
Hi , perkenalkan namanya Salsabilla Ardiantoro , anak tunggal dari sepasang pasutri sederhana . Mengenai kedua orang tuanya , Billa akan menjelaskannya . Ayahnya hanyalah seorang petani kecil dikampung dan ibu adalah seorang IRT .
Meskipun kedua orang tua Billa sangat sederhana tapi bukan berarti mereka berani untuk melepas tanggung jawab atas anak semata wayangnya .
Salsabilla diurus dengan sekuat tenaga , Jadi disinilah ia sekarang , berdiri gagah diatas kota yang sangat luar biasa . Menjadi calon mahasiswa dan akan resmi dalam beberapa hari lagi untuk menjadi mahasiswa yang BIASA SAJA tapi penuh dengan semangat .
Niat awal memang ingin menjadi anak baik yang hanya belajar mendapatkan nilai baik di kampus , tapi jelas kalian tau bahwa biaya kuliah tidak kecil dan untuk mendapatkan nilai tidak akan mudah jika tanpa PERANTARA DIKAMPUS SWASTA .
Jadi mungkin jika kampus sudah berjalan secara terjadwal , Billa akan mencari perkerjaan paruh waktu untuk mencari tambahan biaya kualiahnya.
Lusa adalah hari pertama masuk kuliah setelah sekian lama Billa berjuang mati-matian melewati masa OSPEK yang sangat menjijikkan .
Linda , adalah wanita penghuni kamar sebelah kosan yang menjadi teman pertamaku dikota raksasa ini . Menjadi akrab tidak terlalu sulit seperti yang dibayangkan ternyata .
Bahkan baru beberapa hari menghabiskan waktu mengumpulkan bahan OSPEK bersama mereka sudah sangat akrab , tak terlihat jika sebenarnya mereka adalah sepasang manusia yang baru di pertemukan beberapa hari yang lalu .
Bahkan cobalah lihat sore ini , Linda menggedor kamar Billa seperti kerasukan . Tanpa perlu menunggu dua kali Billa langsung saja meninggalkan semua hal yang sedang ia lakukan .
“Apa?” Tanyanya sambil mengeluarkan sedikit kepala dari pintu tanpa berniat membukanya lebih lebar lagi
“ follow me “ jawab Linda sambil mendorong pintu yang sedang Billa tahan setengah mati dari dalam
“ apa ? Fol ? Foll apa ? “ alisnya bertautan , bingung dengan perkataan temannya itu , jujur saja Billa sangat anjlok kalau berbicara bahasa asing .
Bahasa sendiri saja masih compang camping apalagi bahasa asing , hallo Billa hanya perawan desa yang merantau ke kota bukan seorang turis .
Linda hanya memasang muka datar sambil terus mendorong pintu temannya itu . “ bisakah kita berbicara didalam saja “ rayunya
“ TI-DAK , aku sedang bersiap-siap untuk kuliah pertama besok “
“Aku tidak suka penolakan , billa “
“Dan aku tidak suka pemaksaan Linda , pergi sanaaaa “
Alhasil kejadian dorong-dorongan pintu pun tak terhindarkan , banyak anak kosan yang tampak heran dengan tingkah laku kami hanya geleng kepala .
“ aww , billa tanganku “ teriak linda
Billa yang terkejut seketika dengan cepat menarik pintu dan membuka nya secara tak sabaran takut jika linda terjepit , namun tanpa diduga Billa bahkan sudah tertipu, dengan muka tak berdosa linda malah tersenyum girang setelah memasuki kamar Billa
“ kau menipuku ? “ tanya billa tak percaya
“ aku tidak menipumu tau “ sahutnya tak terima
“Lantas , ini apa ?” Tanya Billa lagi
“ ini , ini tak tik “ jawabnya sembarang
Tak mau berdebat Billa malah memilih diam dan mulai melanjutkan perkerjaannya . Lama mereka saling berdiam .
“ kau pernah ke club ? “ linda memecahkan keheningan .
