
‘ aku bisa mati muda jika selalu terkejut seperti ini ‘
Tak ada pilihan lain selain menghadapi dan meluruskan kesalahpahaman ini . Billa memantapkan hati dan perlahan berusaha membalik badannya kemudian Beranjak untuk duduk di kasurnya .
Billa memberikan senyuman terbaiknya . Lelaki itu berdiri menjulang tinggi jauh didepan tapi dengan jarak sejauh itupun bisa dirasakan jika aura lelaki itu sangatlah mendominasi . Tidak , Billa tidak boleh lengah .
Ada pepatah tua mengatakan bahwa ‘ orang desa terbiasa memegang celurit dan orang kota terbiasa memegang pena ‘ jadi apa yang ia takutkan ?
ia busungkan dadanya , mengangkat wajah dan seolah ia tidak pernah salah sama sekali . ‘ apa aku terlihat keren sekarang ? ‘ ia tersenyum dan bisiknya dalam hati .
Matt yang melihat tingkah Billa hanya tersenyum geli . Ia berjalan mendekat perlahan , sangat perlahan dan berhenti ketika jarak memang benar-benar mulai menipis . “ baiklah nona Billa . Saat ini kau ingin aku menjadi pria club yang kau ajak one night stand , atau sebagai pendonasi yayasan terbesar di Navy , huh ?” Astaga suara itu , benar-benar memabukkan !
Oh tidak , lelaki itu sama saja tidak memberikannya pilihan . Anggap saja ia bertanya ‘ mau masuk nereka dengan cara apa ? Didorong atau melompat sendiri ?’
Billa kembali terpatung .
“ hmm , bagaimana jika kita awali dengan mengakhiri kesalahpahaman kita ?” Tanyanya bernegosiasi .
“ aku setuju ! “ dengan cepat ia menyahuti pertanyaan Matt , sungguh menarik .
“ akanku jelaskan , aku benar-benar minta maaf karena sudah , anggap saja mempermainkanmu . Tapi jujur , aku benar-benar tidak bermaksud begitu . Temanku memang payah , bagaimana mungkin ia menjebak temannya sendiri “ jelas Billa dengan suara yang sedikit terengah .
Matt hanya terdiam , melihat tingkah lucu Billa yang sedang meluruskan kesalahpahaman yang telah ia perbuat . Sebenarnya , perbuatannya sangat membuat Matt kesal hingga susah tidur , namun setelah sampai disini , bukan ia saja yang merasa ‘ terbebani ‘ namun wanita yang menginjak harga dirinya pun sama saja .
Matt menarik nafas seolah ia tak tertarik dengan penjelasan darinya . Ia menarik kursi dan menetapkannya tepat disamping ranjang .
Ketika dudukpun Matt berusaha untuk bersikap biasa saja .
“ ketika kau tinggalkan aku , aku berdarah . Maksudku kau membenturkan kepalamu pada hidungku yang sempurna ini . Bagaimana ? “
‘ astaga , dia bersikap seolah sudah dirampok saja ‘
Billa menghela nafas untuk mengatur emosinya , lakukanlah tuhan , limpahkanlah nikmat-Mu yang luar biasa ini dalam satu hari .
“ Baiklah , silahkan hitung berapa jumlah penobatannya dan aku akan membayarnya “ Lihatlah, lelaki ini adalah pendonasi terbesar di Navy University , tapi masih meminta uang karena hal sepele pada gadis miskin sepertinya ? Yang benar saja .
Matt yang mendengarnya kembali tersulut emosi . Dengan tangan yang masih mendekap dada , ia mencari mata itu . Mata Billa . Menatap dan menekan keberanian wanita itu hingga tak tersisa .
“ kau , sedang memprovokasiku ? “ ujarnya pelan . Bohong jika Billa tidak merinding sama sekali . Hei , Orang sehat saja akan lari pontang-panting mendengarnya apalagi wanita yang sedang mengidap penyakit Hipertiroid ?
Badannya memang tidak tau diri , disaat seperti ini pun ia tak dapat diajak berkerjasama .
“ tak perlu aku jabarkan pun kau pasti sudah paham seberapa kayanya sku , bukan ? “ ia memberi jeda , namun masih dengan menatap lekat manik hitam milik Billa . Billa yang seolah terhipnotis hanya mengangguk paham .
