Abstract

Abstract
1



ig : @ekhajunhii


______________________________________________


“haiss... hidung lo jelek gua ga suka, “sembari memotong hidung pesek milik korbannya itu.


“uh, pipi lo kurang gembul. Gua jijik liatnya, “sambil menyayat pipi sang korban.


“mata kiri lo jelek, maaf ya gua hilangin satu, “mencongkel mata korban sebelah kiri dan menyisakan mata sebelah kanan yang dibiarkan terbuka.


Devano tersenyum evil, “menjerit terus sekerasnya honey, gua suka jeritan sexy lo. “


Perlahan lahan tenaga sang korban mulai melemah dan perlahan lahan juga kesadarannya mulai hilang.


Devano kembali melancarkan aksinya, ia mulai menyayat nyayat tubuh korban. Mulai dari jidat yang disayat membentuk huruf X, “lo udh kayak Herry Potter. “


Kemudian berlanjut pada pangkal paha si korban. Ia menyayat dengan pola tak karuan sehingga meninggalkan luka yang random. Darah sudah berceceran dimana mana, namun ia sama sekali tak memperdulikannya. Epen kah?


(Epen \= emang penting)


Lalu yang terakhir ia mulai beraksi di bagian perut sang korban. Ia mulai menusuknya dengan ganas, api gairah mulai sepenuhnya menguasai dirinya. Ia merobek perut korban dengan brutal tanpa ada belas kasihan sedikit pun.


Lalu ia mengeluarkan semua isi perut korban mulai dari usus, ginjal, paru paru, lambung, dan lain lain. Tak lupa juga devano mengalungkan usus korban dilehernya lalu mencincang semua organ dalam korban hingga membentuk potongan potongan kecil yang kemudian dicampur menjadi satu. Sungguh teramat keji aksinya ini.


Devano tersenyum puas melihat maha karya indahnya. Tanpa mempedulikan baju yang sudah bercucuran darah dan membuat Warna yang semula putih menjadi merah pekat akibat darah.


Ia membuang potongan potongan mayat tadi kedalam selokan disebelahnya dan membuka sarung tangan yang ia gunakan lalu dimasukkan kedalam kantong plastik hitam.


Catatan bagi kalian, seorang psikopat cenderung tak memiliki belas kasihan sedikitpun pada korbannya, dan ia juga memiliki otak yang teramat cerdas sehingga jarang bahkan hampir tak mungkin aksinya diketahui oleh pihak polisi. Jangan lupakan juga mereka para psikopat adalah mahluk yang manipulatif. Juga bekerja sangat rapi dan bersih.


 


*abstract*


 


Seorang gadis dengan pakaian casual berjalan santai menuju kediaman rumahnya melewati per - komplekan rumah yang sudah cukup sepi.


Alunan alunan merdu keluar dari bibir indahnya membuat sebuah melodi indah berkumandang merdu ditelinga.


Sambil membawa gitar dipundaknya gadis itu sama sekali tak mempunyai rasa takut, ia terus berjalan menyusui jalanan sepi tersebut. Hingga pemandangan tak terduga membuat kakinya seakan membeku tak bisa digerakkan.


Pemandangan seorang lak-laki yang tengah memotong motong tubuh manusia membuatnya seakan tercekat dan panik.


Namun, dengan cepat ia mengubah rasa paniknya menjadi tenang. Ia tak boleh gegabah, ia tau jika sedikit saja dirinya salah langkah maka nyawanya yang akan jadi taruhan.


Saat hendak berbalik untuk memutar arah dirinya tak sengaja menendang sebuah kaleng kosong yang tergeletak tanpa pemilik sehingga menimbulkan sebuah bunyi. Laki-laki Itupun berbalik memandangnya.


Sial kenapa gua harus lewat sini, lagian manusia mana yang tega banget sama gua buat naruh ni kaleng disini sih batin gadis itu.


Karena tak mau gegabah gadis Itupun ikut berbalik memandang si pembunuh, satu kata yang terlintas di kepalanya adalah “tampan” bahkan nyaris sempurna.


Dengan rambut yang acak acakan, lalu kulit putih bersih, diikuti dengan pahatan rahang yang kokoh dan manik mata yang hitam pekat ditambah tatapan yang tajam. Duhh... Bukannya mati dibunuh ini, tapi malahan mati karena meleleh melihat mahluk ciptaan yang satu ini. damagenya bukan main.


