After This Night

After This Night
Selamat Datang , Kembali



Tanpa ragu Billa memilih untuk duduk di kursi belakang teratas , Alasannya agar Ia bisa melihat dengan leluasa seluruh kelas dan materi yang diberikan dosen .


Semua tertata dengan rapi , kotak pensil dan buku catatan sudah diatas meja . Kelas tampak ramai , kebanyakan dari mereka saling mencari teman di hari pertamanya .


Tapi menurut Billa , Linda sudah cukup . Linda yang siap membuntutinya kemanapun ia pergi lebih dari cukup ! Saat ini Billa dan Linda sedang sibuk berbicara tentang hal bodoh apa saja yang akan mereka lakukan setelah keluar dari kelas nanti namun tiba-tiba suara kelas menjadi hening .


Linda terlebih dahulu menengok “ oh dosennya sudah tiba “ . “ dan lihat dia , mengagumkan “ bisik Linda dengan teriakan yang teredam lalu jangan lupakan pukulan maut yang selalu Linda lakukan jika ia merasa gemas . Seketika kelas menjadi sedikit ramai kembali oleh jeritan histeris tertahan para kaum hawa dan kaum manusia bertulang lentur .


Billa sedikit kesal dengan tinggi teman didepannya , tinggi yang bahkan bisa melebihi tiang listrik . Menutupi pandangan . Ketika sedikit menggeser tubuhnya untuk melihat sosok yang dimaksud Billa bisa bertatap muka dengan dosennya secara langsung . Mata itu saling bertemu .


Mata indah itu melebar sejadi-jadinya !


Dengan refleks Billa kembali menyebunyikan tubuhnya di balik lelaki tadi .


‘Tuhan , ini hari pertama dan momen pertama dihidupku . Kenapa engkau tega tuhan ? Apa aku kurang berdoa kepadamu disetiap harinya huh ‘


‘ apakah dia mengenaliku ? ‘


Ya , kira-kita begitulah keluh kesah Billa ketika melihat dosen yang menawan itu .


Ketika Linda menoleh kearah Billa ia terkejut ketika melihat Billa sudah akan bersembunyi di bawah meja .


“ Billa , kau kenapa ? “ Linda benar-benar kebingungan setengah mati melihat tingkah konyol Billa


“Aku , ah aku sedang mengikat tali sepatuku “


“ Tali sepatu ? Bukannya kau menggunakan flat shoes ? “ ah Linda semakin dibuat binggung dan ikut menundukkan kepalanya ke bawah meja


“ flat ? Flat apa ? “ manusia memang penuh dengan kekurangan


“ flat shoes ? “


“ ya flat - flat shoes-ku memakai tali “ ucapnya sembarang . Linda hanya tergugu .


“ bisa kita mulai perkenalan hari ini , nona-nona ?” Suara bariton itu sangat dekat dan menghipnotis , langsung saja Linda dan Billa terkejut bukan main atas suara tersebut , ketika menoleh wajah itu dibingkai dengan senyum yang sangat memabukkan .


Billa yang terkejut bukan main bergerak untuk berdiri dan malangnya kepala kecil itu membentur meja . Sontak hal itu membuat kelas menjadi ramai akan tawa .


‘ MEMALUKAN ! ‘


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah insiden memalukan itu , kelas kembali seperti semula . Untuk pertemuan pertama mereka hanya saling berkenalan satu sama lain . Saling menyapa dan berbagi kontak .


Billa hanya menunduk sepanjang kelas berlansung . Sungguh sangat tidak sesuai ekspetasi . Dan hei , mengapa kelas dihari pertama sangat membosankan ?


Ketika kelas usai dan hampir seluruh mahasiswa keluar , Billa dengan sangat malasnya memasukan kotak pensil dan buku catatannya kedalam tas .


“ 17 menit 23 detik . Apakah selama itu kau memasukkan kotak pensil yang beratnya hanya beberapa gram ? “ Linda membolak-balikkan jam di tangannya . Ah lebih tepatnya tangan yang di bolak-balikkan .


“ aku sedang tidak dalam kondisi ingin berdebat . Jadi hentikan “ pinta Billa dengan tatapan kosong kedepan .


tiba-tiba seorang menghampirinya .


Billa dan Linda saling menatap , saling bertanya melalui bahasa mata .


“ i..ya . Dengan saya sendiri . Ada yang bisa saya bantu ? “ tanya nya sedikit gugup


“ kau di panggil oleh Mr.Salvatore dan ia menunggumu dalam waktu 20 menit kedepan . Kau akan mendapat masalah jika tidak menemuinya tepat waktu , nona “ ucap pria itu selancar mungkin .


