
Matt berdiri gagah didepan cermin kamar miliknya . Kembali membenarkan beberapa anakan rambut yang sedikit berantakan. Tak lama ketukan sepatu menghampiri dirinya .
“ sudah satu minggu . Dan sekarang aku harap kau Membawa berita yang sudah aku tunggu ? “
Matt masih sibuk mengotak-atik dasi dilehernya yang jelas saja sudah rapi sedari tapi , tapi ya apa mau dikata , seorang perfeksionis tetaplah perfeksionis .
Kejadian beberapa hari yang lalu bukanlah sebuah perkara besar , namun bukan berarti ia bisa melupakannya begitu saja . Coba fikirkan bagaimana mungkin seorang Matt bisa ditolak oleh wanita kecil seperti kemarin malam . Dan menolaknya adalah salah satu wanita club .
“Hmm” ia terbatuk sejenak “ aku sudah menyelidikinya , tapi tentu saja aku butuh tingkat keakuratan yang pasti sebelum memberikan informasi kepadamu , Matt . “ ujar lelaki tersebut .
Matt hanya diam mendengarkan penjelasan pria tersebut . Diamnya bukan berarti ia tak peduli , Matt mencerna setiap informasi yang disampaikan oleh Charles , sahabat sekaligus tangan kanannya .
“ dan kabar baiknya adalah kau bisa bertemu gadis itu hari ini “ Charles memberi jeda sejenak mempelajari ekspresi apa yang akan Matt tunjukan melalui cermin didepannya .
Dan , Damn !
“ smirk ? Kau memberikan reaksi smirk ? Oh yang
benar saja Matt . Jangan keterlaluan dalam memperlakukan wanita “
Smirk yang diberikan oleh Matt biasanya benar-benar lampu kuning . Jika lelaki bisa saja ia akan menghancurkan perusahaan miliknya hingga tak bernama , membunuh tanpa suara , menculik dan menjual Organ tubuh lelaki itu .
Namun jika perempuan , entahlah Matt belum pernah memberikan smirk kepada seorang perempuan .
Sepertinya Matt sengaja menulikan telinganya kali ini , pura-pura tak mendengar apa yang Charles peringatkan kepadanya .
“ dimana aku aku akan bertemu dengannya ?”
Ia berbalik dan langsung berhadapan dengan Charles . Matanya masih sibuk seolah sedang membenarkan dudukan kancing di ujung tangannya .
“ setelah meeting dengan klien dari Dubai di heaven hotel nanti kau akan berpidato di Navy University siang ini pukul 13.25 . Dan menariknya gadis kecil itu diminta untuk menjadi MC “
Keningnya sedikit berkerut ‘ MC ?’
“ mungkin kau penasaran , tapi Dosen muda cerdas yang merangkap menjadi rektor di Navy University meminta gadis unt..”
“Kau sudah tau namanya ,Charles . Kenapa tak menyebut namanya saja ,huh?” Potong Matt dengan nada sedikit kesal
Charles hanya bisa menggeleng melihat tingkah sahabatnya itu .
“ oke aku lanjutkan , rektor meminta Billa untuk menjadi MC di acara siang ini . Dengan alasan bahwa Billa sudah biasa menangani acara besar seperti ini “
“ mahasiswa baru tetapi sudah di percaya sedemikian rupa . Apakah itu tidak terlalu mencurigakan “
Charles hanya terkekeh ringan .
“Akan aku selidiki jika .. “
Dengan cepat Matt mengambil sepatunya dan melemparkan kepada Charles , na’as bagi Charles yang kalah gesit oleh boss nya , dada bidang itu pun terkena tebalnya permukaan sepatu kulit itu .
“ apa kau selalu minta izin jika akan menyelidiki sesuatu yang ku butuhkan hah ? Jangan tampakkan hidungmu yang jelek itu didepanku jika kau belum tuntas mendapatkan informasi yang lengkap , aku tunggu 3 jam dari sekarang ! KELUAR ! “
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Benar saja apa yang dikatakan oleh Albert tentang betapa tidak akan mudah studi nya kedepan jika tidak menuruti lelaki itu . lihat saja sekarang , ini baru minggu pertama dan ia sudah diminta untuk menjadi MC diacara sebesar ini .
‘ apa dia gila ? Apa dia ingin aku gila ? ‘
Tapi tentu saja ini tidak akan mudah mengingat penyakit gila yang Billa hadapi sangatlah serius jika tidak di ‘Sugesti’ secara baik .
Belum lagi para petinggi dan bahkan donatur terbesar di Navy University akan turut andil dan berpidato di acara ini . Apakah Billa akan kuat ? Oh tuhan .
