AIHA'S STORY

AIHA'S STORY
CH 8



Bel istirahat berbunyi. Sumua warga SMA Manggala keluar dari kelasnya masing masing. Begitu juga dengan kelas aiha dkk. Anggota kelas mereka juga tengah berhambuRan keluar dari kelas. Raut wajah mereka terlihat cerah mengetahui pelajaran yang paling mereka hindari dan tak sukai berakhir.


Pelajaran sejarah. Terkutulah penjajah penjahah Indonesia dulu. Gara gara mereka buku sejarah anak ips setebal kulit durian. Eh enggak. Lebih tebal lagi malahan. Kira kira setebal kamus bahasa inggris 10 miliyar mungkin. Males banget tau nggak sih sama pelajaran itu.


"ngantuk anjir dengerin bu vita tadi" ucap keon saat keluar dari kelas


"heeh bener banget, mana bosenin lagi pelajarannya. Enakkan matematika gitu pelajarannya. Lebih menantang" tambah aiha dengan muka tak sukanya karena pelajaran sejarah. Ia paling benci dengan pelajaran itu. Karena baginya masalalu ada untuk di lupakan. Bukan di kenang.


Edgar dan keon yang mendengar perkataan aiha barusan menatap tak percaya pada aiha. Mereka heran sekali dengan gadis itu. Di saat semua orang menghidar dan tak suka dengan matematika karena termasuk kategori pelajaran sulit gadis itu malah suka. Edgar dan keon menggeleng tak habis pikir.


"emang beda ya otak orang pinter sama otak jongkok milik keon. Fav mapelnya beda jauh" ucap edgar dengan tanpa bersalahanya mengatai keon


Keon yang mendengar namanya di ucapkan oleh edgar sontak menghadap kearah laki laki itu. Matanya membelalak tak suka saat edgar mengatainya otak jongkok "enak aja lo ngomong gue otak jongkok. Otak lo tuh yang jongkok perkalian 5 kali 5 aja masih mikir hasilnya berapa" ucap keon sewot


"mana ada gue kayak gitu" elak edgar


"alah lo sok lupa" timpal reno yang sendari tadi hanya memperhatikan interaksi yang terjadi antara sahabat sahabat nya


"iya ih. Edgar sok lupa. Padahal aiha masih inget jelas lo. pas dulu edgar di tanyai sama bu dewi perkalian 5 kali 5 edgar masih mikir. Mana abis itu jawabannya salah lagi. Masak 5 kali 5 jawabanya 20. Kan salah. harusnya tu 25" ucap aiha


"aiha ih. Kok di inget inget sih. Itu edgar bukannya nggak bisa. Tapi emang lagi nge lag otaknya" elak edgar


"hilik sok sok an bilang ngel lag otaknya , emang situ laptop nge lag. Bilang aja kaga bisa. Gitu aja susah" timpal keon di sertai tawa yang menggelegar keluar dari mulut keon. Kalau mengingat kejadian itu rasanya tawa keon tak bisa di bendung.


"lu juga ngaca. Ujian dapat peringkat 2 dari bawah aja bangga" sahut edgar lagi. Mereka berdua emang kalu di satukan itu jarang banget bisa akur. Ada ada saja masalah kecil yang mereka ributkan


"udah ah ributnya. Aiha udah haus nih. Kuyy lah kantin" ucap aiha menengahi. Gadis itu memang sudah dari tadi menahan haus.


Mereka bertiga pun kompak mengangguk mendengar ajakan aiha. Aiha yang melihatnyapun bersorak senang. Ia seger berlari kea rah tangga.


"aiha jangan lari. Jatuh nanti lo" ucap reno agak keras saat ia melihat aiha berlari menuju tangga yang menghubungkan bangunan lanta dua kelasnya dengan bangunan lantai satu tempat kantin berada.


