AIHA'S STORY

AIHA'S STORY
CH 5



HAI APA KABAR LAGI?


BOSEN NGGAK SIH AKU SERING TANYA KABAR KALAIN :)


AKU CUMA PENGEN DEKET AJA :)


OH YA KALAU ADA TYPO INGETIN YA :)


----


AIHA POV


"lo dulu yang masuk" ucap Reno padaku. Dahiku otomatis menyerengit, bagaimana bisa laki laki ini menyuruh ku untuk terlebih dulu masuk. Padahal saja yang harusnya masuk dia dulu yang masuk. Dia kan laki laki dan laki laki itu imam, apalagi aku kan masih murid baru dan dia murid lama. ya harusnya dia dulu lah.


"ya lo lah yang harus masuk dulu. Masak gue. Lo kan cowo. Lagi pula gue anak baru" ucap ku tak mau jika di suruh masuk terlebih dulu. Bukan karena apa papa sih. Aku hanya gugup saja sekarang.


Sedangkan dengan reno, laki laki itu malah menatap ku dengan tatapan memelasnya. why.. itulah pertanyaan yang muncul di benakku saat melihat wajah Reno yang melas. Tak mungkinkan seorang Reno takut masuk ke ruang kepala sekolah. Aku yakin laki laki pasti telah membuat masalah sehingga di panggil ke ruang kepala sekolah dan dia takut masuk kesana. fix masalahnya parah ini.


"lo abis bikin masalah?" tanyaku pada dia dengan penuh selidik. Aku yakin laki laki itu telah melakukan sebuah masalah. Lihatlah sekarang. Reno tengah menyengir canggung tanda bahwa laki laki itu habis melakukan kesalahan. aku bisa menebaknya.


Reno sebenarnya tak akan takut masuk ke sana jika saja tidak ada kakeknya yang sudah menunggu dia di dalam sana. Reno yakin sekali kakeknya itu tengah menunggunya di dalam ruangan sana. Aih... reno, laki laki itu kemarin membuat masalah yang besar. Ia membuat seorang anak dari salah satu donator sekolah kakeknya masuk ke rumah sakit.


Masalahnyapun hanya sepele. Laki laki yang di hajar oleh Reno tak sengaja menumpahkan minuman di kemeja sekolah yang dia kenakan. Dan dia tak terima. Seperti itulah reno. jika ada yang mengusiknya jangan harap ia akan lepas dari pembalasan Reno. never


"gue abis bikin anak orang masuk rumah sakit" ucap reno sambil nyengir


"gila ya lo" ucapku kaget. Ni anak gila apa. Bisa bisanya berbuat seperti itu. Nggak habis pikir aku sama anak ini. Reno yang aku kenal dulu tak seberingas itu. Walaupun hanya mengenal reno sehari ia yakin reno bukanlah tipe laki laki yang bisa membuat seseorang masuk rumah sakit begitu saja. Ia yakin itu


"makanya dari itu lo dulu aja yang masuk. Ada kakek gue soalnya. Kalau lo dulu yang masuk kakek gue nggak akan langsung semprot gua. Kan aman ni telinga dari mauidhoh hasanah pagi pagi. Mungkin kalau ada lo beliau nggak akan terlalu marah" ucap reno panjang kali lebar


"hmmm...., jadi di sini lo jadiin gue tameng"


"Iyapss bener banget, lo kan sahabat gue" ucap reno disertai cengiran khasnya. Akupun mengangguk akhirnya. Lagi pula ini adalah pertemuan pertamaku dengan Reno setelah sekian lama ia berpisah dengan laki laki itu. Nggakpapa lah sekali sekali beramal. Itung itung tambah pahala


"lo emang the best lah, skuyy lah. lo masuk dulu" mendengar ucapan reno barusan membuatku memutar bola mata malas. bagaimana bisa di pertemuan pertamaku dengan laki laki itu aku sudah di peralat saja. awas saja nanti. bakal aku balas. fix.


Jemari lentiku mengetuk pintu ruangan kepsek itu sembentar lalu membukanya. Akupun masuk terlebih dahulu, sedangkan reno, laki laki itu akan masuk selang beberapa menit aku masuk. Disana ada dua orang laki laki. Aku yakin mereka adalah kakek reno dan kepala sekolah SMA Manggala.


"permisi pak" ucap ku santun


"kamu anak baru?" tanya salah satu dari mereka


"iya pak" ucapku sopan. Tepat  setelah ucapan ku selesai, pintu ruangan terbuka. Aku yakin sekali bahwa itu adalah reno. Laki laki itu masuk ke sini,


Tatapan tajam dari salah satu orang yang ada di depat ku langsung menyorot reno yang baru masuk ke dalam. Ahh... aku paham laki laki tua itu pasti kakek reno.


