
GIMANA SIH FRIEND ZONE MENURUT KALIAN TU?
PERNAH NGERASAIN NGGA ?
KALAU PERNAH KITA SAMA BERATI :)
Mobil merah milik aiha memasuki sekolah barunya. SMA Mangala nama sekolah baru aiha. Sekolah yang banyak di idam idamkan remaja. Beruntung sekali aiha bisa masuk kesana. Mungkin jika tidak karena nilai dan prestasi yang dulu pernah di dapat aiha, gadis itu sekarang tak akan bersekolah disini, yah karena persaingan di sini sangat ketat. kamu bodoh kamu tidak akan bisa masuk kedalamnya.
Aiha turun dari mobilnya. Gadis itu mebenarkan rambutnya yang agak berantakan. Aiha menatap kagum pada bangunan di depannya. Bangunan bergaya klasik alal ala eropa yang menjulang tingggi berlantai 4 itu membuatnya terkagum. senyumannyapun mengembang.
Artsitekturnya amat memanjakan mata. Dinding dinding bangunan yang di cat layaknya batu bata untuk menambah kesan klasikn. Interior yang di gunakan pun juga bernuansa klasik. Upss tapi jangan salah, walaupun interior dan model bangunannya tergolong klasik, Fasilitas yang di sediakan di sana tergolong sudah sangat modern. Di setiap kelasnya paling tidak ada satu proyektor juga 2 AIR CONDITIONER. Belum lagi fasilitas lainya. hmmm kalau di jabarkan mungkin tidak akan cukup jika hanya satu atau dua paragraph.
back to aiha
"ruang kepala sekolah di mana ya" ucap aiha sedikit kebingungan. dahinya menyerengit tanda bahwa ia kebingungan. Ia baru pertama kali datang ke sekolah ini.
Aiha meperhatikan daerah sekitarnya. Disana lumayan sepi. issh...... ia tadikan sedikit terlambat datang kesekolah gara gara macet. Untung saja dia anak baru jadi di perbolehkan untuk masuk.
"ottoke gue harus tanya ke siapa ini." ucap gadis itu bingung.
"Lah anjrit kaga ada siapa siapa. mana nggak punya kenalan lagi. sial banget sih" gerutu aiha. Mata gadis itu mengedar kepenjuru sekolah berharap ada orang yang tiba tiba berjalan di depannya dan bisa ia minti tolong
namun tidak ada satupun orang yang ada. angan hanya tinggalah angan, kasian.
Akhirnya gadis itu memilih untuk mencari sendiri ruang kepala sekolah ia tak mau hanya berdiam diri di parkiran menungu keajaiban mendatangginya.
namun....... saat Aiha bersiap melangkahkan kakinya untuk mencari ruang kepsek dimana berada. sebuah motor sport melintas tepat di depanya
Ngueeeeng......
motor sport itu melintas tepat di depannya dan memakirkannya di samping mobil aiha dengan tidak santai. aiha mengumpat di tempatnya. ia kaget karena ulah pengendara itu. untung saja gadis cantik itu tak memiliki riwayat penyakit jantung. bisa bahaya nanti.
Aiha telonjak. Ia kaget bukan main. Jantungnya berpacu. kurang ajar sekali orang yang naik motor itu gerutu aiha dalam hati.
sedangkan laki laki yang tadi melintas di depannya dengan tidak ada akhlaknya malah melepas helm miliknya dengan santai.
ingin sekali aiha mengumpat tepat di depan wajah laki laki itu. namun Aiha urungkan. apalagi saat netranya tertegun melihat wajah laki laki itu. Jakunnya, dagunya, bibirnya, juga bulu matanya yang lentik membuat aiha jatuh cinta pada pandangan pertamanya. Nikmat tuhan manakah yang kamu dustakan. Laki laki di depannya itu sungguh sangat tampan.
"aiha ?" tanya laki laki itu sambil menepuk pundak milik aiha. Aiha terkejut.
tunggu d ulu, otak aiha nge lag. bagaimana bisa laki laki tampan yang ia jatuh cintai pada pandangan pertama tersebut megenalnya ?. sebuah keajaiban kah?. atau balasan yang di kirim oleh tuhan kepadanya karena ia amat berbakti ke orang tuanya?
