Abdi Negara

Abdi Negara
Apakah dia benar adikku?



Cyka menghampiri gadis kecil itu kemudian bertanya


"Kamu kenapa dek? Dan kenapa kamu dijalanan kaya gini,ini udah sore,ibu kamu kemana?" tanyanya bertubi-tubi dengan tatapan teduh.


"Aku belum makan kak,aku disini juga ngamen tapi uangku diambil sama preman,ibuku dirumah dia sedang sakit kak"ucapnya sambil menunduukkan wajahnya, tanpa terasa bulir putih dari matanya pun menetes.


Melihat hal itu hati cyka tersentuh,ia merasakan penderitaan yang dialami gadis kecil itu. Tanpa terasa ia pun ikut menangis. Ia mencari sisa uang jajan disakunya untuk diberikan kepada gadis kecil itu.


"Kaka ada ada sedikit uang buat kamu, segeralah belikan makanan untuk ibumu dan besok jika Kaka ada waktu kaka akan mampir kesini bawa makanan buat kamu dan ibumu. Jikalau kita bertemu kamu harus ingat nama kaka adalah cyka" ucap cyka tersenyum sembari menghapus air matanya kemudian ia mengelus pelan rambut gadis itu ia memberikan uangnya.


kemudian saat gadis kecil itu menerimanya ia melihat ada noda hitam di telapak tangannya,melihat hal itu sontak ia sangat terkejut karena noda pada telapak tangannya sama dengan noda pada telapak tangan adiknya Azzahra kemudian ia pun bertanya


"Dek apa noda di tanganmu ini bisa hilang"tanyanya dengan penuh penasaran.


Kemudian gadis kecil itu menjawab " tidak, noda ini tidak bisa hilang kak, dari kecil di telapak tanganku sudah ada"


mendengar jawaban tersebut cyka semakin penasaran apakah benar gadis kecil itu adiknya yang telah lama menghilang ? Tanyanya pada dirinya sendiri.


"Oh iya kaka sampai lupa menanyakan siapa namamu dek?" Tanyanya dengan bibir yang mulai mengembang nampak garis senyumnya terlihat begitu manis


"Namaku Mirza kak," jawabnya dengan wajah yang sangat imut.


"Ooh mirza nama yang manis sama kaya orangnya" ucap cyka dengan senyum yang menampakkan gigi gingsulnya.


"Kaka juga manis kalo lagi senyum,oh iya terimakasih karena Kaka udah memberikan uang kaka untuk mirza,kalo ada uang, Mirza sama ibu bisa makan hari ini" ucapnya dengan wajah yang begitu gembira.


"Iya sama-sama, besok kalo Kaka pulang sekolah kaka bisa ketemu mirza? Kaka kan sudah janji bakal dateng bawa makanan buat kamu dan ibumu oke?" Tanyanya dengan tatapan teduh mirza pun mengangguk menyetujui.


"Oke sekarang kamu pulang dan bawa makanan buat ibumu yang lagi sakit"


pintahnya dengan lembut.


"Iya kak mirza pergi dulu daa.."ketika Mirza ingin pergi,ia membalikkan badannya.


Cup" ia mencium pipi putih cyka. cyka pun tersenyum sembari melambaykan tangannya.


Selepas ia bertemu dengan mirza,ia tak bisa berhenti memikirkan mirza dengan rasa penasarannya apakah Mirza benar adiknya Azzahra yang menghilang dulu?? Didalam pikiran nya hanya memikirkan hal itu.


***


"Cyka kok ngga pulang pulang si ini udh jam 05.15" ucap ina dengan risau sambil berjalan mondar mandir


"Pa apa kita susulin aja ke sekolahnya" pinta ina kepada Andre


"Sabar mah mungkin sebentar lagi dateng" ucap Andre dengan tenangnya. Tanpa menjawab Ina langsung menuju sof kemudian ia baringkan bandannya sejenak. Setelah itu terdengar suara ketukan pintu


Tukk tukk tukk


"mah pah ini cyka" ucap cyka seraya mengetuk pintunya. Kemudian ina pun membuka pintu nya lalu bertanya


"Cyka Kamu kemana aja? Ibu hawatir kamu kenapa-kenapa?" Tanyanya dengan agak tergesa-gesa.


"Disekolah bakal ada lomba mah jadi cyka pulangnya agak telat" sambil mencium punggung tangan ina


"Yaudah langsung mandi terus makan ya" pinta ina


Ia berfikir untuk memberi tahu kepada ibunya tentang gadis itu,tapi ia fikir waktunya tidak tepat, sebelum ia memastikan mirza itu adiknya apa bukan.


Ia menuju kamar mandi, setelah selesai mandi ia senderkan tubuhnya di sofa kemudian ia mengambil hp nya. ia melihat ada banyak pesan masuk karena ia bergabung dengan grup paskibra di sekolahnya.


"Ah menjengkelkan kenapa semua pesannya dari grup? Ah begini lah nasib jomblo" gerutunya sambil ingin membuang hp nya disofa, kemudian ia beranjak menuju dapur untuk mengambil makanan karena sejak istirahat terakhir kegiatan di sekolahnya itu ia belum makan.


Dertt dertt dertt


hp cyka bergetar


Tanpa tahu ia sedang makan.


Kemudian beberapa menit ia kembali ke kamarnya,ia ingin tidur tetapi mendengar suara hp nya bergetar ia langsung membukanya.


"Hai"


"Gadis manis kau sedang apa?"


"Hei kemana kau" pesan tersebut tanpa tahu sang pengirimnya karena nomor asing yang ia tidak kenal.


" Hai juga"


"Ini siapa ya?" Balasnya


Selang ¹ menit hp nya bergetar kembali


"Aku Rio Febrian kau ingat?" Balasnya lagi


"Oh Rio maaf karena tidak mengenalimu"


"Tidak apa, kau belum jawab pertanyaan ku"


"Pertanyaan apa?"


"Gadis manis kau sedang apa?"


Dengan tersenyum ia membalas


"Aku sedang tiduran" balasnya


"Sudah makan ?" Tanya Rio


"Sudah kau sendiri?" Balasnya


"Tentu, jangan lupa save nomorku, kita akan bertemu besok" balas Rio


Dengan senyum mengembang cyka membalas.


"Sudah ku simpan nomor mu" balasnya


"Oke selamat malam" balasnya mengakhiri obrolannya saat itu.


"Selamat malam" balas cyka, kemudian perlahan ia memejamkan matanya.