Billa menghentikan perkerjaannya dan menatap Linda dengan pandangan remeh “ kau tau linda , desaku menggunakan sistem tenaga surya , lampu akan mati jika sudah jam 9 malam , dan akan hidup jika sudah azan subuh , apa kau mengejekku ?” Sambil berdiri mendekati Linda
“Oh bukan maksudku , tapi “ Linda melingkar-lingkarkan jarinya diwajah Billa
“ apa ? “
“ kau terlalu banyak bertanya Billa , aku kira kau wanita yang berpengalaman “
“ aku jemput jam 10 , cobalah menikmati hidup , sekali saja . Berhenti menjadi gadis desa , aku traktir , anggap saja perayaan karena lusa kita akan mulai kuliah , oke “
Linda mengedipkan sebelah mata dengan nakal , namun Billa masih belum paham dengan apa yang Linda katakan , setelah beberapa saat akhirnya Billa paham apa yang dikatakan Linda .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Rose Club , 23.00
Dentuman musik seolah ombak yang menghantam karang , keras . Hari sudah larit tapi bagi dinia malam ini adalah mula semua kesenangan dimulai .
Linda menarik tangan Billa membelah lautan manusia yang sedang asik bergoyang , meliuk kesana kemari tanpa batasan . Linda paham jika ia terpisah dari Billa maka ia akan kehilangan sahabat polosnya itu .
Ketika sampai di pinggiran bar , seorang lelaki menuntun mereka untuk menuju meja tang telah dipesan sebelumnya . Billa sedikit risih melihat bagaimana Linda dengan “luwes”nya bersentuhan dengan setiap lelaki yang mereka lewati sedari tadi .
Perjalanan yang cukup melelahkan walau hanya beberapa ratus meter dan sekarang ia sudah berada si lantai 2 club ini . Jujur saja aroma di lantai 2 sesikt lebih baik ketimbang dibawah .
“ kau kenal mereka semua , Lin ?” Pertanyaan itu muncul begitu saja tanpa bisa si koreksi terlebih dahulu .
Linda yang sedang menyesap minumannya hanya tersenyum mendengar pertanyaan Billa . “ mereka partner one night stand-ku “
Billa hanya ber-OH ria sambil menyesap juice apel pesanannya .
Linda menaikan alis ketika tak ada raut keterkejutan lahir di muka cantik Billa . “ kau paham apa yang ku bicarakan Billa “ tanyanya tak sabaran .
“ emm , setahuku partner itu teman dan mungkin one night stand itu apa ya ,? “ dengan muka polosnya Billa menjabarkan pikirannya satu persatu . linda hanya melongo tak tertolong melihat sikap wanita di sebelahnya .
Muncullah fikiran jahat untuk mengusili Billa .
“ mau mencobanya ? “ Linda dengan geli bertanya
“ apakah seru ? Apakah tak apa ? “
“Of course ! “ teriak Linda , Billa tergugu mendengar ucapan temannya “ maksudku tentu saja ya . Jika kau mau mencoba aku akan mencarikan teman yang serasi untukmu “
Billa hanya terdiam , meragu . Apakah tak apa ? Hanya sebatas teman kan . Ia meyakinkan seyakin-yakinnya pada hatinya .
“ baiklah , carikan satu untukku “
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Matius Gerald Poernomo menegak segelas demi segelas teqilla yang sudah disediakan oleh pelayan bar . Masalah setiap hari semakin membebani hidupnya . Ternyata menjadi orang kaya tidaklah semenyenangkan apa yang orang fikirkan . Orang kaya tidak bisa tidur nyenyak memikirkan bagaimana seharusnya harta terus bertambah dan sejenisnya .
Rose Club merupakan club favorite-nya akhir-akhir ini . Dan malam ini ia hanya berniat untuk minum sebentar dan pulang .
Tapi secara tiba-tiba seorang wanita bereajah imut nan polos menghampirinya dan duduk disampingnya . Tersenyum . Dan God , itu bukanlah senyuman menggoda .
“Kau mencari sesuatu nona ? “ Matius sedikit berteriak ketika bertanya pada wanita itu .
“ aku rasa aku akan mendapatkan sapaan hi darimu “ jawabnya sambil sedikit merapatkan tubuhnya kepada Matius .
“ Baiklah , Hi nona , ada yang bisa aku bantu ?” Matius mulai sedikit menggoda wanita didepannya itu , ‘ wajahnya polos tapi semua wanita sama saja ‘ batin Matius
Wanita itu memberikan selembaran tisu kepada Matt , sedikit kebingungan akhirnya Matt menerima dan membaca tulisan yang ada disana
‘wanna be my partner one night stand , baby ?’
Wanita itu terlihat melihat sekitar , tanpa perduli dengan apa yang ia berikan tadi , oh luar biasa dia adalah seorang Pro sekarang .