After This Night

After This Night
Saling membalas



“Jadi maksudnya , pertemuan kau dengan Mr.Poernomo bukan di atas panggung ? Melainkan dia adalah lelaki yang kita pilih secara acak sewaktu di club itu ? “ Linda masih memutar-mutar memorinya tentang kejadian malam itu . Mengetuk-ngeruk kepalanya .


“ kita ? Kau yang menjebakku, sialan ! “ ia tersenyum tak percaya , dengan cepat Billa melemparkan majalah yang sedang ia baca ke arah Linda .


‘ Apa maksudnya dengan kita ? Jelas-jelas dia yang menipuku , kenapa jadi aku yang kena sasaran lelaki tua mesum itu ‘


Linda hanya tersenyum kecut . Ia tak menampik bahwa itu murni kesalahannya , tapi jika difikir-fikir mengapa Billa mau saja ia kerjai ? Sebenarnya ini peluang bagus bukan untuk menjadi orang kaya . Coba bayangkan berpacaran dan menikahi dengan seorang Matius Gerald Poernomo , ah . Andai saja hidup semudah cerita di novel .


“ lalu dia mengatakan apa lagi ? “


Terlihat sekali jika Billa sedang gelagapan , sebab mata nya sibuk mencari-cari sebuah alasan yang mungkin masuk akal untuk diceritakan .


‘ ayo otakku yang luar biasa cemerlang , tunjukan kehebatanmu pada wanita sialan didepanmu ini ‘


Nihil . Bersih . Tak ada alasan yang masuk akal untuk dibicarakan . Linda semakin sibuk mendorong Billa untuk berbicara semua hal tentang lelaki tampan yang sangat sempurna itu .


“ kenapa kau terlihat sangat ingin tau tentang lelaki gila itu ? Ah, jangan-jangan kau terobsesi pada lelaki tua nan mesum itu , hah ? “ selidik Billa . Linda malah tertawa terbahak-bahak mendengar sindiran dari temannya itu .


“ Billa , coba katakan padaku wanita tulen mana didunia ini yang tidak terobsesi oleh pria sekelas Matius Gerald Poernomo , hah ? Mapan , tampan matang . SEMPURNA ! Ya , kecuali wanita itu lesbi “ rancaunya asal sambil melirik dan menaik -turunkan matanya pada Billa .


Billa terkejut , mata melebar dan langsung melihat cermin sekilas lalu menunjuk dirinya sendiri dan berkicau “ aku ! Ak-aku tidak terpesona olehnya ,Linda “ nadanya sedikit meninggi , menegaskan bahwa apa yang di katakan oleh Billa benar adanya .


“ sedikitpun , huh ?”


Oh Linda , jangan terlalu mengorek-orek .


“ se-di-kit-pun !” Ia menekankan satu per satu kalimat agar Linda tidak bertanya lagi .


Linda mencari kebohongan didalam mata Billa , ya , sepertinya memang tidak tertarik atau belum tertarik . Biarkan saja . Setidaknya berkurang satu wanita yang akan memperebutkan lelaki pujaannya .


“ lalu , bisa kau ceritakan sejak kapan kau menjadi calon istri Mr.Salvatore ? “


LAGI ?


Alis Linda naik turun tiada henti . Menjengkelkan .


“ aku akan mengatakannya padamu tapi bukan sekarang , Linda . Tapi aku berjanji akan mengatakan secepatnya padamu “ Memang berat untuk menanggung sendiri , tak ada salahnya bukan jika ia bercerita pada sahabatnya sendiri ?


Senyuman ramah muncul dari wajah Linda , sepertinya ia mengerti kondisi sahabatnya saat ini . “ baiklah , tapi tolong jawab sekali saja pertanyaanku , hanya sekali saja , ya “ pintanya sambil mengacungkan telunjuk manisnya .


Billa hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya . “ gunakan dengan baik karena karena aku hanya menjawab satu pertanyaan dan tak ada sesi tanya jawab lagi hari ini “


“ langsung saja , kau sebenarnya sudah lama kenal dengan Mr.Salvatore ? “


Billa hanya menggangguk pelan dan membaringkan tubuhnya di kasur empuk miliknya . “ ceritanya panjang akanku ceritakan nanti “


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Memang benar apa yang dikatakan Linda , ia menjadi tranding topik di Navy Univesty dalam beberapa hari terakhir . Puncaknya siang ini . ketika ia masuk kekelas , tanpa sadar semua mata tertuju padanya . billa terdiam ditempat .


‘Apa ini ‘


Namun sedetik kemudian ia berjalan seperti biasa , namun sebenarnya tatapan tajam semua orang dikelas ini sungguh menyesakkan . Apakah mereka zombi ? Mengapa mereka begitu menakutkan .


Lagi . Mereka berbisik yang bahkan Billa saja bisa mendengar jelas apa yang mereka katakan .


Jam menunjukan pukul 2 siang tapi sang dosen masih belum tampak . Billa yang mulai jenuh membolak balikkan buku pelajarannya tanpa minat .