“Kau anak baru , sebaiknya apapun yang telah kau lakukan pada Mr.Salvatore segeralah minta maaf , ya . Ini demi kebaikanmu nona . “ ujarnya lagi . Akhirnya ia undur diri dan pergi dengan begitu sopan . Padahal jelas dia adalah seorang senior .


“Apakah...sefatal itu yang kau lakukan tadi ? “ alis yang bertautan memandakan bahwa Linda memang benar kebingungan . Billa hanya tersenyum masam dan mengatur detak jantungnya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tok ... tok ... tok ...


Decitan pintu tua yang terdengar sangat memekakkan telinga , namun mau tak mau harus tetap di nikmati jua .


Perlahan Billa memasuki ruangan sang dosen yang berdominasi warna biru tua itu . Setelah dirasa cukup dekat Billa berhenti , berdiri dengan segenap tenaga yang tersisa . Menunggu eksekusi apa yang akan dilakukan oleh sang kuasa .


Namun setelah menunggu beberapa menit , kursi yang sedari tadi membelakanginya tak kunjung memutar . Kesal sudah mulai keubun-ubun , Billa akhirnya memilih untuk berdehem sebentar .


“Ehemm .. ehemm “


Berhasil . Perlahan kursi itu bergerak dan memutar menghadapnya .


Dan . Terpampanglah sudah salah satu wajah terbaik ciptaan tuhan semesta alam .


“ Hai , lama tak bertemu , Billa “ Billa tak bergeming , hanya diam menahan getaran diri yang luar biasa . Keringat yang membasahi tangan dan telapak kakinya sungguh mengganggu .


“ selamat , selamat siang Mr.Salvatore . Ada...ada apa orang sepenting anda memanggil saya ? “ mulut kampret ! Berbicaralah dengan baik , dia juga manusia dan dia juga makan nasi . Apa yang perlu di takutkan ,huh ?


“ oh tak usah terlalu formal Billa , kau masih ingat namaku , kan ? Atau perlu aku ingatkan bahwa kau bisa panggil aku Albert , atau Al , atau kau bisa lelaki gila seperti biasanya , huh ? “ senyuman itu sungguh mengganggu , dan bodohnya itu sangat memang menawan . Sesekali lelaki itu menatap mata Billa dengan sangat tajam .


“Anda dosen saya , jadi saya merasa tidak..tidak pantas berbicara formal pada anda “ tahan Billa tahan , ini akan berakhir sebentar lagi .


Albert berdiri dan sedikit duduk di pinggiran meja kerjanya , melipat kedua tangan nya di dada dan terus saja menatap Billa dengan paksa . Billa mundur selangkah untuk tetap menjaga jarak aman diantara mereka .


“ kau , masih saja cantik . Ah aku semakin tergila-gila saja . Ini pertemuan pertama kita semenjak setahun yang lalu , bukan ? “


‘ tidak , ku mohon jangan sekarang ‘ Billa berbatin didalam hatinya , melafalkan semua doa yang mungkin dia tau agar iblis berwujud manusia ini berhenti mempermainkannya .


Namun fisik tidak bisa di bohongi , jantung yang semakin berdetak 2x lipat seolah sedang berlari maroton ber meter-meter jauhnya .


Keringat yang bisa keluar darimana saja , merembas basah tanpa bisa di hentikan , pandangan sedikit kabur dan ketakutan yang semakin menjadi-jadi .


‘ penyakit sialan ! ‘ umpat Billa tiada henti .


Billa mengangkat wajah menatap seolah menantang wajah sempurna itu . ” Maaf sebelumnya Mr.Salvatore aku kira anda ada hal yang sangat penting yang ingin dibicarakan , perihal hari ini dan kejadian sebelumnya saya minta maaf . Itu diluar kuasa saya . Saya undur diri , permisi “


Wahhh luar biasa , Billa berhasil membicarakannya dengan sangat tegas . Ketika akan berbalik , “ Selamat datang kembali Salsabilla Ardiantoro . Aku tidak menjamin bahwa kehidupan di kampus dengan dosen sepertiku bisa membuat pelajaranmu mudah . Tapi jika kau bersedia menuruti semua perkataanku , aku jamin kau akan baik-baik saja bahkan kau akan selalu dapat nilai yang memuaskan , Tertarik huh ? “


Billa berbalik tanpa ragu , mengunci setiap mata diantara mereka . “ kau , MATILAH SAJA “