
Setelah lulus SMA, popularitasmu saat masa SMA sudah tak berguna lagi, kamu akan masuk fase baru yang membutuhkan bekerja kerasmu.
Siapa yang gigih dan tahan banting yang akan terus bertahan. Mental malu-malu dan nggak enakan kamu tidak akan membawamu jauh.
if you want something get up and go for it !
Aku seorang murid SMA, kata orang aku nyaris sempurna dengan memiliki wajah yang anggun layaknya seorang putri kerajaan namun juga putri tersebut rapuh. Tumbuh dengan kasih sayang, mati karena pembelaan, itu yang menjadi prioritasku.
Lebih baik mati karna harga diri dibanding mati karna dikasihani !
Bagiku harga diri adalah hal terpenting dalam hidup. Karena dengan harga diri kita berani menatap kedepan. Jika saja hal terpenting itu tak lagi ada, maka seorang hanya bisa meratapi hidupnya, dengan pilu nya ia mencari yang hilang dari dirinya.
harga diri
Menatap kosong kedepan,mengenang masa lalu, lalu menyesalinya hahaha... itu tak ada gunanya. Bangkit, lawan rasa penyesalanmu dengan kerja keras yang membawa kebanggaan.
Kebanggaan yang amat berharga adalah berhasil menjadi seorang yang berguna bagi dirinya sendiri maupun orang lain.
Termasuk kedua orang tuamu, kau tumbuh dengan rasa kasih sayang yang tak pernah putus hingga ia menua.
Menua yang berhasil sesungguhnya ketika kita sudah mencapai titik akhir dari perjuangan dan itu tidak menyia-nyiakan.
Luka yang membuatmu tumbuh.
Karena luka tersebut menggambarkan perbuatanmu di masa lampau yang akan membuatmu menjadi seorang yang lebih baik.
Aku ingat masa dimana aku selalu ingin seperti orang lain, yang selalu berhasil dalam segala hal, selalu mendapat pujian dari orang terdekatnya. Namun karena satu kecerobohan saja akan membuatnya runtuh bagai bangunan yang rapuh.
Saya cyka karisma ingin menyampaikan pesan kepada kalian semua bahwa jadilah orang yang lebih baik.
Kurang lebihnya saya mohon maaf, terimakasih.
Seluruh kelas bertepuk tangan karena cyka.
"Bagus banget, kamu ngarang sendiri ?" Tanya guru bahasa Indonesia
"Iya dong bu" jawab cyka dengan senyum tengilnya namun terlihat begitu manis dengan gigi gingsulnya.
"Dasar lo kalo dihukum aja rajinnya minta ampun giliran kalo ada tugas mah males" ucap lili sambil menoyor cyka dengan geramnya.
"Btw Lo di hukum knp ?" Tanya laras
"Telat ngumpulin tugas hehe" ucap cyka dengan senyum kecil.
"Udah gpp lili,laras
Karna karya cyka bagus ibu tambah nilai plus ya" kata ibu guru
"Oke bu makasih" ucap cyka
Sementara itu dipojok kanan
"Hans ngapain lu senyum-senyum sendiri, apa jangan-jangan lo suka sama cyka ya" ucap teman sebangku hans.
"Sembarangan lo nggak lah siapa yang suka" ucapnya sambil gelagapan.
Disekolah cyka memiliki dua teman bak saudara kandung yaitu lili dan laras.
Hans adalah pria yang tampan, tetapi sikapnya yang tidak sombong ia menarik banyak murid perempuan yang menyukainya termasuk cyka. Namun sikapnya yang dingin membuatnya tidak mudah didekati.
Hans merupakan the most wanted di sekolahnya. Namun tampaknya ia mulai menyukai cyka diam-diam, tetapi ia tak menyadarinya.
***
"pulang sekolah lo mau kemana" tanya Laras pada lili dan cyka
"ya kerumah lah trus kemana lagi" ucap Lili dengan suara full nya
" santai Li, ngegas mulu lo, maksud gue lo berdua ga ada rencana mau pergi kemana gitu?" balasnya dengan mengerutkan dahinya.
