Abdi Negara

Abdi Negara
8



waktu telah menunjukkan pukul setengah tujuh pagi.gladis segera mempersiapkan peralatan belajar anak anak dan segera menuju gerbang utama untuk menyambut anak didiknya pagi hari ini


ini adalah kewajiban setiap pagi guru guru di TK taruna,anak anak hanya boleh diantar sampai gerbang utama,selebihnya itu sudah menjadi tanggung jawab para guru sampai usai jam pulang sekolah.tujuannya agar anak anak belajar mandiri dan terlepas dari sifat manja yang diberikan orang tua atau pengasuh dengan alasan mereka tidak tega membiarkan anak menanggis dan merenggek.selain itu jikalau ibu ibu dibiarkan masuk akan menjadi ladang gosip bagi macan ternak (mama cantik anter anak) sungguh membuat pembelajaran tidak kondusif


gladis bergabung dengan para guru dan kepala sekolah yang bersiap untuk menyambuat tangan tangan mungil yang akan mencium lembut tangan mereka.satu persatu anak anak masuk dan setelah dirasa semuanya datang barulah para guru mengajak anak didik mereka masing masing untuk masuk ke kelas


saat semuanya sudah masuk kelas gladis justru masih berdiri di depan gerbang,masih ada anak didiknya yang ia tunggu.dilihatnya sebuah benda bulat yang melingkar dipergelangan tanganya,pukul delapan tepat.namun seseorang itu belum juga menampakkan batang hidungnya yang membuat guru mungil tersebut tampak gelisah


echa yang tadi hendak menuju kelasnya tiba tiba menghentikan langkah kakinya,dilihatnya gladis yang celinggukan kesana kemari membuatnya penasaran dan ingin menghampirinya.


"lohh dis? nggak masuk kelas kamu? anak anak udah pada masuk loh itu"tanyanya bingung.pasalnya hanya gladis seorang dirilah yang masih berdiri didepan gerbang


gladis menggigit bibir bawahnya ketika sang sahabat tengah bertanya padanya


"dis kamu nggak papa kan?sepertinya kamu kebinggungan?"tanyanya lagi


"aku gapapa ca,aku cuman...umm...lagi nanggu anak baru itu,sampai sekarang kok belum datang juga,ya?"jawabnya. ia kebinggungan


echa menyerngitkan dahinya"anak baru yang kamu ceritain kemarin itu?anak dari orang yang mobilnya kamu tabrak itu kan?"


mendengar pertanyaan echa membuat gladis memutarkan bola matanya malas. baru kemarin cerita udah lupa aja


"umm..iya yang itu"jawab gladis sembari menggangukkan kepalanya


"apa bapaknya boong ya dis mau nyekolahin anaknya disini?"gladis dibuat panas dingin oleh ucapan echa,bisa mati berdiri dirinya jika bu tia tahu kalau anak itu tidak jadi sekolah disini.


"jangan gitu dong caa,bisa mati aku dikira berbohong sama bu tia,mana tau bapaknya tuh anak salah alamatkan"ujarnya sembari kembali celinggak celingguk.


"emang segitu tuanya si mas mas galak itu pake acara lupa segala.mendingan kamu masuk ke kelasmu kasian anak anak sudah pada nunggu.aku duluan"echa melangkahkan kakinya sembari melambai pada gladis.


tergambar dibenaknya wajah sang atasan yang sedang murka kepadanya. dasar lelaki pemberi harapan palsu. PHP!


gladis memutuskan untuk meninggalkan gerbang sekolah,menuju ruangan dimana ia harus memberikan pembelajaran untuk anak didiknya.dalam hatinya menggerutu betapa kesalnya ia pada lelaki tukang php yang membawa nasib buruk padanya.


belum genap lima langkah kakinya meninggalkan gerbang sekolah terdengar suara motor tengah terhenti yang tidak jauh dari pendengaran gladis.ia segera memutar tubuhnya cepat berharap anak kecil itulah yang datang.dilihatnya lelaki yang baru saja ia sumpah serapahi dan anak kecil yang berusia empat tahun tengah turun dari motor yang tengah dikemudikan sang bapak.


