Adzkiel Zero

Adzkiel Zero
Ch. 4



Struktur gerbang teleportasi dibuat berdasarkan gabungan berbagai macam artefak kuno. Disusun sedemikian rumit dengan pengetahuan yang telah lama hilang dalam sejarah. Juga merupakan warisan dunia yang sangat berharga karena tidak mungkin untuk menduplikasi atau membuatnya menggunakan pengetahuan saat ini.


Adalah suatu berkah bahwa gerbang teleportasi tidak pernah mengalami kerusakan dalam esensi penyusunnya. Masalah yang paling mungkin untuk dialami oleh gerbang teleportasi adalah disposisi Mana Stone sebagai sumber energi. Disposisi Mana Stone adalah kondisi di mana sumber energi gerbang teleportasi terpecah akibat fluktuasi yang terlalu berlebihan sehingga merusak susunan Mana Stone yang acak dalam formasi pembentukan koordinat.


Untuk memperbaikinya dibutuhkan banyak ahli di bidang artefak kuno agar Mana Stone dapat disusun kembali di waktu, tempat, dan keadaan yang tepat. Karena proses yang begitu rumit dan sulit, masalah ini terbilang sangat serius dan memakan biaya yang sangat besar.


Ini juga menjadi masalah yang dialami oleh markas cabang kota Alterium. Gerbang teleportasi mengalami disposisi Mana Stone yang cukup parah sehingga biaya perbaikan menjadi sangat besar. Masalah tersebut tentu membuat Dreig mengalami berbagai macam kesulitan karena anggaran markas terkuras habis.


"Aku bahkan menggunakan uang pribadi untuk menutupinya. Kau tahu? Aku sangat miskin sekarang," ucap Dreig dengan muka sedih dan tertekan.


Dreig lantas memperlihatkan gerbang teleportasi yang baru saja selesai diperbaiki. Gerbang teleportasi berada di bagian terdalam markas dan memiliki perlindungan yang sangat ketat. Tidak bisa dipungkiri bahwa penjagaan itu sangat luar biasa, bahkan sampai membuat Adzkiel merasa takjub.


Dalam ruangan yang terbuat dari material kuno, sebuah gerbang indah memancarkan cahaya kebiruan. Berbagai macam simbol menyusun gerbang tersebut. Selain dari itu, beberapa orang yang memakai jubah khusus juga berada di dekat gerbang dan mengatur berbagai macam prosedur yang harus dilakukan.


"Bagaimana?" tanya Dreig menunjukkan ekspresi bangga.


Adzkiel sendiri tidak merasakan sesuatu yang membanggakan dan merasa sedikit bingung, "Maksudmu?"


Sementara Ashly--Lynn yang sudah berubah kepribadian menjadi Ashly-- terkagum melihat gerbang teleportasi yang sangat indah. Ini bukan pertama kalinya dia melihat gerbang teleportasi, tapi gerbang teleportasi milik mereka adalah yang paling menakjubkan.


"Luar biasa," gumam Ashly takjub.


Dreig membusungkan dada merasa bangga, meskipun itu tidak membuat takjub laki-laki berambut hitam biadab yang ada di sisinya tetapi yang dimaksud adalah orang yang sedikit tidak normal-- Dreig tidak perlu memikirkan hal itu.


"Aku mengundang ahli terbaik untuk memperbaikinya. Mana Stone yang digunakan akan meningkatkan efisiensi energi dan memperkecil kemungkinan disposisi. Selanjutnya, aku menggunakan uang pribadi untuk menambah estetika. Nah, bukankah seharusnya kau kagum kepadaku? Gerbang ini sekarang sudah bisa bersaing dengan gerbang milik kekaisaran!"


Sementara Dreig menjelaskan dengan semangat, Adzkiel teralihkan oleh sesuatu yang membuatnya terganggu. Mungkin lebih tepat, perasaan yang dipancarkan oleh gerbang terasa memiliki keterikatan dengannya? Seolah gerbang itu ingin menyampaikan sesuatu. Namun, itu tidak mungkin sebuah gerbang bisa menyampaikan sesuatu-- mungkin hanya perasaannya saja.


"Hei setidaknya dengarkan aku bicara!"


