira sangat antusias sekali.
“ Cepat pasang kuda-kudamu dan alirkan sedikit dari energymu ke bagian kaki!”.
“ Baik guru! “.
“ Sekarang aku akan mencoba menendangnya! Bersiaplah! “.
“ Tak~ bagus... “ puji guru Yuuma.
“ Kau telah berhasil dengan cepat karena teknik ini adalah teknik yang sangat mudah dan semua soulgear memakainya... sekarang kau hanya perlu melatih energymu agar selalu mengalir sebagai pelindung... kau mengerti! “.
“ Siap guru “.
“ Akira terus melanjutkan latihannya selama perjalanan pulang dan juga dirumah agar ia mampu menguasai teknik ini saat di pertandingan nanti.
Disaat yang bersamaan Yuuto masih saja berlatih di hutan hingga malam.
“ Teknik atribut... percepatan! Wuuush~ wuuush~ wuuush~ “ Yuuto berusaha keras melatih tubuhnya agar terbiasa menggunakan teknik atribut percepatan.
“ Hah~ hah~ aku harus menguasainya sebelum babak final! “ Yuuto terus berjuang tanpa kenal lelah mengembangkan teknik atribut percepatan miliknya karena ia tahu kecepatan ia dan juga daya tahannya masih jauh dengan teknik atribut percepatan yang sebenarnya.
Masing-masing peserta begitu berambisi bukan untuk menjadi pemenang namun menjadi yang terbaik di final nanti.
*Disuatu tempat
“ Ini kopinya tuan... “.
“ Trimakasih... apa kau sudah menemukan tubuh kuat baru untuk diriku!? “.
“ Sudah tuan... ia bernama Yuuto kenzo... “.
“ Keturunan terakhir keluarga Kenzo kah... “.
---
“ Sslluuurrpptt ! “ Akira menikmati mie cup diatas balkon kamarnya.
“ Hey Akira... sedang apa kau? Cepat turun! “ teriak guru Yuuma yang melihat Akira di atas balkon.
“ Bentar guru... aku mandi dulu... “ Akira segera menghabiskan mie cupnya dan mandi lalu menghampiri gurunya.
“ Kau lama sekali... ayo kita lanjutkan latihannya! “.
“ Ha~ sepagi ini guru... “ lenguh Akira.
“ Bukankah besok adalah pertandingan final, kau ingin menjadi yang terbaikkan! “.
“ Tentu saja guru! Oooorraaaa~ “ Semangat anak muda di pagi hari.
“ Aku ingin mengajarkan sebuah teknik kepadamu! Teknik ini tergolong teknik kelas A dan memerlukan syarat kontrak darah dengan teknik ini “.
“ Boleh aku melihatnya guru... “ Akira selalu terkagum-kagum saat melihat gurunya akan mengajarkan teknik baru kepadanya.
Guru Yuuma menyatukan kedua telapak tangannya, “ Lihat ini Akira! “.
“ Teknik roh... kucing biru! “ seketika itu terlihat sebuah portal di samping pundak guru Yuuma dan terlihat seekor kucing imut berwarna biru keluar dari sana.
“ Woooaaahh~ keren bingitzzz~ “.
“ Ada apa kau memanggilku Yuuma!? “ kucing biru berbicara kepada guru Yuuma.
“ Aku ingin kau berkenan membuat kontrak dengannya... “ guru Yuuma melirik ke arah Akira yang masih terpukau kagum.
“ Apa kau gila!? Dia masih bocah... “.
“ Aku yakin dia pasti sanggup menerima kontrak darimu “.
“ Terserahmu Yuuma! “.
“ Hey Akira, perkenalkan ia adalah seekor roh kucing biru bernama Miu, ia akan membuat kontrak denganmu agar kau mampu memanggil roh kucing biru baik dirinya ataupun kucing biru lainnya “ guru Yuuma mengenalkan Miu kepada Akira.
“ Niiiss~ kucu~ kucu~ kucu~ “ Akira tak mendengarkan perkataan gurunya dan malah menghampiri Miu.
“ Cih! Sudah kubilang dia itu bo... ah~ enak tenan~ agak kekiri sedikit... nah disitu... paaasss~ “ lenguh Miu saat lehernya di garuk oleh Akira.
“ Kucing caapaa iniii~ kucing capaa~ “ Akira terus mengelus Miu tanpa menghiraukan gurunya.
“ Woy murid Kamvret! Dengarkan gurumu ini! “ teriak guru Yuuma di telinga Akira.
“ Baik guru “.
“ Hadeh~ enak banget tadi... “ lenguh Miu penuh kenikmatan.
“ Aku ingin kau menandatangani kontrak ini dengan kelima ujung jarimu menggunakan darahmu “ guru Yuuma membuka sebuah gulungan yang dimana gulungan itu adalah kontrak darah dengan suku roh kucing biru.
“ Baik guru~ “ Akira menggigit sedikit jarinya untuk mengeluarkan darah lalu segera menciplak kelima ujung jarinya dengan darahnya dan meletakkannya di atas kolom kosong dalam gulungan itu.
“ Wuuusshh~ “ Seketika itu darah Akira berubah menjadi tulisan namanya di gulungan kontrak darah.
“ Kau sudah berhasil melakukan kontrak darah dengan suku kami dan aku harap kau memiliki cukup energy untuk bisa memanggil kami “ ucap Miu.
“ Aku yakin pasti bisa memanggil kalian... tapi tunggu... kok kucingnya bisa bicara iniiii!!! “ Sungguh sangat terlambat anak muda ini menyadari bawah Miu dapat berbicara.
---------------------------------
Dukung Author by :
+ Fav + Like + Vote
Author sangat bertrima kasih jika kalian melakukannya.
Trima kasih...
Xixixi...
---------------------------------