AIHA'S STORY

AIHA'S STORY
CH 10



“kenapa hmm tadi nggak sarapan?” tanya raga. Walaupun sebenarnya laki laki itu tau alasan dari seorang aiha yang tak mau sarapan. Ia masih saja bertanya. Alasanya pasti ini


“aiha males makan. Kalau dipaksain nati sakit perut malahan. Mual. Lagi pula aiha nggak laper.” Ucap gadis itu.


Benarkan tebakan raga. Selalu saja itu alasanya


“ nggah ada alasan lain. Itu mulu alasan lo” timpal reno


“ ish reno mah. Emang gitu lo. kalau pagi aiha nggak lapar. Nggak mood juga. Reno kan juga tau kalau di paksa aiha malah mual.” renopun hanya mengangguk anggukkan kepalanya.


Mata laki laki itu focus metap layar ponsel miliknya yang memperlihatkan beranda salah satu media sosial instagram. Di sana terpampang wajah cantik seorang gadis yang tak di kenali aiha.


“lihat apa sih reno. focus amat” tanya aiha


“nih.” Reno menyodorkan hpnya agar dapat di lihat oleh aiha. aiha pun menerimanya. Hati gadis itu bagai dihujam oleh pisau. Terasa sakit namun tak berdarah kala netranya melihat bahwa yang diihat oleh reno adalah seorang gadis cantik. Lagi lagi seperti ini. Harus sampai kapan tuhan


Aiha yakin sekali setelah ini reno akan mengambil tindakan tindakan untuk mendapat kan hati gadis yang ada di foto itu sampai ia mendapatkannya dan menjadikanya sebagai pacar. Dan itu artinya patah hati lagi untuk aiha. sepertinya gadis itu harus menyiapkan hatinya mulai sekarang.


“lo suka sama dia” bukan aiha yang bertanya melainkan raga yang bertanya. Laki laki itu turut melihat apa yang dilihat aiha. aihapun sontak menegakkan pandanganya menghadap reno. mengharap harap cemas jawaban yang di lontarkan oleh reno. semoga enggak semoga engga.


“gue tertarik sama dia” jawaban dari reno . aiha menghela nafas panjang.


Harapanya tak terwujud. Itu berati ia harus menyiapkan hati lagi. Bersiap untuk berakting bahwa ia terlihat baik baik saja. Saat cinta miliknya tak terbalas.


“lo kenapa” tanya reno yang penasaran kenapa aiha menghela nafasnya panjang


“cemburu ya” goda laki laki itu. Andai lo tau


“enggak. Kata siapa. noh gara gara edgar sama keon lama amat mesenin makannanya.” elak aiha seraya mengembalikan hp reno.


“hai hai pada bahas apa sih pas abang keon pergi. Seru amat kayaknya. nih udah gue pesenin makan kalian jangan lupa di abisin. Bang keon ganteng dan bang edgar burik udah baik hati ini beliin kalian.” Ucap keon dengan tingkah kenarsisanya yang sudah tak tertolong lagi.


Untung saja keon dateng. Batin aiha


“enak aja dakjal satu ini ngatain gue burik. Lo tuh yang burik. Muka kayak panci mak gue aja belagu” ucap edgar tak terima


“buta ni anak. Jelas jelas gue putih kinclong kayak piring iklan sunlik gini di bilang kayak panci maknya. Wah nggak ngaca ni anak satu” sahut edgar tak terima


“ribut mulu. Jodoh baru tau rasa nanti” ucap aiha sambil menatap malas keon dan edgar


“sudi banget jodoh ama dia. Gue masih normal. Masih doyan lobang bukan batangan” ucap keon sedikit ngegas dan menatap edgar sinis.


Entah mengapa edgar terlihat sangan menyebalkan di mata keon hari ini.


