Abstract

Abstract
prolog



Ig : @ekhajunhii


__________________


Bunyi dentuman keras disebuah ruangan membuat dengungan yang cukup keras ditelingan.


Seorang gadis Tengah meliuk liukkan badannya kesana kemari dengan lihay mengikuti alunan musik yang disetel. Beberapa orang ada yang tengah sibuk melakukan ciuman panas ada juga yang tengah berkeliaran mencari mangsa.


Berbeda dengan laki- laki yang tengah duduk di meja bar yang terlihat memperhatikan semuanya dengan teliti. Dengan memutar mutarkan gelas dihadapannya sambil mengetuk ngetukkan  jari telunjuknya di meja bar yang berbentuk persegi panjang.


“sial, semuanya ga ada yang enak. Ga ada yang bikin gua nafsu, “dengan berdecak geram. Emang nafsu lo kek gimana bang, kek gua atau kek siapa?


Sampai seorang wanita dengan dandanan bohay nan aduhay menghampiri lelaki itu dan langsung duduk bergelendotan bagaikan monyet dilengan lelaki itu yang membuatnya sedikit risih.


“Hai ganteng, sendiri aja. Mau gua temenin ga? “najis ditemenin elu, mending author yang cakep ini yang nemenin. Sambil menatap lelaki dihadapannya dengan tatapan sensual.


Lelaki itu mengamati setiap inci dari gadis wanita itu, dia akui gadis itu memiliki wajah yang cantik. Dengan warna kulit putih dan juga wajah yang terlihat campuran Indonesia Belanda. Namun, gadis itu mendatangi mangsa yang salah.


Lelaki itu Tampak menimbang nimang gadis dihadapannya ini. Ia tersenyum, “lo kuat sampe berapa Ronde? “


“lo nantangin gua sayang? “idih, jijik bat neng.


“iya gua nantangin lo honey! “ucapnya sambil menopang dagu wanita itu dengan telunjuknya.


“uh, gua siap beronde Ronde pun asal sama lo honey, “euhhhh najis bat mbak, ga sadar lu masuk kandang buaya.


“lo berhasil Bangkitin gairah gua honey. “


laki-laki dan wanita itu beranjak berdiri dari duduknya. Sebagian orang menatap wanita itu dengan berbagai pandangan. Ada yang iri, biasa saja dan sebagainya. Namun, Mereka semua seharusnya bersyukur sebab mereka tak harus berhadapan dengan maut. Sungguh malang ya nasibmu mbak.


Lelaki itu menggandeng tangan wanita tadi untuk  keluar dari tempat yang amat bising tersebut. Ia membukakan pintu mobil untuk sang wanita dan disambut dengan antusias. Lelaki itu sedikit berlari menutup kemudi mobil lalu ikut masuk kedalam.


Didalam mobil, lelaki itu tampak mengeluarkan sebuah benda pipih berbentuk persegi panjang berwarna silver dari saku jaket kulitnya. Kemudian ia menekan beberapa digit angka dan menelepon seseorang disebrang sana. Tampak laki laki itu tengah mengutak atik ponselnya mencari nomor yang akan ia hubungi. Sekali sampai dua kali panggilan barulah ada sambungan disebrang sana.


“gua mau lo siapin semuanya! “perintahnya untuk manusia disebrang sana.


“cih, Lo ga bisa kerjain sendiri ha?! “tampak orang disebrang sana mengeram kesal.


“bacot, gua males menodai tangan gua yang halus dan lembut, “ucapnya lalu mematikan telpon sepihak membuat orang diserang sana frustrasi kesal.


“are you ready honey? “tanyanya lembut.


“gua ready kapanpun sayang, “jijik gua dengernya mbak. Pingin gua ceburin ke empang ikan piranha aja.


Lelaki itu menancap gas membelah jalanan menuju apartemen miliknya. Tampak si wanita sudah tak sabaran dan menggeliat menggodanya.


Lelaki itu tersenyum miring menantikan permainan selanjutnya yang ia nanti nanti.


Sesampainya di partémen milik lelaki itu, ia segera membuka sabuk pengaman dan membuka pintu mobil. Ia berlari kecil mengelilingi mobil untuk membuaka pintu wanita itu.


“gua akan selalu mendesahkan nama lo sayang, “jawabnya sensual sambil mengelus pipi lelaki itu.