" emang lo mau kemana ras?" tanya cyka pelan
"gue mau ke mall nih mau ngga, gua traktir deh" ucapnya sembari tersenyum manis
"ayokkk gua ikut" ucap Lili girangnya, kerena Lili orang terdepan soal gratisan berhubung dia lagi bete dan ngga punya duit.
"Dasar lo giliran gratisan aja langsung" ucap laras "Cyka lo mau ikut nggak? masa si lo ga mau gratisan wkwkwk" tambahnya, tetapi Cyka hanya terdiam tanpa merespon
"Cyka lo kenapa si diem aja, lagi ada masalah? kalo iya jangan simpen sendiri kasih tau kita" ucap Laras yang penasaran
Tanpa permisi air menghujani pipi putihnya.
"ini semua takdir, jika Tuhan berkehendak pasti lo akan dipertemukan lagi sama adik lo" ucapnya sembari menenangkan Cyka.
"iya gue tau cuma lagi kangen aja sama adik gue" ucapnya seraya menghapus air matanya
"haaaaa" Cyka menghela nafas kasar
"oke gue ikut" ucapnya tersenyum
"Nah gitu dong jangan nangis-nangis gitu, gue juga jadi ikut sedih" ucap Lili menahan air matanya.
"Lo kenapa ikut mewek Li, jangan cengeng dong" ucap Laras memukul lengan Lili
"emang lo berdua sahabat yang gue anggap saudara sendiri" ucap Cyka dengan pilu
Mereka berpelukan dengan eratnya.
Memang sahabat ialah orang yang mengerti kesulitanmu, mereka teman bagaikan cermin. Ketika kau menangis mereka menangis pula, jika kau bahagia mereka merasakannya pula.
"Aduh sesek napas gue dihimpit badan lo Li" ucap Laras sembari melepas pelukannya
"Alay amat lo gue ngga segendut itu kali" ucap Lili memalingkan wajahnya
"Emang badan lo gendut Li akhir-akhir ini" ucap Cyka dengan tertawa geli
"Ah yang bener lo ah, perasaan gue makan ga banyak amat" ucap Lili tak terima dikatakan gendut
"Yee itu kan perasaan lo aja Li, makanya kalo makan tu jangan pake perasaan" timpal Laras dengan tertawa
"Udah udah berisik amat lo berdua mending kita kekantin, pada laperkan" ajak Cyka yang beranjak dari tempat duduknya meninggalkan ruangan kelas dan laras pun segera menyusul
"eh Cyka tungguin gue dong" ucap Lili berlari menyusul Cyka dan Laras
***
"Ting" pesan masuk dari ponsel Laras,ia pun segera mengambil ponsel dengan wajah girangnya
"Hay"
"Sedang apa?" tulis pesan tersebut
Garis dibibir Laras melengkung sempurna dengan tangan sibuk memainkan ponselnya.
"Oh hay
Aku sedang makan di kantin" tulisnya dengan cepat
"Sama siapa cowok apa cewek?" Balas pesan tersebut
"Sama temanku Cyka dengan Lili" balas Laras
"Woy" ucap seorang yang berada di samping Laras, membuatnya tersentak kaget.
"Hahaha... Ekspresi lo lucu banget ras" ledek Lili yang tertawa puasnya.
"Kampr*t lo, gue kaget banget tau nggak" Ucap Laras dengan nada tinggi
"Abisnya lo sibuk maen ponsel mulu si, kalo lagi makan tuh fokus sama makanannya bukan sama ponsel!" Ucap Cyka menasehati tapi terkesan menyinggung.
"Sibuk amat lo, lagi ngapain si" Ucap Lili berusaha merebut ponsel Laras, namun segera ia hindarkan ponselnya dari Lili.
"Apaan si lo kepo amat" jawab nya dengan garis bibir yang terus melengkung melihat layar ponselnya.
" Ih pelit amat biasanya lo ga gini ras" ucap Lili dengan mengerutkan dahinya.
"Iya tuh" ucap Cyka namun Laras tak menggubrisnya, sibuk dengan layar ponselnya.
"Oh oke"
"Nanti jangan lupa jam 15.00 ku tunggu di mall :*" tulis pesan yang masuk di layar ponselnya
"Aku nggak mungkin lupa" balas Laras dengan tersenyum
"Seperti yang diharapkan, aku tutup ya bye"
"Bye" balasnya mengakhiri obrolan tersebut.