
“ siapa namamu “
Wanita itu menunjuk dirinya , seolah wanita yang benar-benar polos . Menjijikan .
“ ya , namamu “
“ aku , oh aku Rose “ jawabnya ragu Dan terlihat sedikit berfikir
“ oke rose , bisa kita mulai apa yang sudah kau tulis hmm ? “ lelaki itu mengunci mata rose dengan sangat tajam . Aliran darah seolah berlomba-lomba berlari , bahkan oksigen pun terasa di renggut paksa olehnya .
Ia mendekati bibir tipis itu pada telinga Rose “ ikuti aku jika kau memang benar-benar siap “ ucapnya sambil tersenyum .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jalanan semakin lenggang ketika dua manusia mulai melajukan kendaraannya di aspal jalanan . Baju yang sedikit terbuka memaksa wanita itu sedikit memeluk tubuhnya mencari setitik kehangatan yang tersedia .
“ bukankah sudah terbiasa “ suara berat lelaki itu memcahkan keheningan di mobil itu yang telah tercipta sedari tadi , Rose sedikit mengerutkan keningnya , bertanda ia tidak paham sama sekali .
“ pakaianmu , bukankah sudah biasa menggunakannya ? “ Matt berusaha meluruskan perkataannya .
Niat hanya ingin minum sedikit lalu pulang hancur sudah ketika melihat wanita sok polos yang menarik perhatiannya ,duduk dan mengajaknya menuju surga dunia secara suka rela . Memang sudah biasa seorang jal*ng bersikap seperti ini padanya , namun entah mengapa ia begitu tertarik oleh yang satu ini .
Seketika ia menggerakkan kepala untuk melihat pakaiannya , mini dress dengan tali spageti sedikit menutup dada namun mengekspose punggung putihnya , SEM-PUR-NA !
Entah itu alami atau hanya kepura-puraan , ia semakin mengeratkan kedua tangan pada dadanya .
“Perhatikan matamu , tuan “ tegasnya
Matt terdiam , lalu meminggirkan mobilnya dengan cepat ketepi jalan raya . Suara decitan menguar keudara .
“ jika kau ingin aku menjaga mata indahku ini , lalu kenapa kau menggunakan pakaian itu huh , nona rose ?” Tanyanya dengan mata yang masih menatap jalanan kosong
“ temanku meminjamkannya padaku “
Matt melirik tidak percaya , smirk yang mempesona . “Tapi kau menggodaku , nona ?”
“Kapan aku menggodamu tuan “ tanyanya tak kalah sengit dengan intonasi yang mulai sedikit meninggi
“ kau merapatkan tubuhmu padaku beberapa jam yang lalu jika kau lupa “
“Apa kau buta ,seorang perempuan sedikit mendorongku tadi ketika aku duduk disebelahmu “
Matt membelalak semakin tak percaya
“ lalu , tisu ? “ suara yang mulai serak menandakan jika ia sudah tersulut emosi dan nafsu secara bersamaan
Sebentar Rose nampak sedikit bertikir “ oh itu temanku yang menuliskannya untukku dan ia menyuruhku memberikan kepadamu , jujur saja tuan aku tak tau apa yang ia tulis karena aku tak paham bahasa asing “ perlahan rose melepaskan pelukan pada tubuhnya sendiri dan secara alami tangannya meliak-liuk seolah ikut menerangi ucapan sang wanita .
Mata bulat itu pun dengan polosnya menatap Matt .
Matt menggeram tak karuan . Lalu mendekatkan diri pada wanita itu , “ kau mau tau apa yang temanmu katakan padaku ? “
Wanita itu hanya mengangguk tanpa ragu
“Kau mengajakku bercinta nona , dan kita sedang dalam perjalanan menuju hotel yang sudah aku pesan tadi , atau kau lebih memilih untuk bercinta disini hmm ?”bisiknya dengan suara dibuat seserak mungkin .
“Bercinta ? BERCIN ,Ahhh ! “ wanita itu menjerit ketika Matt secara tiba-tiba menurunkan sandaran kursi hingga telentang dan medorongnya hingga tertidur . Lalu secara Membabi buta menikmati bibir wanita itu .
“Tu..tuan “ suara wanita itu bergetar
Tak ada sahutan , ******* demi ******* semakin mengganggu bibir tipisnya . tanpa perintah wanita itu menggigit bibir Matt dengan keras , ketika Matt mendongak , Rose membenturkan kepalanya pada Matt . Luruhlah sudah darah dari hidung mancung itu . Matt yang sedang sibuk akan sakitnya , menjadi peluang untuk Rose kabur .