Suasana berubah menjadi tegang kala reno masuk.


"sudah pintar ya kamu sekarang, merasa jadi jagoan ?." ucap kakek reno disertai tatapan tajam yang menyoron dari wajah tuanya. tak bisa dipungkiri walaupun kakek reno sudah terbilang tua. kharismanya belum luntur. type type kakek kakek ganteng lah.


"mau jadi apa kamu kalau masih seumuran sekarang sukanya berantem. Kakek sekolahin kamu bukan buat berkelahi. Kamu sekolah itu untuk belajar reno" sambung laki laki itu


Aihhh ingin rasanya kakek reno memarahi cucu kesayangannya itu lebih lama lagi. Tapi tak mungkin. Ada orang lain disini. Ia tak mau membuat cucunya itu malu berkepanjangan.


"kenapa kamu buat dia masuk ke rumah sakit, hah?" ucap laki laki tua itu dingin


"trus kamu buat dia masuk ke rumah sakit gara gara itu doang" ucap kakeknya tak habis pikir dengan tingkah cucu kesayangannya itu.


Renopun mengangguk membenarkannya. Kakek renopun menghela nafanya panjang.


"minta maaf ke dia. Dia anak salah satu donatur sekolah ini. Asal kamu tau"


"minta maaf?" tanya reno. Aku yakin laki laki tak terima jika di suruh meminta maaf. Gengsi laki laki itu tinggi. Aku bisa melihatnya saat bertemu dengannya hari ini.


Kakek renopun mengangguk. Cucunya itu harus meminta maaf atas salah yang sudah ia lakukan. Ia tak mau cucunya itu lari dari kesalahan yang di perbuatnya. Yahhh walaupun kakek reno tau cucunya tak akan menyetujuinya Karena gengsi yang di miliki laki laki itu.


"reno nggak mau kek"


Kakek renopun tersenyum sinis. See.. benarkan reno tak mau meminta maaf. Kakek reno sudah menyiapkan pelajaran untuk cucunya itu.


"karena kamu nggak mau meminta maaf, kakek pindahin kamu ke kelas sosial 1. Kamu sudah tidak di terima di kelas sains. Sains tak menerima murid seperti kamu" ucap kakek reno final


reno tak mengelak laki laki itu malah menyahut seperti ini "ok kek. Reno lebih baik pindah ke sana dari pada harus meminta maaf" mataku membelalak mendengar jawaban dari reno. Gila apa laki laki itu dengan begitu gampangnya memilih pindah dari pada minta maaf. Hilang otak reno kayaknya.


Setelah mengucapkan itu reno pun keluar dari ruang kepala sekolah.


"maaf ya kamu harus mendengar itu semua" ucap kakek reno sopan


"iya nggak papa pak" ucapku sopan


"kamu murid baru kan ?"


"iya"


"Dari kelas sosial 1?" ucap kakek reno. Aku pun mengangguk membenarkan. Aku memang di terima di kelas itu saat daftar kepindaahan.


"bisa minta tolong untuk mengawasi reno. Buat dia berubah. Bantu dia untuk memperbaiki nilai nilainya. Reno sebenarnya cerdas hanya saja laki laki itu susah sekali untuk di suruh belajar atau sekedar membuka bukunya. Kakek minta tolong ya. kakek udah lelah ngengitin dia. mungkin kalau gadis cantik yang mengingatkannya dia akan menurut" ucap laki laki itu


"iya pak" ucapku sopan. Tak mungkin bagiku untuk menolaknya. Ia tak punya keberaniaan untuk itu


Laki laki itupun tesenyum lebar. "jangan panggil pak, panggil aja kakek"


"iya kek" ucapku menurut , aku tak menolak permintaan laki laki tua itu untuk memanggilnya kakek karena aku tau menolakpun tak akan ada hasilnya.


setelah mengucap itu akupun berjalan keluar. Sambil berjalan aku mengedarkan pandangan. Mencari sosok reno.


"kemana sih cowok tengil itu. masak gue di tinggal sendiri. emang nggak ada kahlak ya. tadi minta tolong. eh pas udah di tolongin malah di tinggal. dakjjal emang" ucapku kala netra coklat milikku tak menemukan reno dimanapun.


"udah lah. gue masuk kelas dulu aja siapa tau dia udah di sana duluan"


-----


1171 KATA GAISS


GIMANA NIH ?


JANGAN LUPA VOTE YA!