“kayak gue mau sama lo aja. Gue juga masih doyan sama lobang” ucap edgar tak terima  matanya tak kalah sengit menatap kearah keon


“udah udah gue udah laper ini. Berhenti nggak. Atau mau gue hajar” ucap reno yang sudah mulai jengah


“ hehehe ampun bos. Gue masih mau hidup” ucap keon sambil mengacungkan kedua tanganya membentuk tanda peace


Mereka pun tampak mulai menikmati makanannya masih masing. Begitupun aiha. gadis itu tengah menatap khidmat jus alpukat yang ada di depannya dan mulai meminumnya hingga hanya menyisakan setengah gelas saja. Minuman favorit aiha sedari kecil.


“aiha aaaaa” ucap raga sambil menyodorkan sesendok nasi goreng kearah aiha. aiha pun dengan engan menerima suapan itu.


“kenapa lo kok kelihatan enggan gitu” tanya reno.


“males makan”


“makan aja males ha. Kenapa nggak sekalian hidup juga males ha” ucap edgar


“kenapa sih edgar sewot banget. Serah aiha lah. Emang edgar. Hobinya makan. satu porsi aja nggak cukup. Rakus kayak sapi yang udah nggak di kasih makan seminggu.” ucap aiha sewot menampilkan pipinya yang menggembung membuat ke empat laki laki itu gemas.


“enak aja di bilang sapi. Dih aiha mah gitu. Orang edgar ganteng baik imut gini di bilang sapi”


“ilih nggak ngaca edgar. Muka kayak salah satu produk kebun binatang aja narsis banget”


Mereka yang mendengar perkataan aiha pun sontak tertawa. Tentu saja selain edgar. Laki laki itu malah menekuk wajahnya. Edgar sebenarnya  tidak jelek. Laki laki itu tergolong tampan. Banget malahan. Iapun juga banyak di gilai perempuan. Hanya saja entah mengapa ia selalu saja di bully jelek di circelnya.


“edgar marah ya” tanya aiha.


Edgar hanya diam saja. Ia tak ada niatan untuk membalas pertanyaan aiha. ia kesal.


“kok diem sih. Marah nih pasti, ya udah aiha minta maaf” ucap aiha. gadis itu berjalan kearah  edgar dan mengecup singkat pipi edgar.


Edgar yang mendapat serangan mendadak di buat kaget. Namun tak lama. Senyum Laki laki itu lantas mengembang lebar memamerkan deretan gigi putihnya. Ia merasa beruntung satu hari ini berhasil mendapatkan dua ciuman dari aiha.  harus sering sering ngambek nih. Biar dapet amunisi.


“lo kok” ucap keon tak terima edgar di cium oleh aiha. begitu pula dengan raga dan reno. laki laki itu membelalakan matanya tanda tak terima.


“menang banyak gue” ucap edgar santai sembari berjalan duduk ke bangkunya.


Ingin rasanya raga dan reno menjitak kepala laki laki itu. Bisa bisanya mereka yang lebih dekat dengan aiha belum mendapat satu ciuman pun dari aiha edgar malah sudah mendapat dua. Harus dilenyapkan spesies satu itu agar saingan mereka tak bertambah.


“edgar udah nggak marah?” tanya aiha.


“udah udah aiha makan sini. Nggak usah perduliin edgar lagi kamu pasti lapar” interupsi reno. agar aiha tak menanggapi edgar lagi. Atau edgar bisa mendapat ciuman ke tiganya jika percakapan itu di terima.


“hilih si syirik mulai”


“diem lo” sentak reno. kala edgar melayangkan cibirannya. Sedangkan edgar, laki laki itu memilik mengedikkan bahunya dan mulai menyantap makanannya


“aiha makan lagi. Aku suapin” aiha mengangguk, ia mulai membuka mulutnya. Memasukan makanan yang di suapkan oleh raga.


Raga tersenyum menatap aiha yang sedang memakan makannya. Ia senang jika aiha bergantung ke padanya. Rasa rasanya ia seperti sangat di butuhkan aiha. dan itu adalah hal di inginkan oleh raga. Aiha bergantung pada raga.


---