sosok reyhan kini menghampiri gladis.dengan mengenakan setelan training olahraga warna hitam sekaligus sepatu olahraga lambang centang yang bertuliskan nike sehingga membuatnya terlihat begitu gagah


"selamat pagi ibu guru"sapanya ketika sampai dihadapan gladis"maaf karna datang terlambat padahal ini hari pertamanya disekolah baru"lagi lagi senyum menawan ia sugguhkan


gladis yang tengah berdiri di depan reyhan tanpa sadar melihat lelaki bertubuh gagah itu tanpa berkedip.entah apa yang dipikirkan gadis itu.


"ehmm"reyhan berdehem membuat gladis kembali kealam sadarnya.gadis itu terlihat bingung dan canggung apa yang ia perbuat tak melekat diingatannya. apa aku ngelamun?


"saya kira anda tidak menepati janji"ucap gladis agar bisa menghilangkan kecanggungan diantara mereka


"saya bukan laki laki yang suka menebar janji ibu guru"jawab reyhan sembari bibirnya tersungging sebuah senyuman"apalagi memberikan harapan palsu untuk seseorang wanita yang ada didepan saya"reyhan kembali menatap gladis tepat dimatanya


mendapat tatapan yang sama seperti ketika mereka bernegosiasi didepan ruangan bu tia membuat gladis kembali merasa canggung.entah hal konyol apa yang barusan keluar dari mulut lelaki itu.untunglah gladis sudah kebal akan ucapan manis tapi berujung busuk itu.ibarat buah terlihat manis diluar tapi busuk didalam. bukankah ia sudah beristri?bahkan sudah beranak pula? kalo kata anak jaman sekarang FAKBOI!!!


gladis berdehem kecil.mengalihkan tatapanya "untung saja anda menepatinya"ujarnya dengan senyuman miring"kalau begitu saya harus kembali ke kelas,kasihan anak anak sudah lama menunggu"dilihatnya anak lelaki yang tengah berdiri di samping reyhan. ganteng kaya bapaknya.eh!


gladis menatap wajah anak lelaki itu"hai nak"sapanya"mulai sekarang ini sekolah baru ,ayo ikut bunda adis masuk yuk"ajaknya,anak laki laki bernama hanya membalas dengan anggukan kepala kemudian berpamitan kepada lelaki disampingnya dan bergegas masuk ke kelas bergabung dengan teman teman barunya.


tema pembelajaran hari ini adalah air.model pembelajaran yang digunakan adalah bahan cair.gladis berkeliling mengamati sambil membawa absensi yang sudah menjadi kebiasaan dalam mencatat hasil pencapaian perkembangan anak didiknya.


saat ia hendak menuliskan sebuah catatan tiba tiba arsya menghampirinya dengan membawa dua wadah kecil berisi air dan satunya lagi berisi pewarna.pikir gladis mungkin anak barunya ingin bertanya dan perlu sedikit bantuan


"ada apa nak?"tanyanya sambil memberikan senyuman ramah kepada arsya


bukanya menjawab pertanyaan dari ibu guru,arsya justru menumpahkan wadah yang berisi pewarna kepakaian gladis sehingga membuat guru itu kagetnya bukan main


"arsya,sayang.kok pewarnanya ditumpahkan kebaju ibu?"tanya gladis.meskipun sudah basah oleh pewarna namun senyum gladis masih bersemayam dibibir tipisnya.arsya hanya diam sembari menatap wajah gladis


"arsya ingin main sama bunda adis ya?"gladis bertanya untuk kedua kalinya namun respon yang diberikan anak itu masih sama.diam seribu bahasa


____


**haiii aku minta dukungan dari kalian semua buat like dan vote nya.aku up panjang kali ini.semoga kalian suka


janji di part 7


reyhan


bayangin kalian ditatap kaya gini aghhhh😋


ini wajah yang dibilang gladis wajah not bad huaaa😂**