
"RAGA..." teriak aiha kala netra coklat terangnya menatap Raga tengah duduk manis di bangku kantin yang biasa mereka gunakan saat makan di kantin.
"Aiha jangan teriak-teriak. Diliatin banyak orang noh. Ini sekolah bukan hutan princess" ucap Keon gemas. Mereka sekarang menjadi pusat perhatian.
"Hehehe Aiha minta maaf. Reflek tadi" ucap Aiha dengan cengiran khasnya.
"Yaudah ayo cepet kesana, katanya tadi haus mau cepet cepet minum" ucap Reno sambil menggandeng tangan Aiha menuju bangku yang biasa mereka gunakan.
Semua orang menatap kearah mereka berempat. Selalu saja seperti itu. Mereka selalu menjadi pusat perhatian dimana saja mereka berada. Pesona yang di pancarkan oleh mereka memang tiada duanya di sana. Apalagi jika di tambah Raga. Udah kayak kelompok cahaya ilahi berjalan.
Aiha duduk di samping Raga saat ia telah sampai di bangku itu. Reno duduk di depan Aiha sedangkan yang lainnya, mereka menempati bangku yang tersisa.
"Raga..." ucap aiha saat bokongnya sudah mendarat di kursi. Tangan Aiha melingkar di lengan kekar milik Raga. Memeluk tangan laki laki itu.
"Kenapa hmm?" tanya laki laki itu
"Nda papa pengen panggil aja" ucap Aiha. Raga yang mendengarnya pun mengacak gemas rambut gadis di sampingnya.
"kebiasaan" ucap laki laki itu lalu meyentil dahi Aiha pelan. Aiha yang diperlakukan seperti itu hanya menyengir memamerkan deretan gigi putih miliknya.
"mau pesen apa hmm, biar di pesenin sama Keon" Keon yang merasa namanya disebut mendengus kesal. Oh ayolah kenapa harus dia lagi yang menjadi sasaran.
"Eh kok gue sih. Noh suruh Edgar aja, wajah wajah babu dia. Gue sibuk" ucap Keon dengan wajah kesalnya.
"Si anjing nglunjak. Ngajak gelud ni anak. Nggak sadar diri juga kalau wajahnya juga kayak babu. Wajah lo lebih babu daripada wajah gue" sahut Edgar kesal namanya di bawa bawa
"Wajah lo noh kayak wajah pak mamat penjaga gerbang. Sebelas dua belas lo sama dia. Ngaku aja la, ya nggak gess" Reno yang mendengar perkataan Keon tertawa. Begitu juga dengan Aiha dan Raga
"Bener banget tu kata Keon. Komuk lo tu persis pak mamat Gar, Banget malahan" ucap Reno setuju disertai dengan tawanya yang menggelegar hingga mengundang pengunjung kantin lain untuk menatap kearah mereka
"Gue juga setuju" jawab Raga singkat di sertai dengan senyumannya yang membuat siapapun yang menatapnya enggan berpaling.
" Gue 1000 persen juga setuju muka Edgar emang bisa di bilang persis Pak Mamat" jawab Aiha enteng
"Bully aja gue terus. Gue sabar. Gue ganteng. Makhluk allah yang paling di sayang. Kalian mah iri makanya julid. Makanya jangan iri biar nggak julid" bela Edgar
"Idih. Iri sama lo? kayak nggak ada orang yang lebih baik aja. Kita kayak gini tuh emang gara gara di antara kita semua muka lo yang paling enak buat di nistain"
"ngomong lagi gue sleding lo yon" ucap Edgar tak santai
Reno,Aiha dan Raga yang melihat pertengkaran itu lantas tertawa lagi.
" Eh jangan jangan bang Keon aja yang ganteng nih yang beliin neng Aiha minuman. Nanti kalau neng yang beli yang ada buaya buaya pada siap siaga gangguin neng, belum lagi garangan wati yang bakal labrak neh, udah nggak usah. Bang Keon masih sanggup kok" ucap Keon dengan suara dan komuk yang di dramatiskan
Yang di ucapkan Keon tadi ada benarnya. Jika sampai Aiha yang memesan sendiri makannya maka akan ada banyak laki-laki yang akan mendekati gadis itu dan menggodanya.
Belum lagi gadis-gadis fans Raga dan Reno garis keras yang iri pada Aiha. Mereka akan sigap membully Aiha jika Keon, Edgar, Raga dan Reno tidak ada di sekitar Aiha. Dulupun hal itu pernah terjadi. Dan akhirnya mereka tak pernah mebiarkan Aiha ke manapun sendiri atau akibatnya Aiha akan menangis dengan banyak memar yang ada di tubuhnya akibat pembullyan.
Edgar yang mendengar suara Keonpun menonyor kepala laki laki itu "Gak usah drama jijik tau" ucap laki laki itu
"Yaudah sih. Nggak usah tengkar lagi" lerai Reno sebelum Keon dan Edgar kembali bertengkar
"Aiha mau pesan apa? Jus alpukat?" tanya Keon. Ia kurang lebih hafal dengan makanan ataupun minuman yang di sukai Aiha.
"Iya itu aja. Aiha nggak pesen makan nggak lapar"
Reno yang mendengar hal itu sontak menatap tak suka kearah Aiha. gadis itu tadi pagi belum makan. Ia harus makan sekarang. Atau nanti Aiha akan sakit.
"Pesen makanan ha. Nanti lo sakit. Lo belum makan" tegur Reno dengan suara halus.
"Aiha belum makan?" tanya Raga. Sebenarnya itu buka hal asing lagi. Memang begitulah Aiha. Gadis itu susah sekali untuk di minta makan pagi. Aiha menggeleng membenarkan perkataan Raga.
Raga pu menghela nafas panjang." Makan ya Aiha. nanti kamu sakit lo. pesen nasi goreng aja nanti aku suapin" ucap Raga kalem
Aiha pun mengangguk pasrah
"Gue pesen mie ayam satu, nasi goreng satu. Batagor satu sama siomay satu jangan lupa minumnya es jeruk 2" ucap Edgar santai sambil memainkan game mobile legend di hpnya
"Enak aja ni anak kalau pesen. Di kira gue babunya pa seenak jidat pesen buanyak dianya malah enak enakan hp an" ucap Keon sambil menjitak kepala Edgar tak lupa ia merampas hp laki laki itu. Edgar pun sontak menatap tak suka pada Keon seakan mengibarkan bendera perang
"lo ikut gue pesen. Ogah gue mesenin makanan lo yang banyak banget kayak sapi" ucap Keon santai seraya menarik tangan Edgar untuk ikut memesan makanan
"heh gue pesenin kayak biasa. Ucap reno sebelum kedua orang itu pergi begitu juga dengan raga "gue nasgor dua minumanya samain aja"
Keon pun mengangguk paham. Sedangkan edgar laki laki itu misuh misuh mengabsen semua nama hewan yang ada di kebun binatang karena ulah keon yang merebut hp nya tiba tiba padahal saja laki laki tadi sedang push rank. Bisa turun rank nya nanti.
----
JAN LUPA VOTE - BABANG KEON MESSS