“gua akan menikmati suara lo sayang, “mampus lo masuk kandang buaya.


Mereka berjalan beriringan menuju kamar apartemen milik lelaki itu. Wanita itu terus saja bergelondetan di lengan kekar lelaki itu tanpa niat melepasnya.


Sesampainya di depan apartemen lelaki itu segera memasukkan kode sandi lalu mengajak wanita itu masuk.


Didalam sana sudah terdapat dua orang lelaki yang tak kalah tampannya tengah duduk diruang Tengah sambil me lipat tangan didepan dada.


“buruan, ga perlu basa basi, “gasabaran banget bang.


“jadi kita mau rame rame nih? “tanyanya pada lelaki tadi. Dan hanya dijawab dengan senyuman evil olehnya.


Lelaki tadi tersenyum, “let’s start my game honey. “


Ia mengambil tali diruangan sebelah yang tak jauh dari posisinya. Itu adalah ruangan rahasia.


Ia mengikat kaki beserta tangan wanita tadi di tepian ranjang dan memulai aksinya.


Tampak lelaki tadi mulai menyikap rok ketat wanita itu dan mengelus paha mulus miliknya itu.


Kemudia elusan tangan yang lembut berganti dengan usapan pisau yang tajam menampilkan ujungnya yang berkilap bersih tanpa noda.


Wanita itu mulai ketakutan, “apa yang mau lo lakuin sama benda itu? “sambil berderai air mata.


“sttt, nikmati honey,”menempelkan jari telukjuknya didepan bibir.


“bangsat lama lo anjing! “geram salah satu lelaki yang masuk kedalam ruangan.


“berisik amat sih. Dasar lo beraninya diawal aja, giliran udah masuk baru lo kicep! “dasar bang omongannya ditaburim micin berapa bungkus?


Tampak wanita itu berteriak meminta tolong, namun maaf sayang ga ada yang bakalan nolongin lo disana. Jadi siap siap aja nemuin ajal lo hari ini.


“gua salah apa sama lo semua, gua ga pernah nyakitin lo semua! “teriaknya histeris.


“lo emang ga pernah nyakitin kita sayang, tapi lo buat dia bunuh diri, “sambil sedikit menekan ujung pisau tersebut di lengan korban.


“sttt, itu kemauan dia sendiri. Gua ga pernah nyuruh dia bunuh diri! “pembelaan teross mbak.


“lo emang ga pernah nyuruh dia buat bunuh diri. Tapi lo bunuh perasaannya dengan belati yang ada didalam diri lo brengsek! “ucapnya degan penuh penekanan.


“lo rusak mental dia, Lo rusak psikis dia *******! “


“gua ga pernah niat buat mental dia rusak, gua Cuma bercanda dan aga ada niatan serius. Dianya aja yang kebaperan! “apa? Cuma, Cuma becanda?!


Dasar ga ada otak lo mbak, lu masih bilang Cuma becanda. Helawwww lu kira manusia ga punya hati?


“bacot, lu bilang Cuma becanda? Good girl, “sambil bertepuk tangan.


“udahan mulai aja, berisik banget *****! “ucap salah satu yang sudah Tidak sabaran.


Mereka mulai melancarkan aksinya, mulai dari lelaki pertama yang membungkam mulut gadis itu dengan lakbann hingga tak bisa mengeluarkan suara.


Kemudia ia dengan teliti mulai menyayat nyayat lengan korban hingga membuat goresan goresan yang cukup dalam dan random.


Tak sampai disitu ia menjambak rambut wanita itu lalu menghempasnya hingga membentur kepala ranjang dan membuatnya menjadi pusing beserta darah segar mengalir dari pelipisnya.


Sebuah ide muncul dikepanya, ia berlari menuju kamar sebelah untuk mengambil senar gitar, Kemudia ia melilitkan senar tersebut di leher wanita itu dan menariknya sekuat tenaga. Dan...


“selamat tinggal honey, “ucapnya tersenyum.


“nah, giliran gua! “ucap seorang lelaki.


Kemudian mereka mulai memahat membuat seni yang sangat indah. Bagi mereka inilah yang disebut seni sesungguhnya. Melihat korbannya sudah tidak berbentuk lagi mereka tersenyum puas.


“ini yang gua suka. Rusak dan tak berbentuk.”


______________________________________________


 


\(spam next\)