“ selamat siang semua . Saya ditugaskan untuk menggantikan Mr.Rudolph untuk mengajar kelas kalian sementara . Bisa kita mulai “


‘ siksa aku terus ,tuhan ! ‘


Apakah ini sebuah kebetulan ? Kenapa lelaki itu selalu muncul dihadapannya ? Apakah ia sengaja ?


Tiba-tiba seorang gadis mengangkat tangan dan bertanya dengan suara centil “ em maaf Mr.Salvatore , aku mewakili seluruh wanita dikelas ini ingin menanyakan perihal , rumor yang tersebar tentang anda dan seseorang di kampus ini “ ujar nya perlahan .


“Ck , lihatlah gayanya menyelipkan rambut ketilinga itu , menjijikan “ umpat Billa sambil berbisik .


Albert sedikit tersentak mendapatkan pertanyaan itu , tapi bukankah itu hal bagus untuk mengumumkan soal dirinya dan Billa agar tak ada satupun yang berani mendekati calon istrinya .


Ia berekspresi seolah sedang berfikir dan kembali tersenyum . Ya , akting yang sangat luar biasa , bukan ?


“ ah , sebenarnya aku ingin merahasiakan masalah ini agar tak menjadi konsumsi publik . Aku takut akan mengganggu kehamilan calon istriku “ jelasnya dengan nada sedikit mengkawatirkan .


Billa terbelalak tidak percaya . Orang gila ! Habislah sudah , seperkian detik kemudian mata yang menakutkan itu kembali melihatnya . Mendorong keberanian Billa berubi-tubi sampai ke titik terendah . SIALAN KAU ,albert !


“ jadi dia pingsan bukan karena gugup seperti yang di informasikan oleh pihak kampus melainkan sedang mengandung ? “ tanya seorang pria dipojokan dekat dengan Billa .


Ardenalin itu semakin memacu , darahnya serasa mendidih bukan main . Bahkan ia tak bisa memegang bukunya dengan baik karena efek dari getaran yang dipengaruhi oleh dirinya , Mungkin kepalanya sudah mengeluarkan asap sekarang .


Albert dengan tak tau malunya berjalan sedikit mendekat ke arah Billa menatap dengan penuh cinta dan kasih “ kami sudah menjalin hubungan lebih dari 2 tahun yang lalu “ Albert tampak tersenyum puas dengan ocehan yang ia ucapakan .


“ maafkan aku , sayang . Aku rasa aku harus mengatakan ini lebih cepat daripada perkiraan yang telah kita tetapkan . Bagaimana mungkin aku terus saja diam sedangkan mereka terus-terusan mendesakku tentang hubungan kita “ sambung lelaki gila itu .


Billa tersenyum kecut , menyangkalpun tak akan berguna karena sudah dapat dipastikan Albert sudah jauh lebih dulu merencanakan hal ini , bukti-bukti paslu pasti sudah ada di genggamannya .


Ia berdiri dan berjalan mendekati Albert , menatap mata lelaki itu dengan penuh minat . Ketika sampai ia berbicara sedikit berbisik “ baiklah jika kau ingin saling mempermalukan “ matanya masih tak lepas dari manik coklat lelaki tampan didepannya .


Setelah sedikit mensejajarkan tubuhnya yang jauh lebih pendek dari Albert , Billa dengan sengaja berbalik dengan mengibaskan rambut bergelombang itu di wajah Albert .


“ ah , kau masih menggunakan sampo aroma mawar rupanya “ Billa menulikan pendengarannya , masa bodo .


Ia memberanikan diri membalas tatap setiap mata yang ingin membunuh keberaniannya . Menarik nafas lalu tersenyum .


“ aku tau ini memang terdengar sedikit gila , tapi aku ingin meberi tau sesuatu kepada kalian . Lelaki tampan dibelakang kalian ini benar-benar menggangguku . Ia bahkan lebih mengerikan ketimbang seorang penguntit , menjijikan , bukan “


Billa menjedanya , seperti dugaan reaksi dikelas semakin riuh , saling berbisik disana-sini . Namun tak ada pergerakan sedikitpun dari Albert .


“ maka dari itu , aku mengumumkan bahwa aku melelang lelaki yang akan menjadi calon suamiku ini , jika kalian berminat silahkan hubungi nomor ponselku “


Para wanita menjerit histeris bukan kepalang “ ah aku belum selesai , bukan hanya wanita , lelaki seluruh Navy Unversity yang mempunyai hasrat pada Mr.Salvatore juga bisa menghubungiku “ untuk penutup Billa sedikit mengedipkan matanya pada seluruh teman dikelasnya .


Albert terdiam seribu bahasa , bahkan Billa berlalu begitu saja setelah melemparkan senyuman termanisnya . Bahkan Albert tak tau sudah berapa lama ia ditinggalkan dikelas sialan ini . Ia kalah telak !


“ Salsabilla , kau semakin menarik saja “