
"ntar malem jadikan kumpul di tempat biasa ?" tanya keon saat mereka berjalan menuju kelas seusai dari kantin.
"jadilah. Masak kagak. Gue udah kangen wifi markas yang cepetnya minta ampun. Nggak kaya wifi rumah lo yang lemot." ucap edgar sambil melirik keon.
"kurang ajar lo ngatain wifi gue lemot. Ngaca noh, wifi lo kaga bisa di gunain. Kata mak lo nunggak. Bayar sono makanya" ucap keon tak kalah sengit
"wifi wifi gue napa lo yang urusin. Ikut campur banget sih lo." ucap edgar sambil nyelonong jalan terlebih dahulu
" dih tu anak gaje banget. Minta di tempeleng emang kepalanya" ucap keon seraya berlari kecil mengejar edgar yang sudah jalan terlebih dahulu
"aneh banget ya mereka berdua itu" ucap aiha yang sendari tadi hanya mengamati.
"kalau kata gue sih mereka absurd" timpal reno
"banget" ucap raga kemudian
Mereka bertiga berjalan bersama menuju kelas.
"nanti pulang bareng siapa ha?" tanya raga
"bareng raga aja. Aiha kangen di bonceng raga" ucap aiha
"iya udah nanti bareng aku. Jangan lupa tunggu parkiran ya."
"ok pak bos"
"gue ke kelas dulu" ucap reno seraya menepuk pundak raga. Tak lupa tangannya menggandeng tangan mungil aiha.
Masih ingatkan kalau kelas aiha dan raga berbeda. Aiha kelas ips sedang kan raga kelas ipa. Letak kedua kelas itu bisa di bilang lumayan jauh jaraknya. Biasanya saat mereka berlima berjalan berasama menuju kelas, mereka akan berpisah di sini. Di persimpangan koridor ipa ips.
"raga, aiha duluan ya" ucap gadis itu seraya melambaikan tangan pada raga.
"belajar yang rajin." ucap raga. Laki laki itu tersenyum manis ke arah aiha.
---
"renooo..." panggil aiha
"hmmm"
"kok hmmm aja sih" ucap aiha sambil menggembungkan pipinya tak suka.
"dalem aiha" aiha yang mendapat jawaban begitupun mau tak mau mengembangkan senyumnya.
"ye udah di jawab bukanya ngomong malah senyum. Baper ya lo"
"idih baper. Kagak ya. Seneng aja gitu gue kalau lo jawabnya pake dalem. Berasa enak banget gitu di dengernya"
"ngomong aja kalau baper. Banyak bat alesan lo"
"Dih"
"reno..."
mereka masih berjalan bersama menuju kelas. Laki laki itu berhenti ketika aiha memanggilnya
"apa hmmm" tanya laki laki itu seraya menatap wajah aiha.
"gua ada tantangan buat lo" ucap aiha sambil tersenyum riang
Reno menaik sebelah alisnya " apa ?"
Yah walaupun sebenarnya dia juga tau kalau selama ia mengajari reno, laki laki itu lebih banyak tidak memperhatikannya tapi aiha harap reno bisa.
"matematika ya " ucap reno seraya mengangguk anggukan kepalanya.
"heeh matematika. Lo takut ya" ucap aiha seraya memicikan mata menatap reno.
"dih takut. Ngga ada kamusnya dalam hidup gue Kalau gue itu penakut. Sorry to say" ucap laki laki itu seranya mengangkat dagunya tinggi tinggi
"kalau nanti sampai lo nggak bisa lo harus traktir gue coklat sama es krim selama seminggu"
"ezz itu mah. Gampang"
"dih songong. Mentang mentang tajir" ucap aiha seraya berlalu berjalan menuju kelas
"emang tajir. eh tungguin napa. Main ninggal ninggal aja"
"nyenyenyenye" aiha yang di suruh menunggu malah mengejek reno. Gadis itu lantas berlari menuju kelas.