"lo manggil gue?" ucap aiha masih tidak percaya. Mungkin saja laki laki itu memanggil orang lain yang memiliki nama seperti dirinya. ia tidak yakin pernah kenal dengan laki laki tanpan itu. jadi dimana dia bisa mengenal aiha ?
"ya lo lah, masak kunti yang ada di belakang lo" ucap reno santai.
Aiha yang mendengar ada kunti di belakangnya pun telonjat kaget. Ia reflek memeluk reno yang ada di depan. Kebiasaan aiha saat takut sedih ataupun senang, ia akan reflek memeluk seseorang yang ada di dekatnya.
"lo kangen gue kan. Pastinya lo kangen. Gue kan emang ngangenin. ini aja buktinya lo meluk gue"ucap reno percaya diri, disertai seringai khas nya
"kenapa di lepas" ucap reno. Laki laki itu menarik tangan aiha untuk kembali ke pelukannya."gue reno. Reno manggala. Temen yang lo tinggal dulu pas smp. masih inget gue ?, tega banget emang tiba tiba langsung ngilang dan ninggal gue" aiha terperanjat, namun tak ayal gadis itu memeluk reno lagi. Sungguh ia tak percaya kalau seorang reno akan berubah begitu menawan. Bayangannya kemarin tentang reno yang seperti perempuan sirna sudah.
Reno yang ada di hadapannya sekarang sangat berbeda jauh. Tampilannya yang sekarang sungguh sangat manly. berbeda jauh dengan dia yang dulu.
"gue kangen anying. " ucap aiha dalam pelukan reno
"gue juga" ucap reno terkekeh
"lo anak baru disini ?" tanya reno kala pelukan di tubuhnya di lepas oleh aiha.
Aiha mengangguk antusias. Ia tak percaya bila akan satu sekolah reno. laki laki yang dulu pernah ia ajak untuk bersahabatan.
"btw lo kok masih inget gue? kok ga lupa" tanya aiha penasaran. Bagaimana laki laki itu bisa langsung mengenalinya saat pertama bertemu. Ia saja tidak bisa mengenali reno di pertemuan pertamanya dengan laki laki itu.
"muka lo kaga berubah dari jamana spm. Masih kayak bocil makanya gue langsung ngenalin" aiha tergelak mendengarnya. Apa kata reno tadi ? aiha bocil? Katarak nih kayaknya mata laki laki itu. Tinggi aiha saja lebih dari 160 di bilang bocil. Minta di slading ni orang.
"bocil lo bilang ?" tanya aiha dengan muka garang khasnya
Reno pun mengangguk. Laki laki itu menahan tawanya dan juga tangannya agar tak melayang untuk mencubit pipi gadis itu yang menggembung karena marah. Sungguh aiha terlihat sangat menggemaskan saat marah. Rasa rasanya pipi aiha sangat enak untuk di gigit jika mengembung seperti itu.
"ishhh lo tuh ya. Orang gue jelas jelas tinggi cantik langsing imut gini lo bilang bocil hah? Katarak nih kayaknya" semprot aiha
Mau tak mau tawa renopun lepas. Laki laki itu tak sangup menahan tawanya melihat wajah merah juga garang aiha. Tanganyapun tak tinggal diam. Tangan itu mencubit pipi aiha gemas dan sedikit kencang. Membuat sang empu meringis dan memukul lengan kekar reno agar berhenti mencubit pipinya
"sakit reno" ucap gadis itu
Renopun berhenti mencubitnya. Tangan kekar laki laki itu ganti menangkup wajah aiha. Mata coklat milik reno menatap lekat mata milik aiha. Ibu jari milik reno mengusap bekas cubitanya di pipi aiha.
"maaf ya abisnya gemesin sih" ucap laki laki itu
Jantung aiha rasanya berhenti berdetak saat reno memperlakukannya seperti itu. Satu kata untuk keadaan ini manis
" eh gue liat lo tadi kebingungan, kebingungan gara gara apa sih?"
"gue lagi cari ruang kepsek"
"pas Banget moment kita. Gue juga mau ke ruagan dia. Kita bareng aja yuk" ajak laki laki itu
"skuyy lahh" merekapun berjalan besama sambil bertanya kabar dari mereka masing masing
---
LUMAYAN PANJANG LAH PART INI
GIMANA MENURUT KALIAN UDAH DAPET FEELNYA BELUM
KASIH SARANG DONG :)