Adzkiel tersentak, "Ah, maafkan aku. Lalu, apa yang kau katakan?"


Dreig tersenyum dengan urat di dahinya. Dia memaki-maki dalam benak, "Brengsek kecil biadab! Jika aku tidak menganggapnya sahabat sudah ku tendang bokongnya keluar."


Saat Dreig hendak melampiaskan rasa kesal, gerbang menunjukkan bahwa itu siap untuk digunakan. Dreig menghapus seluruh kekesalannya dan memutuskan untuk berhenti berpikir.


"Lupakan. Gerbangnya sudah siap, ikuti aku."


Mereka pun perlahan memasuki gerbang dengan dipimpin oleh Dreig. Memasuki gerbang terasa seperti memasuki ruang putih. Seseorang harus berjalan menuju gerbang selanjutnya agar bisa tiba di sisi yang lain. Namun ini hanya berlaku untuk gerbang dengan perpindahan dua arah.


Terdapat dua mekanisme perpindahan yang bisa dilakukan oleh gerbang teleportasi. Pertama adalah perpindahan dua arah yang mengharuskan keberadaan gerbang lain di sisi yang berbeda. Kedua adalah perpindahan satu arah yang bisa memindahkan seseorang ke titik tanpa gerbang, tapi risikonya mereka tidak bisa menggunakan gerbang untuk kembali secara langsung.


Dari segi konsumsi energi dan biaya maka perpindahan satu arah lebih besar, tapi juga menjadi yang paling berguna ketika Demon Punisher harus berada di titik yang jauh dari jangkauan gerbang di tempat tujuan.


Terlepas dari itu, perpindahan ruang terkadang menimbulkan efek samping. Seseorang bisa merasakan mual untuk efek samping ringan, dan kehilangan kesadaran untuk efek samping yang berat. Dreig dan Adzkiel sudah terbiasa menggunakan gerbang sehingga efek samping sudah tidak berlaku. Akan tetapi, Ashly yang jarang menggunakan gerbang serta sudah lama sejak terakhir kali menggunakan mulai merasakan efek samping tersebut saat berjalan.


"Um, Kak Adzkiel? Sepertinya Ashly akan pingsan."


Adzkiel langsung menopang tubuh Ashly untuk berjaga-jaga, "Aku tau ini pasti terjadi, bertahanlah."


Beberapa detik kemudian mereka keluar dari sisi lain gerbang lalu mendapatkan pemandangan yang benar-benar berbeda. Ruangan di mana gerbang ditempatkan beberapa kali lipat lebih besar, selain itu menampilkan estetika yang lebih menakjubkan.


Adzkiel lelah melihat tingkah Dreig lalu mengabaikannya dan lebih fokus kepada kondisi Ashly. "Tunggu sebentar lagi, nanti kita akan beristirahat," ucap Adzkiel menenangkan.


"Um." Ashly hanya mengangguk seraya menutup mulut.


Seorang laki-laki dari markas pusat kemudian melakukan penyambutan, "Selamat datang semuanya! Ketua cabang Alterium, Tuan Dreig dan ...?" Dia melihat bingung pada Adzkiel dan Ashly. "Boleh aku tau siapa kalian?"


Dreig menjawab itu dengan ketus, "Dia adalah Demon Punisher di wilayahku, leader regu Zero, Adzkiel dan anggotanya, Ashlynn."


Orang itu langsung berbinar, "Ooohhh!! Seorang bintang baru rupanya, aku penasaran tentang bagaimana kehebatan kalian?"


Dreig memandang wajah orang itu sinis. Seperti dia tidak menyukai orang itu karena sebuah alasan tertentu. Namun, tidak mungkin ketidaksukaan Dreig itu disebabkan oleh penampilannya yang eksentrik bukan?


Orang itu mengenakan pakaian bangsawan dengan warna yang mencolok-- merah, putih, dan emas. Sedangkan gaya rambut pirangnya yang berponi lurus terasa mengganggu ketika digabungkan sorot mata yang tajam. Kebiasaan tersenyum lebar juga seringkali menimbulkan perasaan aneh. Kasarnya, tidak ada satupun kesan yang tidak mencurigakan dari orang tersebut.


