
"pada ngomong apa sih kok asik banget keliatannya " tanya seseorang yang baru datang.
Laki laki yang beberapa hari lalu tak terlihat sama sekali batang hidungnya. aiha yang melihatnya pun bersorak senang. ia rindu laki laki itu. laki laki yang selama ini ia anggap sebagai kakaknya.
"raga.." pekik aiha senang. Gadis itu langsung menghambur ke pelukan sahabatnya itu
"kangen tau. " ucap aiha di pelukan raga. Raga yang mendengarpun terkekeh. tak bisa di pungkiri ia juga rindu dengan aiha. ia rindu celotehan aiha. pelukan aiha dan jangan lupakan wajah aiha saat marah. raga rindu itu semua. berpisah dengan gadis itu tiga hari membuatnya harus merasakan sesaknya merindu.
"baru aja tiga hari ha, belum setahun" ucap raga di sela kekehanya. Laki laki itu mengusap pungung aiha lembut sesekali mencium kening aiha.
"kapan lo pulang dari malang ?" tanya reno
"kemarin malam" reno yang mendengarnya mengangguk tanda paham. Raga adalah sahabat reno dari kelas ipanya dulu. Ia adalah laki laki yang cerdas, sering kali raga pergi ke luar kota untuk mengikuti lomba lomba tingkat nasional dan internasional. Tak satupun kopetensi ia lewatkan. Dan berungtungnya laki laki itu selalu saja bisa menjuarainya. Entah juara satu atau dua Ia selalu mendapatnya
"aiha mah reno sama raga doang yang di peluk. Bang edgar sama bang keon kaga pernah di peluk" ucap edgar dengan nada di buat buat
Aiha yang mendengar itupun terkekeh. Buka ia tak mau memeluk mereka, hanya saja setiap gadis itu senang ataupun sedih akan selalu ada reno dan raga di sisinya. Jadilah gadis imut itu lebih memilih reno ataupun raga. karena mereka berdua lebih spesial dari bada adgar dan keon. hehehehehe
"lo bau sih. Makanya aiha nggak mau. aiha kan suka yang harum harum kaya reno sama raga"ucap aiha sambil menutup hidungnya dan terkekeh. raga dan reno yang mendengarnyapun juga terkekeh
namun tidak dengan Edgar dan keon. laki laki itu yang mendengar itu pun sontak mendelik tak terima. Kedua laki laki itu reflek mencium bau badannya masing masing. Harum. Satu kata yang ada di pikiran mereka saat tak ada bau tak sedap sama sekali.
Kedua laki laki itu sontak saling menatap satu sama lain dan tesenyum miring. Seakan mereka berdua memiliki pemikiran yang sama merekapun saling mengedipkan mata. aiha, reno dan raga pun bergidik ngeri melihat mereka berdua. sudah macam gay saja.
"kalian ngapain coba tatap tatapan kayak gitu?, kalian gay ?" tanya aiha penuh selidik
Keon dan edgar semakin tersenyum lebar mendengar ucapan aiha. kalau kalian pikir kata kata yang di ucapkan aiha benar. kalian salah besar. keon dan dgar tidak gay. hanya saja mereka memiliki pemikiran yang sama saat ini.
Sedangkan aiha yang melihatnya semakin begidik ngeri.
Tanpa aba aba keon dan edgar berjalan menghampiri aiha dengan senyum miring mereka masing masing.
Aiha semakin begidik ngeri di tempatnya. Gadis itu berjalan mundur menjauh dari keon dan edgar kala kedua laki laki itu berjalan semakin dekat ke arahnya. Dengan sekali sentakan keon menarik aiha dalam dekapannya. Laki laki itu memeluk erat aiha di susul edgar memeluk keon dan aiha
"bau nggak ai?" tanya keon yang masih memeluk aiha erat tanpa berniat melepaskan gadis itu sebelum mendapatkan jawaban yang ia inginkan dari gadis itu
"iya ai, gimana kita harum atau bau seperti yang lo bilang ha?" tanya edgar
Aiha yang mendengar itupun terkekeh di pelukan kedua laki laki itu. Aih ia kira tadi kedua laki laki itu gay. Eh tenyata mereka sedang mengerjai aiha.
" kalian harum kok, maafin aiha ya"ucapnya sambil terkekeh. Gadis itupun mencium pipi edgar dan keon singkat saat pelukan di tubuhnya lepas
Senyum keon dan edgar mengembang sempurna kala ciuman aiha mendarat di pipinya. Kejadian langka ini harusnya merka abadikan tadi. Jarang jarang aiha mau mencium pipi mereka. Palingan yang sering di cium aiha kalau nggak reno ya raga.
"gak usah senyum senyum. Kaya orang gila tau nggak" ucap reno ketus. Ia sedikit tak terima saat aiha, sahabatnya itu mencium pipi edgar dan keon. Ia sebal saja. Hari ini laki laki itu belum mendapat satu ciumanpun dari aiha, malah dua curut kampret itu sudah mendapatnya lebih dulu
"kelihatan ngga ada otaknya" tipal raga
"syirik aja lo berdua ma kita. Omong aja kalau kalian belum di cium sama aiha" ucap edgar sombong
Aiha yang mendengarnya pun terkekeh. Hingga suara bel tanda masuk berdering kencang
Kring kkkkrrrringgggg
Bel tanda masuk mengema di seluruh area sekolah "kuy lah masuk jangan tengkar mulu" ajak aiha sambil berjalan menuju kelasnya. Kelas sosial satu.
"gue kekelas gue dulu" ucap raga sambil berjalan berlawanan arah dengan mereka. Raga memanglah sahabat dari aiha, keon, edgar juga reno. tapi laki laki tampan itu tak sekelas dengan mereka. Laki laki itu berada di kelas sains 1
"jangan lupa ntar ke kantin bareng" teriak aiha yang di angguki oleh raga
------