Dengan tak terduga tangan wanita itu membuka pintu mobil dan mengambil langkah seribu untuk kabur didalam gelapnya malam .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Linda yang tau jika hal ini akan terjadi hanya tertawa terbahak-bahak dikamarnya . Ini sudah ke lima kalinya Billa menggedor tapi Linda tidak menggubrisnya .
‘ Apa kuping Linda tertinggal di bar sehingga dia tidak bisa mendengar lagi?’
Ah bisa jadi !
“Aku hitung sampai tiga jika tidak , 1 “
Belum ada pergerakan
“2”
Masih sama
“2/7”
Kreekkkk
Tanpa babibu , Billa langsung masuk dan membanting diri ke kasur Linda .
“ apa ada yang perlu dijelaskan ?” Billa berusaha untuk bersikap biasa saja padahal jantungnya sudah tak karuan rasanya .
Mereka menatap langit-langit kamar , kemudian Linda tersenyum geli melihat sahabatnya itu . “Aku tidak membutuhkan reaksimu “ Billa sedikit melirik Linda , “ tapi beri aku alasan yang masuk akal agar aku bisa untuk tidak berfikir membunuhmu kali ini “ ancamnya .
“ wuuu , kau - Menggemaskan “ goda Linda
“Aku 18 tahun , dan menggemaskan bukanlah diriku , dan apa ini ? Kau mengalihkan pembicaraanku ? “ tanyanya dengan nada yang sedikit menghardik .
Linda bangkit dan berjalan menuju kursi santainya . Mencari posisi yang nyaman . Kaki diatas meja dan pundak menyandar di sandaran kursi , ah sempurna .
“ aku fikir akan menyenangkan jika sedikit mengerjaimu semalam , dan aku fikir kau mengerji jika aku sedang mengerjaimu lalu kau akan kembali ke meja tapi ternyata kau malah pergi dengan lelaki tampan itu , dan sepertinya aku fikir “
“Oh maaf nona , dan aku fikir kau hanya berfikir menggunakan dengkul bukan ? Karna aku ragu jika kau berfikir menggunakan otak “ potong Billa dengan nada sedikit emosi
“ hei santai , bahkan aku rasa kau tidak dirugikan apapun bukan ? Lelaki yang aku pilih mungkin adalah lelaki tertampan di club malam tadi . Hidung yang mancung badan , yang atlentis , garis muka yang tegas “ belum sempat menyelesaikan hayalannya sebuah bantal sudah mendarat di wajah manis Linda .
“ APA ? Aku hampir diperkosa ! Aku dicium secara membabi buta . Dan sialnya Itu adalah ciuman pertamaku ,Linda ! aku berjalan sepanjang malam karna kabur dari lelaki itu , bertemu anjing jalanan yang untungnya tidak menggejar , tanpa membawa uang dan mantel dengan baju terbuka disana-sini . Oh penampilanku seperti wanita nakal dicampakkan , lalu katakan dimana menyenangkannya untukmu , huh ?“ keluhnya tak lupa megacak-acak rambutnya secara frustasi
“ kau , jika kau mengerjaiku sekali lagi tanpa memikirkan akibatnya . Sadarlah kawan perkerjaanku di desa adalah memangkas rumput liar di ladang ! Aku pikir memangkas urat nadimu tak akan sesusah mencari udang di karang kan ? “
Billa menunjuk-nunjuk dengan raut muka yang sangat menakutkan . Lalu tanpa pamit pergi meninggalkan Linda yang masih bergidik ngeri .
“Billa !” Teriak Linda
Billa yang baru keluar pintu cuma menimbulkan kepalanya tanpa bersuara
“ tolong tutup kembali pintunya , aku sedang..”
Brakkk
Pintu tertutup dengan keras
“ astaga , apakah aku seorang pencuri sapi dikehidupan lampau ? Kenapa aku harus memiliki sahabat sekejam itu “
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Navy University
Hari yang ditunggu pun tiba . Ini adalah momen terbaik di hidupnya . Selain ini adalah kampus impiannya , disinipun ia akan membuktikan kepada dunia bahwa Billa bisa menjadi anak yang membanggakan .
Menjadi anak tunggal tidak selalu manja dan lahir dengan sendok perak di mulutnya . Ia juga bisa menjadi mandiri dan berkerja keras . Dan hari ini semua akan di mulai .