AIHA'S STORY

AIHA'S STORY
CH 6



AUTHOR POV


"ANAK DAKJAL BERHENTI LO" teriak aiha dari koridor sekolah. Gadis itu kesal makanan favoritnya di makan begitu saja oleh reno. Aiha tidak akan mempermasalahkannya kalau yang dimakan adalah makanan lain namun kali ini beda, makanan yang laki laki itu makan adalah coklat favoritnya dan itu stock terakhir yang ia iliki.


"RENO DAKJAL. BERHENTI NGGAK LO. HEHHH ANAK DAKJAL" reno tertawa di tengah larinya. Mengerjai aiha adalah candu bagi dia. Melihat gadis itu marah membuatnya merasa puas. Apalagi saat pipi cubby milik aiha mengembung. rasa rasanya reno ingin melahap habis pipi itu.


Brakkkkk....


Aiha terjatuh. Gadis tidak sengaja menginjak tali sepatunya. Siku gadis itu berdarah karena menghantam ubin koridor yang kasar. Mata aiha berkaca kaca. Gadis itu sungguh benci yang namanya darah dan jatuh. Ia paling tak suka berjumpa dengan itu semua.


"ya allah aiha, ngapain lo ndlosor di situ" ucap reno sambil terkekeh. Emang dasar namanya sahabat. Liat sahabatnya  jatuh bukannya di tolongin malah di ketawain lebih dulu. Aiss emang dakjal si reno. awas aja nanti kalau dia yang jatuh gue ketawain ganti baru tau rasa lo.


"ih reno gada akhlak, ai jatuh bukannya di tolongin malah di ketawain. Ai ngambek nih" ucap aiha. gadis itu menggembungkan pipi bulatnya matanya masih berkaca kaca karena merasakan sakit di sikunya.


"Ilih sok sok an ngambek. Paling nanti belum ada setengah jam udah baikan lagi ama gue, nggak jadi ngambek. hapal gue udahan" ucap reno santai sambil menunduk membantu ara bangun. laki laki itu sudah hafal dengan kebiasan aiha yang satu ini.


gadis itu memang sering ngambek ataupun marah pada reno gara gara hal sepele seperti ini tapi semua hal itu tak akan bertahan lama. mungkin paling lama adalah setengah jam. aiha tak betah berlama lama marah pada reno. apalagi posisi mereka teman sebangku. apalagi saat aiha di sogok dengan makanan makanan berbau coklat oleh reno. byuhhhhh baru lima menit aiha marah bisa langsung baikan.


Laki laki itu lalu berjongkok di hadapan aiha. Tangannya terulur membenarkan tali sepatu aiha yang lepas. " makanya kalau benerin tali sepatu yang kenceng. Biar nggak gampang lepas. Kan jadinya kayak gini. kebiasaan banget jatuh gara gara tali sepatu"


"hmmm iya" ucap aiha sambil menunduk. Reno tersenyum. Laki laki itu yakin kalau gadis itu sedang menahan tangisnya. Reno hafal betul setiap kali aiha jatuh gadis itu akan menangis kalau tidak menangis minimal ia akan berkaca kaca. Bersahabat dengan gadis itu dua tahun sudah membuat reno hafal tabiat gadis itu.


"pengen peluk" ucap aiha rendah. sifat manjanya keluar


Reno kembali terkekeh. Laki laki itu juga hafal tabiat aiha yang satu ini. Gadis itu akan meminta untuk memeluknya ataupun akan langsung memeluknya saat ia senang sedih atapun jatuh seperti sekarang ini.


Bagi aiha reno itu tempatnya mengadu kala sedih. Tempatnya bertumpu kala jatuh. Tempatnya tersenyum dan tertawa kala bahagia. Baginya reno adalah segalanya. Baginya juga hanya renolah tempat hatinya untuk menetap. tapi tidah aiha bagi reno.


Namun pilihannya itu salah, menautkan hati pada reno hanya akan selalu membuat hati gadis itu tersakiti . Karena reno hanya menganggapya sebagai sahabat. miris memang.


Tak pernah benar benar ada kata sahabat di antara laki laki dan perempuan. Karena salah satu di antara mereka pasti memiliki rasa.


Dan di persahabatan aiha dan reno. Aiha lah yang memiliki rasa. Aihalah yang selalu sakit hati kala reno memiliki pacar. Aihalah yang selalu menangis di kala diam. Aihalah yang selalu tertawa dan tersenyum di depan reno walau hatinya hancur melihat laki laki yang ia sukai terenyum dan tertawa dengan wanita lain selain dia.


Jujur aiha cemburu. Namun apalah daya aiha, dirinya hanya sebatas sahabat dari reno manggala. Bukan pacar laki laki itu.


"sini" ucap reno sambil menarik kedua tangan aiha untuk melingkar di pinggangnya


"whuisss pagi pagi udah main peluk peluk kan aja, mata iang sakit nih liatnya" ucap edgar kala netranya melihat reno dan aiha berpelukan.


tapi ini masih pagi loh. Mereka seharusnya kasihan pada edgar yang baru putus dengan pacarnya kemarin.


"ngomong aja bang, kalau lu syirik. Makanya kalau punya pacar tu jangan di duain" sahut keon


"gue kaga selingkung anying" jawab edgar ngegas.


"lu kaga selingkuh. Tapi lo duain risa sama ml. dan lo main game itu tanpa pernah perduliin risa. lo pikir risa nggak butuh perhatian lo. Untung aja risa pinter putusin lo." sahut reno. laki laki itu sudah melepas pelukannya dengan aiha


"makanya gar, kalau punya pacar tu di perhatiin. Jangan game mulu" sahut aiha


"belain aja risa terus. Temen kalian gue anying bukan risa" dengus edgar


Reno, aiha, dan keon pun tertawa melihat wajah sebal edgar.


"makanya ml nya di hapus aja, sapa tau si risa mau balikan sama lo" saran aiha. Gadis itu yakin edgar akan menolak idenya mentah mentah. Aiha tau edgar lebih menyayangi gamenya dari pada risa.


"big no. aiha. Lo tau sendirikan gue maniak sama game itu. Apalagi gue udah mytic masak harus di hapus sih. ml no 1 pacar no 2" ucap edgar


"game mulu gar hidup lo" sahut keon


Oh ya. Keon dan edgar adalah sahabat reno juga aiha. Mereka berdua mulai dekat dengan aiha dan reno saat kelas 11. Saat itu mereka sekelas dengan edgar dan keon. Kedua laki laki itu asik dan gampang bergaul. Sikap mereka itulah yang mebuat reno dan aiha nyaman berteman dengan mereka.


"pada ngomong apa sih kok asik banget keliatannya " tanya seseorang yang baru datang.


-------


SEKIAN DULU YA


NANTI LANJUT LAGI


KALAU DI SURUH MILIH SUKA YANG GOODBOY APA BADBOY ?


KALAU AKU SIH BADBOY HEHEHEHE


JANGAN LUPA VOTE YA