Baru saja aiha di ingatkan oleh reno. gadis itu sudah oleng dan hampir saja jatuh karena tak sengaja menginjak kulit pisang yang di buang sembarangan oleh orang yang tak perduli dengan kebersihan. Ingin sekali aiha mengumpat rasanya


Aiha menutup matanya bersiap merasakan kerasnya ubin yang akan menghatam tubuhnya. Sepersekian detik aiha menunggu tubuhnya terhepas, namun ia tak meraasakn apa apa. Yang ia rasakan malah sebuah tangan melingkar di pingganya menahan tubuhnya agar tak jatuh menghatam ubin.


Matanya yang semula terpejam perlahan membuka matanya. Pemandangan yang aiha lihat saat matanya terbuka adalah reno yang menatapnya tajam. Laki laki itu mendengus kesal.


Ia kesal kenapa sehari saja aiha tidak ceroboh. Aiha tidak jatuh. Bagaimana nasib gadis itu kalau tak ada dia. Pasti akan ada banyak luka di tubuh itu. Dan hal itu mengakibatkan reno khawatir.


"sehari nggak jatuh bisa?" desis reno saat aiha sudah melepaskan diri dari pelukannya.


Aiha yang mendengarnya hanya menyengir memperlihatkan deretan gigi putihnya


"makanya hati hati aiha" ucap keon saat dia dan edgar sampai di samping aiha dan reno


"aiha mah sehari nggak jatuh nggam marem" ucap edgar dengan logat jawa nya. Laki laki hitam manis itu keturunan asli jawa


"marem apa gar ?" tanya keon penasaran. Laki laki itu sama sekali tak paham dengan bahasa jawa. Ia hanya bisa bahasa ingris belanda dan bahasa Indonesia saja. Maklum blesteran belanda Indonesia.


"marem tuh artinya puas." Jelas edgar


"jadi aiha nggak puas kalau nggak jatuh gitu" tanya keon cengo


"hooh bisa di bilang gitu?"


"enak aja. Aiha tu bukanya nggak puas kalau nggak jatuh. Tapi ya emang gitulah. Aiha agak ceroboh. Tapi salah siapa juga tadi ada yang buang kulit pisang sembarangan. Kan aiha nggak salah . salah dia" ucap aiha kesal


"hmm gitu ya. Yang salah kulit pisangnya" ucap reno sambil manggut manggut dan menatap tajam aiha


Aiha mengangguk membenarkan " padahal aja kalau lo hati hati dan ngehindar dari kulit pisang itu lo pasti nggak akan jatuh. Iya kan hmm ?" ucap reno


"tadikan aiha buru buru. Takut kalau raga udah nunggu kita lama di kantin kan kasiah. OH IYA RAGA UDAH NUNGGU KITA DI KANTIN. AYO BURUAN" teriak aiha saat teringat raga pasti sedah menunggu merka untuk makan di kantin.


Gadis itu sudah bersiap akan berlari lagi. Namun tangan reno sigap menarik aiha untuk berdiam di sisinya terlebih dahulu " jalan pelan pelan nggak usah lari. Nanti jatuh lagi" ucap reno. lalu menggandeng aiha untuk berjalan di kanti


"berdua terus. Uwu uwu an terus. Tapi statusnya nggak jelas. Sahabatan doang. Iri gue" celeruk edgar saat aiha dan reno meninggal kan dia dank eon.


"hush ngawur lo kalo omong. Reno denger abis lo di jitak" tegur keon. Laki laki itu tau kalau sahabatnya reno tak suka jika hubungannya dan aiha di artikan lebih


"heran gue sama reno sama raga aiha juga. Mereka kelihatan sweet kayak pasangan. Tapi nyatanya Cuma sahabatan doang. Heran njir"


"biarin aja napa. Kalau mereka sadar sama perasaan mereka masing masing. Mereka bakal tau apa yang harus di lakukan. Kita hanya tunggu tanggal mainya aja." Edgar yang mendengar perkataan keon menggagguk anggukan kepalanya saja. Yah... walaupun laki laki itu tak paham apa yang di katakan keon.


---


GIMANA NIH ?


KURANG NGGAK?


SARANNYA DUNG :)


VOTE JANGAN LUPA YA