"Itu tidak sopan, Selucien."


Seolah muncul dari kegelapan, seorang perempuan muncul di belakang Selucien. Dia adalah kecantikan yang misterius. Memiliki rambut abu-abu sebahu, iris mata biru tua, berkulit putih pucat, dan mengenakan pakaian campuran antara formal dan gaun; berwarna hitam dan biru. Siapa perempuan tersebut? Mengapa Dreig langsung berekspresi kecut ketika melihatnya?


"Ah, baik. Maafkan atas sikapku yang kasar. Namaku adalah Selucien Vermilion, Demon Punisher Rank 6 yang bertugas di markas pusat. Senang bertemu dengan kalian, terutama dengan dirimu, Tuan Dreig."


Melewati Selucien adalah perempuan tadi yang langsung memperkenalkan diri, "Dreig sudah kenal denganku, tapi kalian belum. Aku adalah Elnera Bromlight, kalian bisa menyebutku sebagai Master yang memimpin seluruh Demon Punisher. Ah, meski begini, usiaku sudah sangat tua jadi jangan sampai tertipu."


Adzkiel merasa sedikit waspada, semua orang di sekitarnya terasa sangat berbahaya. Penjaga biasa yang mengelilingi tempat mungkin berada di Rank 4, sementara beberapa orang yang mengatur gerbang setidaknya ada di Rank 5, Selucien sendiri berada di Rank 6, dan yang paling misterius adalah Elnera Bromlight. Dia mengaku sebagai master seluruh Demon Punisher yang berarti dia adalah pemimpin Demon Punisher Organization. Seorang penguasa yang memimpin banyak orang kuat tentu harus menjadi sosok yang kuat.


Seolah merasakan tatapan waspada Adzkiel, Elnera berkata lagi, "Hahaha, anak muda tatapan mu terlalu jelas. Jika ingin tau, kekuatan ku mungkin sedikit di bawah pemimpin kekaisaran."


Adzkiel terkejut, "!"


Rumor mengatakan pemimpin kekaisaran saat ini berada di Rank 9 dan hampir menembus rank yang baru. Jika demikian, maka Elnera Bromlight yang berada di depan mereka setidaknya sudah menembus Rank 9. Perlu diketahui bahwa perbedaan satu Rank bisa diibaratkan sebagai langit dan bumi. Duke Vermilion yang menembus Rank 8 tentu akan dianggap seperti bayi di hadapan Rank 9. Jika begitu, maka Adzkiel dihadapannya tidak lebih daripada debu.


Adzkiel menggemertakan gigi, merasa masih sangat jauh dari kekuatan yang mampu untuk membawanya pada pembalasan dendam. "Terima kasih sudah berkenan memberitahuku, maaf atas sikap yang lancang."


Dreig menatap kasihan pada Adzkiel. Dia mengerti perasaan itu, sebuah perasaan kesal yang berasal dari rasa ketidakberdayaan. Meski begitu, Dreig menaruh kepercayaan besar pada anak muda yang sudah dianggap sahabatnya sendiri.


"Tidak menyangka Nona Elnera sendiri yang menyambut. Apa ada sesuatu yang menarik perhatian Anda?" Dreig bertanya.


Elnera hanya tertawa kecil, "Tidak ada yang khusus, hanya menyambut bakat-bakat menjanjikan untuk masa depan umat manusia, tidak lebih."


Dreig memasang wajah tidak percaya dan berkata dalam hati, "Cih, wanita tua licik. Aku tau kau mengincar sesuatu."


Elnera merasakan gejolak ketidaksukaan dari Dreig, tetapi dalam sesaat Selucien memberi usulan dari belakang, "Nona Elnera, sebaiknya kita tidak menahan para tamu terlalu lama. Biarkan mereka menikmati indahnya kota ini dan beristirahat sejenak."


"Oh, kau benar. Kalau begitu, sampai jumpa di upacara kenaikan, semuanya."


Mereka pun pergi meninggalkan Dreig, Adzkiel dan Ashly. Dreig memasang wajah kecut, Adzkiel memasang wajah kesal, sedangkan Ashly hanya membeku menahan rasa mual.


"Ah benar. Maaf Ashly aku melupakanmu."