Sebentar gadis itu terhanyut dengan maha karya tuhan yang nyaris mendekati kata sempurna itu. Hingga pikirannya kini buyar akibat sang pembunuh berjalan mendekat kearah ya dengan menggenggam pisau berumur darah disetiap bagiannya.


“udah berapa lama lo lihat gua ngelakuin ini? “


Gadis itu tersentak melihat kilatan aura yang menyerahkan dari mata si pembunuh. Se bisa mungkin ia menetapkan dirinya agar tidak terlihat panik.


“hmm, itu anu, anu, gua.... Gua buta nih, “sambil menempelkan telapak tangannya menutupi kedua matanya.


“tuh liat gua buta ga bisa liat, “sambil berjalan jalan mengelilingi tempat itu dan...


“sttt, aduh... Siapa sih yang naruh tiang listrik disini, sial banget hidup gua dari tadi, “gerutunya sambil mengelus pantatnya yang mendarat diatas tanah. Mbaknya kualat sih wkwk.


Suara bahkan dari seseorang membuat gadis itu menoleh, seorang psikopat kejam ternyata bisa tertawa juga.


Laki laki itu mengelus perutnya yang terasa sakit akibat kebanyakan tertawa, “ko lu lucu banget si? “


Gladys tersentak mendengar ucapan lelaki itu, ia tak menyangka kata kata yang keluar mampu membuat hatinya berdebar seketika. Bahkan itu baru satu kalimat, bagaimana jika setiap hari dirinya mendengar kata kata manis dari lelaki dihadapannya. Bisa mati muda dedek bang.


“lo bakalan laporan gua ke polisi? “


“gua janji ga bakalan laporan lo ke polisi, serius, “dengan mengancung 'kan dua jari telunjuk dan jari tengah.


“ok. “


Cuman ok doang yang keluar, cuman “ok”? Batinnya.


Lelaki itu kembali mengamati wajah gadis dihadapannya. Dia tersenyum simpul memperhatikan betapa manisnya gadis yang kini secara diam diam sudah berani masuk kedalam hati seorang psikopat seperti dirinya.


“btw nama lo siapa? “


“gua Gladys Oldianova, “ucapnya cepat agar bisa segera kembali pulang.


“hm... Kali ini gua biarin lo lolos sayang, sekarang lo cepetan balik rumah trus jangan lupa makan ya, “ucapnya lembut selembut sutra. Jadi keinget iklan detergent.


Gladys segera mengangguk dan kembali berjalan cepat menuju rumahnya sebelum si psikopat tampan itu kembali merubah pikirannya dan menjadikannya korban.


Langkahnya terhenti saat laki laki itu memanggilnya. Tidak tahu saja jantung gladys kini sudah dugem tak karuan.


Lelaki itu mendekat, “ada yang kelupaan, “Sambil mendekat kearah gladys.


Laki laki itu kemudian berdiri tepat dihadapkan gladys dan mengikis setiap jarak yang ada. Berbeda dengan Gladys ia tampak menahan nafas dan berusaha menetapkan detak jantung ya yang tak karuan. Gladys menutup mata dan...


Cup


Benda kenyal dan hangat mendarat di keningnya, “good night sayang. “


Tak terasa pipi Gladys mulai memanas, ia segera berbalik dan berlari sekencang kencangnya menuju rumah dan berguling guling diatas kasurnya yang empuk.


Rasa hangat dari benda kenyal yang tadi menempel di keningnya masih terasa.


Devano Aldebaran, lelaki itu terkikik geli melihat tingkah gadis dihadapannya yang kini sudah lari sekencang kencangnya menggunakan jurus seribu bayangan milik Naruto.



Devano Aldebaran


Sebelumnya dirinya tak pernah seperti ini. Biasanya seseorang yang sudah terang terang terangan melihat aksinya akan segera ia jadikan korban selanjutnya hingga bernasib sama seperti yang lain.


Namun, gadis ini berbeda ada rasa ingin melindungi dari lubuk hatinya.


“gua rasa otak gua udah mulai ga waras, kayaknya gua mesti periksa kerumah sakit jiwa deh, “Sambil tersenyum geli.


“kucing kecil yang lucu, cepat atau lambat gua pasti bakalan tau semua tentang lo. “


_____________________________________________


 


(spam next)