Billa yang merasa sedikit haus berniat keluar dari ruang gantinya . Ketika membuka pintu ia dikejutkan dengan Albert yang sudah berdiri menjulang didepan pintu ruang gantinya .
Billa terkejut bukan main . Mata itu bersiborok dengan mata lelaki itu . Tanpa fikir panjang Billa langsung Berniat menutup kembali pintu itu namun ditahan dengan satu tangan oleh Albert .
Bukan lagi terkejut bahkan Billa cukup tercengang dengan kekuatan lelaki didepannya , semakin keras ia berusaha maka ia semakin tidak bisa mendorong pintu itu .
‘ sial-sial-sial ‘
“Keluar dengan suka rela atau aku yang akan masuk dengan paksa , Billa “ Albert berbicara seolah ia sedang berbicara kepada anak anjing yang terjebak di dalam got .
“ maaf Mr.Salvatore aku..aku sedang sibuk . Kita bicara setelah acara selesai “ Billa terenggah setengah mati mendorong pintu ruang ganti nya dengan sekuat tenaga . Dan apa ini ? Lelaki itu seperti belum mengeluarkan seluruh kekuatannya . Kacau ini kacau !
“ Baiklah jika kau memaksa , aku yang akan masuk “
Dengan sekali dorongan kuat pintu itu pun terbuka sempurna, tak lupa Albert menutup dan mengunci pintu itu .
Billa tersudut . perlahan mundur dan matanya sibuk mencari-cari benda apa yang pantas untuk memukul mundur Binatang liar di hadapannya .
Dapat .
Billa berlari kesisi kanan Albert dan langsung menyambar kemoceng bulu warna-warni itu untuk menjadi senjata . Dengan sisa-sisa tenaga ada , Billa berusaha untuk menggeretak Albert agar takut dan pergi .
“ kau tau Billa , kau seperti anak anjing yang tersudut dan menggonggong kecil agar aku takut . Oh lihat , betapa menggemaskan dirimu “ Psikopat ! Bagaimana mungkin Albert bisa mengatakan itu dengan sangat bahagia ?
“ jangan mendekat atau .. atau aku akan teriak .berbalik dan pergilah maka aku tak akan mengingat kejadian hari ini “ oh jangan , air mata jangan terjatuh .
Perlahan namun pasti muka Albert berubah memerah . Garis tulang rahang itu semakin mengerat luar biasa . Dengan cepat Albert berjalan ke arah Billa . Billa yang mengetahui itu gelagapan dan semakin tersudut di ujung dinding .
“Pergi setan ! Pergi ... “ teriak Billa sedikit histeris . Melihat Billa yang menjadi-jadi semakin menaikan emosi Albert.
Menggapai pinggang mungil itu , mendongakkan kepala itu hanya dengan satu tangan dan menggigit bibir Billa tanpa ampun .
Sadar denrgan tindakan Albert , Billa semakin memukul-mukul pundak dan menjambak rambut lelaki itu .
Bulir demi bulir bukti ketakutan Billa turun membasahi pipi . Albert yang tersadar langsung saja melepaskan pangutan itu .
Ia tatap wajah yang sedang menunduk dan menangis di depannya , tubuh yang gemetar hebat menandakan bahwa penyakitnya sedang berekasi saat ini . Biarkan saja .
“ dengarkan aku ,Salsabilla Ardiantoro . Tadi kau mengatakan bahwa jika aku pergi kau akan melupakan hal ini , bukan ? Jadi aku mengambil langkah ini agar kau selau ingat kejadian ini . “ Albert semakin mendekat dan berbicara lebih dekat dengan telinga wanita malang itu .
“ aku , Albert Ruben Salvatore tidak akan melepaskanmu lagi seperti dulu . Aku rasa kau tidak akan berani tampil dengan tampilan sekacau ini dipanggung bukan , dihadapan para peringgi Navy University ? Ditambah dengan penyakitmu yang sedang mendominasi dirimu saat ini , ah aku semakin meragukannya . “
Albert sedikit menarik dagu Billa agar tepat berada di depan bibirnya “ bagaimana jika aku beri pilihan . Pertama , cukup katakan kepadaku jika kau akan bersamaku maka aku akan melepaskan kesulitan di kampus ini untukmu , namun “
Albert masih sempat bermain-main dengan bibir wanita itu . Mengecupnya singkat .
“ yang kedua , kau memang harus menyelesaian apa yang memang harus diselesaikan tanpa ampun dariku dan bahkan kedepan akan lebih sulit lagi , Billa . “
Billa terdiam sejenak , menatap lelaki didepannya .
“ Sayang , aku harap kau bisa bijak dalam memilih .” Ucapnya perlahan tanpa ragu tangan kotor itu membelai pipinya .