“ ya , kau benar . Aku tidak akan menuntut ganti rugi . Namun , bagaimana dengan harga diriku ? Kau meninggalkanku seolah kau mencampakkanku begitu saja . Asal kau tau nona Salsabilla Ardiantoro , aku adalah jenis pria yang sangat menjunjung harga diri “
“ jadi kau bermaksud bahwa secara tidak langsung aku sudah menginjak harga dirimu ?” Baiklah Billa tak ingin berbicara secara memutar-mutar lagi . Intinya saja .
“Pilihan yang tepat jika kau disekolahkan lebih tinggi oleh orang tuamu . Kau cepat tanggap , rupanya “
Billa tercengang bukan main . Apa-apaan ini ?
“ Jika hanya dengan berbicara saja bisa menjatuhkan harga diri seorang pria , bagaimana dengan ciuman , huh ? Apakah ciuman tidak menjatuhkan harga diri seorang perempuan ? Dan asal kau tau tuan Matius Gerald Poernomo terhormat , kau dengan TIDAK SOPANNYA mengambil ciuman itu dariku !”
Billa berteriak dan menekankan setiap suku kata yang keluar dari bibirnya . Persetan dengan ia adalah jajaran penting di kampusnya , persetan dengan ia yang memiliki lautan berlian . Ia tak perduli .
Dokter yang mendengar teriakan pasiennya dari luarpun langsung masuk dan menghampiri keduanya . Wajah tenang Matt sangat berkebalikan dengan wajah Billa saat ini . Mengerikan .
“Maaf tuan , aku rasa anda sedikit mengganggu waktu istirahat pasien . Bagaimana jika besok anda kembali lagi “ bujuk sang dokter , ia harus berbicara sehati-hati mungkin . Jika ia berhasil menyinggung hati sang lelaki itu barang sedikit saja , maka selesailah sudah karirnya didunia ini .
Matt menoleh dan tersenyum pada dokter itu lantas berdiri , membenarkan jas . “ baiklah kurasa nona Rose , ah.. maksudku nona Billa harus beristirahat . Aku akan kembali lagi besok “
“ tidak usah kembali , bukankah segala kesalahpahaman sudah selesai “ ucapnya sarkas . Hatinya sakit tak terhigga jika mengingat ciuman itu . bagaimanapun bagi wanita desa sepertinya adalah hal tabu untuk melakukan kegiatan itu sebelum menikah .
Matt menoleh dan tertawa hambar .
“ selesai ? Oh , aku memang mengatakan untuk mengakhiri kesalahpahaman kita . Namun tidak dengan hubungan ini “
“ hubungan ? “ Billa membeo ” kita tidak punya hubungan apapun tuan , sejak kapan kit..”
“Sejak hari ini . Kau ,milikku “ ia memotong pembicaraan Billa tanpa tau malu dan membicarakannya didepan dokter .
Billa terkejut tak terhingga , mulutnya tak bisa menutup sedikitpun . Rasa keterkejutan ini semakin diperparah dengan kecupan ringan di dahi yang diberikan oleh Matt secara tiba-tiba tanpa Billa bisa mengelak .
Tanpa menunnggu reaksi Billa ,Matt pergi dengan senyum mengembang , berjalan dan menutup pintu perawatan .meninggalkan Billa dan sang dokter disana .
Billa masih membisu , tangannya meraba dahi yang beberapa saat lalu telah dinodai oleh pria tua mesum yang sialnya luar biasa tampan .
“ Hei kau , bujangan tua mesum ! Apa yang kau lakukan padaku ! Sialan , jika aku keluar nanti ingatkan aku untuk memotong-motong badanmu dan memberikan nya pada ikan lele miliik paman dikampungku “ Billa yang tersadar berteriak tiada henti seperti orang gila . Ah tidak , dia kehilangan kesucian dahi nya .
Ketika dokter sedang memeriksa infusnya , Billa menengok sang dokter sebentar dan berkata “ dok,dokter . A-apakah ada kasus dimana pengidap hipertiroid beralih menjadi pengidap gagal jantung ?”
“ apa ?” dokter terkejut dengan pertanyaan Billa , namun ia berusaha untuk bersikap biasa saja . “ mau dijelaskan secara ilmiah atau dipersingkat , nona ?” Lanjutnya .
“ Hmm , tidak jadi dokter . Aku rasa aku akan mengganggu jam kerjamu . Aku akan beristirahat . “ Billa berbicara tanpa melihat sang dokter dan langsung menarik selimut menutupi wajahnya yang telah memerah menahan malu dan marah sedari tadi .