🍁🍁🍁
"selamat siang anak anak. Seperti yang ibu katakan saat pertemuan lalu. Hari ini ibu akan memberikan 10 soal matematika. Barang siapa yang bisa. Tolong angkat tangan dan maju. Nanti akan ibu berikan nilai tambahan untuk yang bisa mengerjakannya" ucap bu sri.
Memamg dari pertemuan kemarin bu sri sudah meng infokan pada anak anak bahwa hari ini ada quiz. Jadilah tadi aiha tau dan menantang reno.
Aiha sebenarnya agak ragu reno bisa mengerjakan 10 soal di depan tanpa salah satu pu. Bukan tanpa alasan aiha bespekulasi seperti itu. Aiha tau reno jarang sekali belajar. Ada saja alasan laki laki itu untuk menolak ajakan aiha belajar bersama. Ia jadi sansi tantangan yang ia ajukan bisa di lewati laki laki itu.
Tapi ya sudah lah. Ia memang harus memaksa reno dulu. Kalau tidak di paksa atau di bujuk iming iming laki laki itu tak akan mau. Lagi pula niat di kan bagus, agar nilai matematika reno yang merah terselamatkan. Niat baik tak mungkin tak berjalan lancarkan.
Tanpa pikir panjang, aiha mengangkat tangan kanan reno seakan akan laki laki itu ingin mengajukan diri untuk maju ke depan mengerjakan tugas tugas dari bu sri.
"reno mau maju ?" tanya bu sri heran. Selama dia mengajar anak bandel satu itu. Ia satu kalipun tak pernah mendapati reno mengajukan diri.
"iya bu reno mau maju katanya. Mau di kerjain semuanya" bukan reno yang menjawab, melainkan aiha. Gadis itu tampak sangat semangat.
"gila lo bos. Beneran nih mau maju" celetuk keon tak percaya.
"abis makan apa bos kok tiba tiba banget. Tumben anjir. Kaget gue sampai an" tambah edgar.
"diem lo brisik amat dah. Tantangan dari aiha ini" ucap reno pelan.
"semuanya reno ?" tanya bu sri tak percaya lagi.
Renopun yang mendengarkan menganggukan kepalanya malas. Belum tau saja gurunya itu kalau reno terpasaka melakukan ini.
"ya udah cepet maju. Kalau kamu bisa ngerjain semua soal yang ada di depan dan bener semua. Habis ini akan ibu free kan kelasnya. Dan semua nilai kamu yang merah akan ibu ubah" ucap bu sri, yang sontak langsung mendapatkan sorak bahagia dari anak anak sosial 1.
Bagai mana tidak bahagia. Jika kalau reno bisa mengerjakan semuanya dan benar kelas ini akan free dari pelajaran matematika. Surga dunia lah ini namanya, nggak boleh di lewatkan.
Semua tampak riang menyoraki reno agar ia semangat. Tak lupa juga dengan ke tiga sahabatnya, aiha edgar dan keon
Mereka tampak heboh menyemangati reno yang sedang serius mengerjakan. Laki laki itu sama sekali tak merasa terganggu dengan teriakan teman temannya. Ia justru semakin bersemangat. Jarang jarang lah ia tampil memamerkan kecerdasan yang selama ini ia sembunyikan.
Reno sebenarnya bisa saja mendapatkan juara satu ataupun 3 besar paralel angkatan dia di sma manggala. Namun ia tak mau. Bukan mau sombong atau apa. Reno hanya malas ketika guru gurunya tau ia pintar dan menyuruhnya untuk mengikuti olimpiade atau semacamnya seperti yang sering di ikuti raga.
Big No !. Reno lebih suka kehidupannya yang sekarang. Ia suka saat nilai nilainya merah dan aiha akan marah lalu mengajarkannya. Itu hal imut menurut reno. Apalagi pipi aiha yang akan menggembung saat ia marah. Autooo gemes tingkat akut reno. Jiwa jiwa pingin makan aiha meronta ronta.
Reno juga suka saat ia malas belajar dengan aiha. Gadis itu akan membujukannya dengan segala cara. Reno suka semua itu.
🍁🍁🍁